Republik Dominika Hajar Israel 10-1 di WBC 2026, Grand Slam Tatis Jr. Antar ke Perempat Final
10 March 2026 |
20:09 WIB
Republik Dominika tampil perkasa saat mengalahkan Israel 10-1 pada lanjutan World Baseball Classic (WBC) 2026 di loanDepot Park, Miami, Senin malam, 9 Maret 2026. Hasil ini memastikan langkah mereka ke perempat final sekaligus mempertahankan rekor sempurna di Pool D.
Dengan skuad bertabur bintang Major League Baseball (MLB), Dominika langsung mengendalikan pertandingan sejak awal. Dominasi tersebut membuat Israel tak mampu memberikan perlawanan berarti.
Baca juga: Ini Daftar 41 Pemain Timnas Indonesia Pilihan John Herdman untuk FIFA Series 2026
Sorotan utama datang dari Fernando Tatis Jr. Bintang San Diego Padres tersebut mencatatkan grand slam pertama dalam sejarah tim nasional Republik Dominika di ajang WBC.
Berdasarkan laporan MLB.com dan Fox Sports, Tatis juga menorehkan enam RBI dalam satu pertandingan. Catatan tersebut menjadi rekor baru bagi pemain Dominika di turnamen ini.
Momen penting itu terjadi pada inning kedua. Tatis menghantam changeup 78,5 mph milik pitcher Israel Ryan Prager. Bola hasil pukulannya meluncur jauh melewati bullpen Israel dan mendarat di kursi penonton left-field.
Tatis bahkan sempat berdiri sejenak di home plate untuk mengamati arah bola. Ia kemudian melempar bat dengan penuh gaya sebelum berlari mengelilingi base.
Dominasi Dominika tidak berhenti di situ. Dua inning kemudian, Oneil Cruz menambah keunggulan lewat home run keras ke center field.
Bola itu disebut melaju dengan kecepatan 115,8 mph. Catatan itu menjadi pukulan terkeras kedua sejak sistem pelacakan resmi diperkenalkan di WBC 2023.
Menariknya, rekor pukulan terkeras di turnamen ini juga dipegang oleh Cruz. Ia sebelumnya mencatatkan pukulan 116,8 mph saat menghadapi Nicaragua beberapa hari sebelumnya.
Tambahan homer tersebut membuat Dominika kini telah mencetak sembilan home run sepanjang WBC 2026. Jumlah itu menyamai rekor tim yang sebelumnya dibuat pada edisi 2006 dan 2017.
Secara historis, rekor home run terbanyak dalam satu turnamen WBC masih dipegang Meksiko. Mereka mencatatkan 14 homer pada edisi 2009.
Sementara itu, Kuba pada 2009 menjadi satu-satunya tim yang pernah mencetak lebih dari sembilan homer hanya dalam tiga pertandingan pertama. Saat itu mereka membukukan total 11 homer.
Tatis kembali menambah kontribusi pada inning ketujuh. Ia memukul single dua RBI yang membuat total kontribusinya mencapai enam RBI dalam laga ini.
Catatan tersebut melampaui rekor pemain Dominika sebelumnya di WBC. Angka itu juga menyamai enam RBI milik Adrián González untuk Meksiko pada edisi 2009.
Rekor RBI terbanyak dalam satu pertandingan WBC masih dipegang legenda MLB Ken Griffey Jr. Ia mencetak tujuh RBI untuk Amerika Serikat pada turnamen perdana tahun 2006.
Manajer Republik Dominika Albert Pujols menilai kekuatan timnya tidak hanya bertumpu pada satu pemain. Menurutnya, banyak bintang di lineup Dominika yang bisa menjadi penentu kemenangan.
Di sektor pitching, starter Brayan Bello juga tampil solid. Ia membatasi Israel hanya satu hit selama lima inning. Satu-satunya pukulan Israel datang dari solo homer Spencer Horwitz. Selain itu, Bello juga mencatatkan tujuh strikeout sepanjang penampilannya.
Penampilan dominan Bello memberi fondasi kuat bagi Dominika untuk mengontrol pertandingan. Israel sendiri menutup fase grup dengan rekor 1-2 dan harus tersingkir dari Pool D.
Hasil pertandingan ini juga memastikan Venezuela ikut melaju ke perempat final dari pool yang sama. Kedua tim akan bertemu pada Rabu malam untuk menentukan posisi juara grup.
Pemenang laga tersebut akan menghadapi Korea Selatan di babak berikutnya. Sementara tim yang kalah kemungkinan berhadapan dengan juara bertahan Jepang yang diperkuat Shohei Ohtani.
