Produk lilin aromaterapi dari Handmade by Dires (Sumber gambar : Instagram/handmadebydires)

Dari Karya Tangan ke Lilin Beraroma, Ketekunan di Balik Handmade by Dires

31 December 2025   |   18:00 WIB
Image
Nursoko Andhika Setiawan Mahasiswa Universitas Bina Nusantara

Di balik aroma lembut dan visual lilin yang estetik, Handmade by Dires hadir sebagai brand lilin aromaterapi lokal yang lahir dari hobi, ketekunan, dan sentuhan personal. Brand ini didirikan oleh Dinar Restiva, perempuan berusia 30 tahun yang akrab disapa Dinar atau Dires.

Nama brand tersebut pun diambil dari panggilannya sendiri, sebagai penanda bahwa setiap produk benar-benar dibuat dengan tangan dan identitas personal sang founder. “Nama Handmade by Dires berangkat dari keinginan saya untuk membuat karya yang benar-benar dibuat oleh tangan saya sendiri, berawal dari hobi, dan memiliki sentuhan personal di dalamnya,” ujar Dinar.

Baca juga: Merawat Tradisi Menulis di Era Digital Lewat Notebook Handmade dari Brand Khuma

Handmade by Dires resmi berdiri pada tahun 2020, di tengah situasi pandemi Covid-19 yang penuh keterbatasan. Membangun brand di masa sulit bukan perkara mudah, namun justru menjadi titik awal perjalanan kreatif yang penuh pembelajaran. Ketertarikan Dinar pada dunia handycraft mendorongnya untuk terus bereksperimen dan menciptakan produk yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai estetika dan emosi.

“Tidak mudah membangun brand di masa pandemi, tapi dari situ saya belajar untuk terus berinovasi dan bertahan. Tahun 2025 ini, memulai perjalanan baru yang lebih fokus pada lilin aromaterapi,” ungkapnya.

Pada awal berdiri, Handmade by Dires tidak langsung memproduksi lilin. Brand ini lebih dulu dikenal melalui produk custom clay berbentuk karakter yang diaplikasikan pada berbagai media seperti aksesori perhiasan, piring, gelas, dan tumbler. Seiring waktu, Dinar mulai bereksperimen dengan lilin aromaterapi yang awalnya dibuat untuk konsumsi pribadi dan lingkaran terdekat. Tak disangka, respon positif mulai berdatangan dan permintaan pelanggan terus meningkat.

“Awalnya lilin ini hanya saya buat untuk diri sendiri dan teman dekat. Tapi ternyata banyak yang suka dengan desain dan aromanya, hingga akhirnya berkembang menjadi bisnis,” jelas Dinar.
 

Keunikan Handmade by Dires terletak pada proses produksi yang sepenuhnya handmade. Setiap lilin dibuat satu per satu, bukan produksi massal. Brand ini dikenal dengan desain artistik seperti lilin berbentuk minuman dan makanan, bloombox candle berbentuk rangkaian bunga, serta hampers untuk berbagai momen spesial. Aroma yang dihadirkan pun dibuat lembut dan menenangkan, cocok untuk menciptakan suasana rumah yang hangat.

“Saya ingin produk lilin ini bukan hanya wangi, tapi juga bisa dinikmati secara visual dan terasa personal bagi pemiliknya,” katanya.

Produk unggulan yang paling merepresentasikan identitas brand adalah bloombox candle serta aromatherapy candle edisi musiman, seperti edisi Natal. Dalam proses produksinya, Handmade by Dires menggunakan soy wax yang ramah lingkungan, fragrance oil premium, cotton wick, serta ornamen dekoratif handmade. Semua bahan dipilih dengan cermat demi keamanan dan kualitas.

“Saya sangat menghindari bahan yang menghasilkan asap hitam atau aroma yang terlalu menyengat. Kenyamanan dan keamanan pengguna adalah prioritas,” tutur Dinar.

Target utama Handmade by Dires adalah perempuan berusia 18–45 tahun, pecinta dekorasi rumah, pembeli hampers, serta kolektor produk handmade bernuansa estetis. Untuk menjangkau mereka, Dinar mengandalkan platform digital seperti Instagram, TikTok, dan Shopee, dengan Instagram sebagai kanal utama branding.

Dalam perjalanannya, tantangan terbesar datang dari menjaga konsistensi produksi handmade, fluktuasi harga bahan baku, serta persaingan brand lilin yang semakin ketat. Namun, Dinar tetap berpegang pada nilai handmade craftsmanship dan quality over quantity.

“Bagi saya, brand ini tumbuh dengan cinta. Ketika pelanggan memberi respon baik, repeat order, atau memesan dari luar kota, itu sudah menjadi pencapaian yang sangat berkesan,” ujarnya.

Ke depan, Dinar memiliki visi besar untuk Handmade by Dires. Ia ingin brand ini dikenal sebagai brand lilin aromaterapi handmade lokal dengan ciri khas kuat, mengembangkan lini produk home living, serta membuka peluang kolaborasi dengan berbagai brand dan komunitas.

Baca juga: Potensi Bisnis Aksesori Handmade, Bisa Tembus Omzet Puluhan Juta Rupiah

SEBELUMNYA

Dampak dari Kecanduan Belanja dalam Kehidupan Sehari-hari

BERIKUTNYA

Merawat Tradisi Menulis di Era Digital Lewat Notebook Handmade dari Brand Khuma

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga