Nitrous Oxide Jadi Sorotan, Ini Fakta Medis dan Penggunaannya
26 January 2026 |
18:47 WIB
Belakangan, produk pembuat whipped cream berbasis tabung gas kembali ramai diperbincangkan di media sosial Indonesia. Salah satu yang ikut menarik perhatian publik adalah Whip Pink, merek yang dipasarkan untuk industri makanan dan minuman guna menghasilkan krim kocok dan minuman berbuih.
Produk ini berbentuk tabung gas kecil dengan kemasan berwarna merah muda, yang dipasarkan untuk kebutuhan kafe, restoran, hingga pelaku usaha kuliner kreatif. Secara fungsi, tabung tersebut digunakan bersama cream whipper untuk menghasilkan tekstur krim yang lembut dan stabil.
Baca juga: Setop Penyalahgunaan Obat Terlarang! Simak Sejarah Hari Anti Narkotika Internasional
Whip Pink menggunakan nitrous oxide (Nâ‚‚O), gas tidak berwarna dan tidak berbau dengan sedikit aroma manis, yang secara legal digunakan di dapur profesional maupun rumahan sebagai gas pendorong dalam pembuatan whipped cream.
Saat gas dilepaskan ke dalam wadah berisi krim cair, tekanan yang dihasilkan membuat krim kocok keluar dalam bentuk buih lembut.
Selain itu, dalam dunia medis, nitrous oxide telah digunakan selama lebih dari 150 tahun sebagai anestesi inhalasi pada prosedur bedah kecil, kedokteran gigi, dan perawatan analgesik (pereda nyeri). Penggunaannya harus di bawah pengawasan tenaga kesehatan dan dalam dosis tertentu.
Belakangan ini, Whip Pink menjadi topik hangat setelah muncul perbincangan di media sosial yang mengaitkannya dengan tren penggunaan gas nitrous oxide di luar peruntukan semestinya.
Sejumlah oknum menyalahgunakan nitrous oxide untuk mendapatkan sensasi euforia ringan, rileksasi, dan melayang (high) dengan menghirup langsung gasnya tanpa oksigen pendamping.
Hal ini kemudian memicu kekhawatiran para tenaga menid. US Food adn Drug Administrasion (FDA) atau badan pengawas makanan dan obat Amerika Serikat (AS) memperingati ketika gas tersebut dihirup tanpa oksigen tambahan, maka dapat menggantikan oksigen di dalam paru-paru dan darah sehingga kemudian menyebabkan tubuh kekurangan oksigen atau hipoksia.
Risiko yang dilaporkan termasuk pusing, kehilangan keseimbangan, gangguan saraf, kerusakan vitamin B12, bahkan pingsan atau komplikasi serius jika dilakukan berulang kali atau dalam jumlah besar.
"FDA menyarankan konsumen agar tidak menghirup produk Nitrous Oxide karena potensi kejadian merugikan yang serius jika digunakan untuk tujuan rekreasional," tulis FDA dalam peringatannya dalam laporan FDA MedWatch.
Selain itu, efek euforia yang terasa hanya berlangsung singkat, sehingga beberapa orang terdorong untuk mengulanginya berkali-kali dalam waktu dekat, meningkatkan potensi bahaya kesehatan.
Kebiasaan ini bisa menyebabkan efek neurologis berkepanjangan termasuk kerusakan pada sumsum tulang belakang atau otak bahkan setelah penggunaan dihentikan.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Produk ini berbentuk tabung gas kecil dengan kemasan berwarna merah muda, yang dipasarkan untuk kebutuhan kafe, restoran, hingga pelaku usaha kuliner kreatif. Secara fungsi, tabung tersebut digunakan bersama cream whipper untuk menghasilkan tekstur krim yang lembut dan stabil.
Baca juga: Setop Penyalahgunaan Obat Terlarang! Simak Sejarah Hari Anti Narkotika Internasional
Whip Pink menggunakan nitrous oxide (Nâ‚‚O), gas tidak berwarna dan tidak berbau dengan sedikit aroma manis, yang secara legal digunakan di dapur profesional maupun rumahan sebagai gas pendorong dalam pembuatan whipped cream.
Saat gas dilepaskan ke dalam wadah berisi krim cair, tekanan yang dihasilkan membuat krim kocok keluar dalam bentuk buih lembut.
Selain itu, dalam dunia medis, nitrous oxide telah digunakan selama lebih dari 150 tahun sebagai anestesi inhalasi pada prosedur bedah kecil, kedokteran gigi, dan perawatan analgesik (pereda nyeri). Penggunaannya harus di bawah pengawasan tenaga kesehatan dan dalam dosis tertentu.
Belakangan ini, Whip Pink menjadi topik hangat setelah muncul perbincangan di media sosial yang mengaitkannya dengan tren penggunaan gas nitrous oxide di luar peruntukan semestinya.
Sejumlah oknum menyalahgunakan nitrous oxide untuk mendapatkan sensasi euforia ringan, rileksasi, dan melayang (high) dengan menghirup langsung gasnya tanpa oksigen pendamping.
Hal ini kemudian memicu kekhawatiran para tenaga menid. US Food adn Drug Administrasion (FDA) atau badan pengawas makanan dan obat Amerika Serikat (AS) memperingati ketika gas tersebut dihirup tanpa oksigen tambahan, maka dapat menggantikan oksigen di dalam paru-paru dan darah sehingga kemudian menyebabkan tubuh kekurangan oksigen atau hipoksia.
Risiko yang dilaporkan termasuk pusing, kehilangan keseimbangan, gangguan saraf, kerusakan vitamin B12, bahkan pingsan atau komplikasi serius jika dilakukan berulang kali atau dalam jumlah besar.
"FDA menyarankan konsumen agar tidak menghirup produk Nitrous Oxide karena potensi kejadian merugikan yang serius jika digunakan untuk tujuan rekreasional," tulis FDA dalam peringatannya dalam laporan FDA MedWatch.
Selain itu, efek euforia yang terasa hanya berlangsung singkat, sehingga beberapa orang terdorong untuk mengulanginya berkali-kali dalam waktu dekat, meningkatkan potensi bahaya kesehatan.
Kebiasaan ini bisa menyebabkan efek neurologis berkepanjangan termasuk kerusakan pada sumsum tulang belakang atau otak bahkan setelah penggunaan dihentikan.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.