Republik Dominika kini mencatat rekor sempurna 3-0 di Pool D. Mereka akan menutup fase grup melawan Venezuela dalam laga yang diprediksi menjadi duel paling menarik di pool tersebut.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Dengan skuad bertabur bintang Major League Baseball (MLB), Dominika langsung mengendalikan pertandingan sejak awal. Dominasi tersebut membuat Israel tak mampu memberikan perlawanan berarti.
Baca juga: Ini Daftar 41 Pemain Timnas Indonesia Pilihan John Herdman untuk FIFA Series 2026
Sorotan utama datang dari Fernando Tatis Jr. Bintang San Diego Padres tersebut mencatatkan grand slam pertama dalam sejarah tim nasional Republik Dominika di ajang WBC.
Berdasarkan laporan MLB.com dan Fox Sports, Tatis juga menorehkan enam RBI dalam satu pertandingan. Catatan tersebut menjadi rekor baru bagi pemain Dominika di turnamen ini.
Momen penting itu terjadi pada inning kedua. Tatis menghantam changeup 78,5 mph milik pitcher Israel Ryan Prager. Bola hasil pukulannya meluncur jauh melewati bullpen Israel dan mendarat di kursi penonton left-field.
Tatis bahkan sempat berdiri sejenak di home plate untuk mengamati arah bola. Ia kemudian melempar bat dengan penuh gaya sebelum berlari mengelilingi base.
Dominasi Dominika tidak berhenti di situ. Dua inning kemudian, Oneil Cruz menambah keunggulan lewat home run keras ke center field.
Bola itu disebut melaju dengan kecepatan 115,8 mph. Catatan itu menjadi pukulan terkeras kedua sejak sistem pelacakan resmi diperkenalkan di WBC 2023.
Menariknya, rekor pukulan terkeras di turnamen ini juga dipegang oleh Cruz. Ia sebelumnya mencatatkan pukulan 116,8 mph saat menghadapi Nicaragua beberapa hari sebelumnya.
Tambahan homer tersebut membuat Dominika kini telah mencetak sembilan home run sepanjang WBC 2026. Jumlah itu menyamai rekor tim yang sebelumnya dibuat pada edisi 2006 dan 2017.
Secara historis, rekor home run terbanyak dalam satu turnamen WBC masih dipegang Meksiko. Mereka mencatatkan 14 homer pada edisi 2009.
Sementara itu, Kuba pada 2009 menjadi satu-satunya tim yang pernah mencetak lebih dari sembilan homer hanya dalam tiga pertandingan pertama. Saat itu mereka membukukan total 11 homer.
Tatis kembali menambah kontribusi pada inning ketujuh. Ia memukul single dua RBI yang membuat total kontribusinya mencapai enam RBI dalam laga ini.
Catatan tersebut melampaui rekor pemain Dominika sebelumnya di WBC. Angka itu juga menyamai enam RBI milik Adrián González untuk Meksiko pada edisi 2009.
Rekor RBI terbanyak dalam satu pertandingan WBC masih dipegang legenda MLB Ken Griffey Jr. Ia mencetak tujuh RBI untuk Amerika Serikat pada turnamen perdana tahun 2006.
Manajer Republik Dominika Albert Pujols menilai kekuatan timnya tidak hanya bertumpu pada satu pemain. Menurutnya, banyak bintang di lineup Dominika yang bisa menjadi penentu kemenangan.
Di sektor pitching, starter Brayan Bello juga tampil solid. Ia membatasi Israel hanya satu hit selama lima inning. Satu-satunya pukulan Israel datang dari solo homer Spencer Horwitz. Selain itu, Bello juga mencatatkan tujuh strikeout sepanjang penampilannya.
Penampilan dominan Bello memberi fondasi kuat bagi Dominika untuk mengontrol pertandingan. Israel sendiri menutup fase grup dengan rekor 1-2 dan harus tersingkir dari Pool D.
Hasil pertandingan ini juga memastikan Venezuela ikut melaju ke perempat final dari pool yang sama. Kedua tim akan bertemu pada Rabu malam untuk menentukan posisi juara grup.
Pemenang laga tersebut akan menghadapi Korea Selatan di babak berikutnya. Sementara tim yang kalah kemungkinan berhadapan dengan juara bertahan Jepang yang diperkuat Shohei Ohtani.
Republik Dominika kini mencatat rekor sempurna 3-0 di Pool D. Mereka akan menutup fase grup melawan Venezuela dalam laga yang diprediksi menjadi duel paling menarik di pool tersebut.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.