Tips Merawat Kendaraan Saat Ditinggal Mudik Lebaran agar Tetap Aman
15 March 2026 |
14:21 WIB
Menjelang mudik Lebaran 2026, banyak masyarakat memilih menggunakan transportasi umum atau mengikuti program mudik gratis dan meninggalkan kendaraan pribadi di rumah dalam waktu cukup lama. Padahal tanpa persiapan yang tepat, kendaraan yang lama tidak digunakan berisiko mengalami berbagai masalah.
Agar kendaraan tetap aman dan siap digunakan setelah mudik, ada beberapa langkah perawatan sederhana yang bisa dilakukan sebelum meninggalkannya:
Baca juga: Panduan Memilih Helm untuk Mudik Lebaran 2026: Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Tangki yang kosong atau hanya terisi sebagian menyisakan ruang udara di dalamnya. Perubahan suhu dapat memicu kondensasi pada ruang tersebut, sehingga menimbulkan titik-titik air yang berpotensi menyebabkan karat di dalam tangki dan mengganggu kinerja mesin saat kendaraan kembali digunakan.
Namun jika kendaraan akan ditinggalkan lebih dari satu minggu, sebaiknya lepaskan kabel terminal negatif aki untuk mencegah kebocoran arus listrik yang dapat membuat aki tekor.
Setelah proses pencucian selesai, pastikan seluruh permukaan kendaraan sudah benar-benar kering. Hal ini penting agar tidak muncul bercak air atau water spot pada cat dan kaca yang bisa merusak tampilan kendaraan jika dibiarkan terlalu lama.
Sementara pada mobil, tekanan angin ban bisa ditambah sedikit dari rekomendasi pabrikan. Menurut keterangan resmi Toyota, tekanan dapat dinaikkan sekitar 5 psi untuk mencegah ban kempes selama kendaraan tidak digunakan.
Untuk menghindari hal tersebut, pastikan semua celah seperti jendela, pintu, dan bagian bawah kendaraan tertutup rapat. Penggunaan pengusir hewan juga bisa membantu, namun harus digunakan dengan hati-hati karena sebagian produk bersifat beracun.
Simpan dokumen penting seperti STNK di tempat aman agar tidak memudahkan pelaku menjual kendaraan jika terjadi pencurian. Jika memungkinkan, mintalah tetangga atau kerabat yang tidak mudik untuk sesekali memantau kendaraan.
Langkah tambahan seperti menyemprotkan cairan antikarat pada komponen dinamo juga dapat membantu mencegah korosi jika kendaraan disimpan di tempat yang lembap.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Agar kendaraan tetap aman dan siap digunakan setelah mudik, ada beberapa langkah perawatan sederhana yang bisa dilakukan sebelum meninggalkannya:
Baca juga: Panduan Memilih Helm untuk Mudik Lebaran 2026: Ini Kelebihan dan Kekurangannya
1. Isi Tangki Bahan Bakar Penuh
Banyak pemilik kendaraan memilih mengosongkan tangki bahan bakar sebelum meninggalkan kendaraan dalam waktu lama. Padahal, langkah ini justru tidak dianjurkan oleh sejumlah pakar otomotif yang menyarankan agar tangki diisi penuh sebelum kendaraan ditinggal.Tangki yang kosong atau hanya terisi sebagian menyisakan ruang udara di dalamnya. Perubahan suhu dapat memicu kondensasi pada ruang tersebut, sehingga menimbulkan titik-titik air yang berpotensi menyebabkan karat di dalam tangki dan mengganggu kinerja mesin saat kendaraan kembali digunakan.
2. Perhatikan Kondisi Aki
Aki menjadi komponen yang paling sering bermasalah ketika kendaraan lama tidak digunakan. Jika kendaraan ditinggalkan kurang dari satu minggu, cukup jalankan mesin sekitar 20–30 menit sebelum ditinggal dan pastikan seluruh perangkat listrik sudah dimatikan.Namun jika kendaraan akan ditinggalkan lebih dari satu minggu, sebaiknya lepaskan kabel terminal negatif aki untuk mencegah kebocoran arus listrik yang dapat membuat aki tekor.
3. Bersihkan Kendaraan Sebelum Disimpan
Membersihkan kendaraan sebelum ditinggalkan juga penting untuk mencegah korosi. Motor atau mobil sebaiknya dicuci dari bagian atas hingga kolong untuk memastikan tidak ada lumpur, debu, atau air hujan yang menempel pada komponen logam.Setelah proses pencucian selesai, pastikan seluruh permukaan kendaraan sudah benar-benar kering. Hal ini penting agar tidak muncul bercak air atau water spot pada cat dan kaca yang bisa merusak tampilan kendaraan jika dibiarkan terlalu lama.
4. Perhatikan Ban dan Posisi Parkir
Untuk sepeda motor, gunakan standar tengah saat parkir dalam waktu lama. Posisi ini membantu menjaga keseimbangan suspensi sekaligus mencegah ban berubah bentuk karena terlalu lama menahan beban pada satu titik.Sementara pada mobil, tekanan angin ban bisa ditambah sedikit dari rekomendasi pabrikan. Menurut keterangan resmi Toyota, tekanan dapat dinaikkan sekitar 5 psi untuk mencegah ban kempes selama kendaraan tidak digunakan.
5. Waspadai Hewan Liar
Kendaraan yang diparkir lama juga rentan menjadi tempat berlindung hewan seperti tikus atau serangga. Tikus bahkan dapat merusak kabel kendaraan dengan cara menggigitnya.Untuk menghindari hal tersebut, pastikan semua celah seperti jendela, pintu, dan bagian bawah kendaraan tertutup rapat. Penggunaan pengusir hewan juga bisa membantu, namun harus digunakan dengan hati-hati karena sebagian produk bersifat beracun.
6. Gunakan Pengaman Tambahan
Selain perawatan teknis, aspek keamanan juga tak kalah penting. Pemilik kendaraan disarankan menggunakan pengaman tambahan seperti kunci cakram, rantai baja, atau alarm kendaraan.Simpan dokumen penting seperti STNK di tempat aman agar tidak memudahkan pelaku menjual kendaraan jika terjadi pencurian. Jika memungkinkan, mintalah tetangga atau kerabat yang tidak mudik untuk sesekali memantau kendaraan.
7. Perawatan Kendaraan Listrik
Untuk kendaraan listrik, perawatannya pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan kendaraan konvensional. Salah satu mekanik senior TICS EV Garage yang dikutip berbagai media menyarankan agar baterai diisi penuh sebelum ditinggal serta mematikan MCB pada motor listrik.Langkah tambahan seperti menyemprotkan cairan antikarat pada komponen dinamo juga dapat membantu mencegah korosi jika kendaraan disimpan di tempat yang lembap.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.