Salah satu scene di film Na Willa (sumber : Imdb)

Na Willa, Drama Keluarga Lembut dengan Sentuhan Musikal dan Imajinasi Anak

20 March 2026   |   08:30 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Setelah sukses dengan film animasi Jumbo, Ryan Adriandhy melakukan debut penyutradaraan film live-action melalui Na Willa, sebuah drama keluarga musikal produksi Visinema Studios. Film yang diproduseri oleh Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari ini telah tayang di bioskop Indonesia pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan musim Lebaran.

Diadaptasi dari novel karya Reda Gaudiamo
yang terbit pada 2012, film ini tetap mempertahankan kekuatan utama bukunya dengan sudut pandang anak, permainan bahasa, serta penggambaran keluarga multikultural yang hangat.

Baca juga: Sinopsis 6 Film Lebaran 2026 yang Tayang Mulai Hari Ini

Cerita berlatar sebuah gang di pinggiran Surabaya pada dekade 1960-an. Kisah berpusat pada Na Willa (Luisa Adreena), seorang anak perempuan berusia enam tahun yang tumbuh dalam keluarga dengan latar budaya berbeda, ibunya berasal dari NTT sedangkan ayahnya keturunan China.

Melalui sudut pandang polos dan rasa ingin tahu yang besar, penonton diajak menyaksikan dinamika keluarga, interaksi dengan tetangga, serta perubahan sosial yang terjadi di sekitarnya.

Pendekatan naratifnya bersifat observasional dan minimalis. Film dibangun dari potongan-potongan momen keseharian yang diterjemahkan melalui imajinasi anak, sehingga narasinya bergerak pelan mengikuti ritme berpikir anak.

Elemen musikal hadir sebagai bahasa emosi Na Willa yang muncul dari imajinasinya, memperkuat perspektif anak sekaligus menjaga keintiman cerita.

Dari sisi visual, tata artistik menghadirkan nuansa nostalgia melalui palet warna lembut dan detail ruang domestik yang menyerupai ilustrasi buku cerita. Rekonstruksi Surabaya tahun 1960-an dibangun dengan pendekatan hangat dan personal.

Penampilan Luisa Adreena tampil menonjol dengan akting yang natural dan spontan. Interaksinya dengan karakter orang tua yang diperankan Irma Rihi dan Junior Liem menghadirkan potret keluarga yang hangat sekaligus realistis, memperkuat tema tentang keberagaman dan penerimaan.

Sebagai tontonan keluarga, Na Willa menawarkan pendekatan yang ramah anak tanpa terasa menggurui. Isu identitas, keberagaman budaya, dan proses tumbuh disampaikan melalui metafora sederhana yang dapat dinikmati lintas usia.

Pilihan gaya yang tenang menjadi kekuatan sekaligus tantangan. Bagi penonton yang mengharapkan konflik besar, film ini mungkin terasa lambat. Namun bagi yang menikmati film observasional, Na Willa memberikan kedalaman emosional yang konsisten dengan struktur narasi yang minimalis tetapi sarat akan makna.

Secara keseluruhan, Na Willa tampil sebagai drama keluarga yang intim dan puitis, menandai transisi Ryan Adriandhy dari animasi ke live-action dengan pendekatan yang tetap berfokus pada perspektif anak dan kehangatan cerita.
 
 

SEBELUMNYA

Sinopsis 6 Film Lebaran 2026 yang Tayang Mulai Hari Ini

BERIKUTNYA

Teaser Spider-Man: Brand New Day, Babak Baru Peter Parker di MCU

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga