Cerita Restoran BungaRampai Lestarikan Kuliner Nusantara
27 December 2024 |
14:00 WIB
Menu Restoran BungaRampai (Sumber Foto: Tim Muara Bagdja)
Kekayaan kuliner Indonesia menjadi cerminan dari keberagaman budaya dan tradisi setiap daerahnya. Mulai dari rendang khas Minangkabau yang gurih dan kaya bumbu, soto Betawi yang segar dan beraroma, sampai papeda yang unik dari Papua, Maluku dan beberapa daerah di Sulawesi, setiap hidangan memiliki cerita dan filosofinya tersendiri.
Keberagaman ini tak hanya menunjukkan luasnya wilayah Indonesia, tetapi juga memperlihatkan bagaimana setiap daerah mampu mengolah rempah dan bahan-bahan lokal menjadi sajian bercita rasa lezat yang memanjakan lidah.
Restoran BungaRampai merupakan perpaduan sempurna antara cita rasa tradisional kuliner Indonesia dan kemewahan pengalaman bersantap yang elegan dan berkelas. Setiap hidangan yang disajikan di restoran ini bukan sekadar makanan, melainkan warisan turun-temurun yang mengangkat kekayaan budaya dan sejarah nusantara.
Baca juga: Menikmati Warisan Budaya Kuliner Nusantara di Tempayan Indonesian Bistro
Suasana restoran yang mewah dengan konsep fine dining makin memperkaya pengalaman bersantap, menjadikannya destinasi istimewa para pecinta kuliner autentik lokal. Restoran ini bahkan pernah memenangkan penghargaan Adikarya Wisata dari pemerintah dalam kategori The Best Resto Indonesia Formal Dining pada 2019 lalu.
“Keberanekaan kuliner Nusantara tidak akan pernah habis untuk digali karena cita rasanya yang kaya, dan khas, serta padat filosofi," kata Mulia Jayaputri, pemilik restoran Bungarampai.
Menyajikan masakan Indonesia dengan kualitas terbaik sudah menjadi visi BungaRampai sejak restoran ini didirikan, tepatnya pada 18 tahun lalu. Hal tersebut dilakukan untuk memperkenalkan dan melestarikan aneka makanan khas dari berbagai provinsi di Indonesia.
“Hanya dengan kualitas terbaik dalam penyajian dan rasa yang premium, kita bisa ikut meningkatkan dan memperkenalkan citra masakan Nusantara ke mancanegara, karena masakan Indonesia memiliki kehebatan cita rasa yang bersejajar dan setara dengan makanan dari negara-negara lain,” imbuh Mulia.
Sebagai upaya untuk melestarikan kekayaan kuliner nusantara, BungaRampai kerap menyelenggarakan festival makanan. Sejak awal berdirinya restoran, festival makanan ini selalu digelar, namun baru diumumkan secara luas sejak dua tahun belakangan lewat festival Dendang Rasa.
"Sejak awal kita ada festival makanan seperti Pekan Sumatera selatan dan Pekan Madura untuk memperkenalkan kuliner khas daerah setempat, lalu dua tahun terakhir ini kita buat Dendang Rasa," ujar Mulia.
Festival Dendang Rasa yang dihelat pada Desember 2024 memperkenalkan kuliner dari tiga bagian wilayah Indonesia. Tahun ini mengusung tema Dendang Rasa Sulawesi & Nusa Tenggara yang menyajikan masakan khas wilayah Indonesia tengah setelah tahun lalu sukses dengan sajian dari Indonesia Barat.
Penganan yang disajikan mulai dari makanan pembuka, sajian utama, hingga makanan penutup. Kuliner khas daerah provinsi Sulawesi dan Nusa Tenggara tersebut nantinya akan mewarnai daftar menu restoran BungaRampai.
Kuliner Sulawesi misalnya Rica Rodo, Ulu Juku (kepala ikan), Kakap Woku, Ayam Bakar Binomaru, Uta Dada Ayam, sampai hidangan penutup seperti Cucur Bayao. Sementara dari Nusa Tenggara ada Brenebo Seo Sapi, Nasi Bakar Sei Sapi, Papeda Ikan, sampai hidangan penutup seperti Es Sarang Burung.
"Contohnya seperti Coto Makasar dari Sulawesi Selatan yang kami sajikan di antara menu lainnya, soto ini memiliki karakter rumit sekaligus sedap karena menggunakan hingga 40 jenis rempah dan menjadikannya sebagai salah satu hidangan favorit sejak abad 16 di kerajaan Gowa”, terang Mulia.
Sajian makanan khas Sulawesi dan Nusa Tenggara tersebut disajikan dalam bentuk buffet, di mana tamu undangan bisa mencicipi semuanya. Festival makanan ini tak hanya bertujuan merayakan kelezatan menu Nusantara, tetapi juga menyambut momen Hari Ibu, Natal, dan Tahun Baru 2025
"Hidangan paling favorit yang disajikan di festival Dendang Rasa nantinya akan masuk ke daftar menu BungaRampai secara permanen," paparnya.
Selain menyajikan makanan dan minuman, dipersembahkan pula tarian dan musik dari Sulawesi dan Nusa Tenggara yang akan memanjakan mata dan telinga tetamu. Kedepannya tak menutup kemungkinan, Festival Dendang Rasa 2025 akan menyajikan kuliner khas wilayah Indonesia Timur dengan menargetkan wilayah Kalimantan.
"Kemarin ada usulan dari teman-teman, kenapa enggak menghidangkan kuliner khas Kalimantan karena sedang ada momentum perpindahan ibu kota Indonesia ke IKN di Kalimantan, tapi kami menilai popularitas IKN justru baru dimulai tahun depan," kata Mulia.
Tahun lalu, mereka menggelar Dendang Rasa Sumatra & Jawa dari wilayah Indonesia Barat. Disajikan kelezatan makanan khas Sumatra seperti sup ikan patin, sate lidah, rendang, hingga pempek, sementara makanan khas Jawa mulai dari gurihnya Soto Gandul hingga legitnya jajanan pasar Jawa.
Adapun BungaRampai sendiri sudah membuktikan kemasyhuran masakan Indonesia di penjuru dunia karena selama enam tahun berturut-turut restoran ini ikut ambil bagian dalam menyajikan beraneka ragam masakan Indonesia dalam World Economic Forum di Davos, Swiss serta untuk International Moneter Fund dan World Bank di Amerka Serikat selama dua tahun berturut turut.
"Di Davos, pertama kali kita diminta menyajikan 500 pax, lalu tahun kedua naik 800 pax, tahun ketiga 1.000 pax, tahun-tahun selanjutnya 1.200-1.500 pax, artinya orang-orang di seluruh dunia sangat tertarik dengan makanan Indonesia," ujar Mulia.
Animo masyarakat yang besar untuk mencicipi beragam sajian masakan Indonesia dibuktikan dengan banyaknya tamu yang hadir dari tahun ke tahun. Mereka juga memberikan banyak pujian atas kelezatan cita rasanya yang autentik.
Chef Harna Riyanto memaparkan apa makna autentisitas dalam masakan tradisional Indonesia. Baginya dalam menyajikan penganan nusantara harus berani menggunakan beragam rempah dan bumbu, karena di sanalah letak kunci kelezatan dan keunikanannya.
"Harus berani bumbu karena, kuliner Indonesia semuanya kaya bumbu," ujar juru masak BungaRampai tersebut.
Kuliner khas provinsi Sulawesi dan Nusa Tenggara identik menggunakan rempah seperti jinten, cengkeh, kayu manis, kapulaga yang mengeluarkan aroma khas pada setiap masakan khasnya.
Adapun untuk festival Dendang Rasa tahun ini, menu-menu yang disajikan telah melalui proses kurasi yang ketat. Menghadirkan makanan khas dari provinsi Sulawesi dan Nusa Tenggara yang sulit ditemukan di Jakarta, misalnya Papeda dan jajanan pasarnya.
"Kami menyajikan 30 jenis menu dari dua provinsi tersebut, ditambah makanan pembuka dan penutup totalnya bisa sampai 60 menu kurang lebih," paparnya
Bahkan, untuk mempelajari makanan asli Sulawesi dan Nusa Tenggara, Chef Harna sempat terjun langsung ke daerah setempat seperti pasar-pasar di Donggala untuk mengulik resep, serta cara pengolahan sampai penyajian autentiknya.
“Saya sampai ke pelosok-pelosok daerahnya, kita pelajari makanannya mulai dari cita rasa sampai presentasinya, karena ini kan fine dining,” imbuhnya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Keberagaman ini tak hanya menunjukkan luasnya wilayah Indonesia, tetapi juga memperlihatkan bagaimana setiap daerah mampu mengolah rempah dan bahan-bahan lokal menjadi sajian bercita rasa lezat yang memanjakan lidah.
