CUACA PANAS EL NINO

Beberapa bulan terakhir, berbagai wilayah di Indonesia mengalami kemarau panjang. Fenomena iklim akibat El Nino ini juga merambah di sekitar Ibukota. Beberapa danau tampak berkurang debit airnya, bahkan ada yang mengering. Salah satunya Danau Cinere yang terletak di Depok, Jawa Barat. Danau yang biasanya memiliki kedalaman lebih dari 2 meter tersebut saat ini hanya hanya menyisakan pemandangan tanah yang retak. Ikan-ikan yang ada pun ikut mati karena kekeringan.

El Nino sebagaimana dikenal, fenomena ini membuat penurunan curah hujan dan diprakirakan akan terjadi hingga akhir tahun dengan puncaknya pada Agustus hingga September. Berdasarkan informasi resmi website Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pengertian El Nino adalah fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah hingga timur. Pemanasan ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah sekitarnya, termasuk seperti di Indonesia.

Masih menurut BMKG, El Nino memiliki dampak yang beragam dalam lingkup skala global. Beberapa negara di kawasan Amerika Latin seperti Peru, saat terjadi El Nino akan berdampak pada meningkatnya curah hujan di wilayah tersebut. Sedangkan di Indonesia secara umum dampak dari El Nino adalah kondisi kering dan berkurangnya curah hujan.

Seluruh Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara diprediksi memiliki curah hujan paling rendah dan berpotensi mengalami musim kering yang ekstrem. Adapun beberapa daerah yang akan terdampak cukup kuat adalah sebagian besar wilayah Sumatra seperti Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Riau, Bengkulu, Lampung.

Selain wilayah-wilayah tersebut, prakiraan curah hujan bulanan BMKG menunjukkan sebagai besar wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan bulanan kategori rendah bahkan sebagian lainnya akan mengalami kondisi tanpa hujan sama sekali hingga Oktober.

El Nino juga memberikan dampak pada ekonomi di seluruh dunia. Mengutip artikel National Science Foundation (NSF), fenomena alam ekstrem ini menggerus triliunan dolar Amerika Serikat pendapatan di seluruh dunia. Perekonomian global disebutkan mengalami penurunan sebesar US$4,1 triliun dan US$5,7 triliun, dalam setengah dekade setelah masing-masing peristiwa ini, sebagian besar ditanggung oleh negara-negara tropis miskin di dunia. Bahkan, para peneliti memproyeksikan kerugian ekonomi global untuk abad ke-21 akan mencapai US$84 triliun karena perubahan iklim berpotensi memperkuat frekuensi dan kekuatan El Nino.

Sebagai negara dengan perekonomian bergantung atau ditopang oleh sektor pertanian atau disebut agraris, sektor pertanian tentu menjadi sorotan di Indonesia. Pada sektor ini El Nino dapat menjadi tantangan besar karena dapat mengganggu pola cuaca yang berdampak pada produksi pertanian dan kesejahteraan petani.

 


Filter: Foto Cerita


Pembelian
Pilih tombol harga sebelum melanjutkan pembelian dan tambah keranjang.
Jenis Harga Ukuran/Format Harga
  • 6 images/jpeg
Rp 570.000
Diskon 5% dari Rp 600.000