Restoran BungaRampai merupakan perpaduan sempurna antara cita rasa tradisional kuliner Indonesia dan kemewahan pengalaman bersantap yang elegan dan berkelas. Setiap hidangan yang disajikan di restoran ini bukan sekadar makanan, melainkan warisan turun-temurun yang mengangkat kekayaan budaya dan sejarah nusantara.
Baca juga: Menikmati Warisan Budaya Kuliner Nusantara di Tempayan Indonesian Bistro
Suasana restoran yang mewah dengan konsep fine dining makin memperkaya pengalaman bersantap, menjadikannya destinasi istimewa para pecinta kuliner autentik lokal. Restoran ini bahkan pernah memenangkan penghargaan Adikarya Wisata dari pemerintah dalam kategori The Best Resto Indonesia Formal Dining pada 2019 lalu.
“Keberanekaan kuliner Nusantara tidak akan pernah habis untuk digali karena cita rasanya yang kaya, dan khas, serta padat filosofi," kata Mulia Jayaputri, pemilik restoran Bungarampai.
Menyajikan masakan Indonesia dengan kualitas terbaik sudah menjadi visi BungaRampai sejak restoran ini didirikan, tepatnya pada 18 tahun lalu. Hal tersebut dilakukan untuk memperkenalkan dan melestarikan aneka makanan khas dari berbagai provinsi di Indonesia.
“Hanya dengan kualitas terbaik dalam penyajian dan rasa yang premium, kita bisa ikut meningkatkan dan memperkenalkan citra masakan Nusantara ke mancanegara, karena masakan Indonesia memiliki kehebatan cita rasa yang bersejajar dan setara dengan makanan dari negara-negara lain,” imbuh Mulia.
Sebagai upaya untuk melestarikan kekayaan kuliner nusantara, BungaRampai kerap menyelenggarakan festival makanan. Sejak awal berdirinya restoran, festival makanan ini selalu digelar, namun baru diumumkan secara luas sejak dua tahun belakangan lewat festival Dendang Rasa.
"Sejak awal kita ada festival makanan seperti Pekan Sumatera selatan dan Pekan Madura untuk memperkenalkan kuliner khas daerah setempat, lalu dua tahun terakhir ini kita buat Dendang Rasa," ujar Mulia.
Festival Dendang Rasa yang dihelat pada Desember 2024 memperkenalkan kuliner dari tiga bagian wilayah Indonesia. Tahun ini mengusung tema Dendang Rasa Sulawesi & Nusa Tenggara yang menyajikan masakan khas wilayah Indonesia tengah setelah tahun lalu sukses dengan sajian dari Indonesia Barat.
Penganan yang disajikan mulai dari makanan pembuka, sajian utama, hingga makanan penutup. Kuliner khas daerah provinsi Sulawesi dan Nusa Tenggara tersebut nantinya akan mewarnai daftar menu restoran BungaRampai.

Kuliner khas Sulawesi (Sumber Foto: Tim Muara Bagdja)
Kuliner Sulawesi misalnya Rica Rodo, Ulu Juku (kepala ikan), Kakap Woku, Ayam Bakar Binomaru, Uta Dada Ayam, sampai hidangan penutup seperti Cucur Bayao. Sementara dari Nusa Tenggara ada Brenebo Seo Sapi, Nasi Bakar Sei Sapi, Papeda Ikan, sampai hidangan penutup seperti Es Sarang Burung.
"Contohnya seperti Coto Makasar dari Sulawesi Selatan yang kami sajikan di antara menu lainnya, soto ini memiliki karakter rumit sekaligus sedap karena menggunakan hingga 40 jenis rempah dan menjadikannya sebagai salah satu hidangan favorit sejak abad 16 di kerajaan Gowa”, terang Mulia.
Sajian makanan khas Sulawesi dan Nusa Tenggara tersebut disajikan dalam bentuk buffet, di mana tamu undangan bisa mencicipi semuanya. Festival makanan ini tak hanya bertujuan merayakan kelezatan menu Nusantara, tetapi juga menyambut momen Hari Ibu, Natal, dan Tahun Baru 2025
"Hidangan paling favorit yang disajikan di festival Dendang Rasa nantinya akan masuk ke daftar menu BungaRampai secara permanen," paparnya.

Kuliner khas Nusa Tenggara (Sumber Foto: Tim Muara Bagdja)
Selain menyajikan makanan dan minuman, dipersembahkan pula tarian dan musik dari Sulawesi dan Nusa Tenggara yang akan memanjakan mata dan telinga tetamu. Kedepannya tak menutup kemungkinan, Festival Dendang Rasa 2025 akan menyajikan kuliner khas wilayah Indonesia Timur dengan menargetkan wilayah Kalimantan.
"Kemarin ada usulan dari teman-teman, kenapa enggak menghidangkan kuliner khas Kalimantan karena sedang ada momentum perpindahan ibu kota Indonesia ke IKN di Kalimantan, tapi kami menilai popularitas IKN justru baru dimulai tahun depan," kata Mulia.
Tahun lalu, mereka menggelar Dendang Rasa Sumatra & Jawa dari wilayah Indonesia Barat. Disajikan kelezatan makanan khas Sumatra seperti sup ikan patin, sate lidah, rendang, hingga pempek, sementara makanan khas Jawa mulai dari gurihnya Soto Gandul hingga legitnya jajanan pasar Jawa.
Adapun BungaRampai sendiri sudah membuktikan kemasyhuran masakan Indonesia di penjuru dunia karena selama enam tahun berturut-turut restoran ini ikut ambil bagian dalam menyajikan beraneka ragam masakan Indonesia dalam World Economic Forum di Davos, Swiss serta untuk International Moneter Fund dan World Bank di Amerka Serikat selama dua tahun berturut turut.
"Di Davos, pertama kali kita diminta menyajikan 500 pax, lalu tahun kedua naik 800 pax, tahun ketiga 1.000 pax, tahun-tahun selanjutnya 1.200-1.500 pax, artinya orang-orang di seluruh dunia sangat tertarik dengan makanan Indonesia," ujar Mulia.
Animo masyarakat yang besar untuk mencicipi beragam sajian masakan Indonesia dibuktikan dengan banyaknya tamu yang hadir dari tahun ke tahun. Mereka juga memberikan banyak pujian atas kelezatan cita rasanya yang autentik.
Kiat Mempertahankan Autentisitas Rasa Kuliner Nusantara
Restoran BungaRampai selalu menjaga tradisinya untuk menyajikan masakan terbaik dengan mengikuti resep asli turun-temurun. Diolah oleh ahli masak yang cakap dan mumpuni sehingga mampu mengajak penikmat kuliner yang kenal dengan makanan Indonesia untuk bernostalgia akan kelezatannya. Selain itu juga untuk memperkenalkan cita rasa baru bagi pencinta kuliner yang baru pertama kali mencicipinya.Chef Harna Riyanto memaparkan apa makna autentisitas dalam masakan tradisional Indonesia. Baginya dalam menyajikan penganan nusantara harus berani menggunakan beragam rempah dan bumbu, karena di sanalah letak kunci kelezatan dan keunikanannya.
"Harus berani bumbu karena, kuliner Indonesia semuanya kaya bumbu," ujar juru masak BungaRampai tersebut.
Kuliner khas provinsi Sulawesi dan Nusa Tenggara identik menggunakan rempah seperti jinten, cengkeh, kayu manis, kapulaga yang mengeluarkan aroma khas pada setiap masakan khasnya.
Adapun untuk festival Dendang Rasa tahun ini, menu-menu yang disajikan telah melalui proses kurasi yang ketat. Menghadirkan makanan khas dari provinsi Sulawesi dan Nusa Tenggara yang sulit ditemukan di Jakarta, misalnya Papeda dan jajanan pasarnya.
"Kami menyajikan 30 jenis menu dari dua provinsi tersebut, ditambah makanan pembuka dan penutup totalnya bisa sampai 60 menu kurang lebih," paparnya
Bahkan, untuk mempelajari makanan asli Sulawesi dan Nusa Tenggara, Chef Harna sempat terjun langsung ke daerah setempat seperti pasar-pasar di Donggala untuk mengulik resep, serta cara pengolahan sampai penyajian autentiknya.
“Saya sampai ke pelosok-pelosok daerahnya, kita pelajari makanannya mulai dari cita rasa sampai presentasinya, karena ini kan fine dining,” imbuhnya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.
KUMPULAN ARTIKEL LAINNYA
Menikmati House of Tugu, Destinasi Kuliner Berbalut Sejarah di Kota Tua Jakarta
26 Maret 2026
Rekomendasi Kuliner Khas di Jawa Tengah yang Wajib Dicoba Saat Mudik
17 Maret 2026
The Good Bagel: Kafe Bagel Artisan di Gading Serpong yang Viral
16 Maret 2026
Menikmati Kuliner Indonesia dalam Balutan Modern di Menteng
13 Maret 2026