Timothée Chalamet dalam film Marty Supreme (Sumber gambar: A24)

Film A24 Marty Supreme Tancap Gas di Box Office AS

31 December 2025   |   18:07 WIB
Image
Nursoko Andhika Setiawan Mahasiswa Universitas Bina Nusantara

Film olahraga berbalut drama komedi, Marty Supreme, berhasil mencuri perhatian publik dan industri perfilman Amerika Serikat pada musim libur akhir tahun. Di tengah kuatnya dominasi film-film raksasa seperti Avatar: Fire and Ash dan Zootopia 2, film produksi A24 ini justru tampil mengejutkan dengan capaian box office yang sangat menjanjikan.

Dengan pendapatan mencapai US$27 juta dalam empat hari penayangan, Marty Supreme resmi mencatatkan diri sebagai debut terbesar kedua sepanjang sejarah A24.

Baca juga: Film Animasi 5 Centimeters Per Second Bakal Tayang di Bioskop Indonesia Januari 2026

Secara peringkat, Marty Supreme menempati posisi ketiga box office domestik. Dalam akhir pekan biasa, film ini meraup sekitar US$17,4 juta dari 2.600 layar bioskop, sementara total pendapatan domestik setelah masa rilis terbatas mencapai US$28,3 juta. Angka ini hanya kalah dari Civil War karya Alex Garland yang masih memegang rekor debut terbesar A24 dengan US$25 juta dalam tiga hari.

Keberhasilan Marty Supreme tidak datang begitu saja. Melansir Variety, film ini disutradarai oleh Josh Safdie, yang dikenal dengan gaya penyutradaraan intens dan karakter yang kuat. Namun, faktor paling menonjol adalah kehadiran Timothée Chalamet yang memerankan Marty Reisman sebagai pemeran utama.

Dalam film ini, Chalamet memerankan seorang juara tenis meja yang penuh ambisi dan konflik batin. Perannya dinilai sangat meyakinkan dan berhasil membangun kedekatan emosional dengan penonton.

Selain kemampuan akting, Chalamet juga berperan besar dalam strategi promosi film. Ia aktif melakukan berbagai kegiatan pemasaran unik dan berani, hingga dijuluki sebagai “mesin promosi”. Upaya tersebut terbukti efektif dalam menarik minat penonton, khususnya kalangan muda.

Data menunjukkan bahwa sekitar 65 persen penonton film ini berusia 35 tahun ke bawah, sebuah angka yang cukup besar untuk film bergenre drama olahraga dengan rating dewasa (R-rated).

Dari sisi produksi, Marty Supreme merupakan proyek paling mahal yang pernah dikerjakan A24 dengan anggaran sekitar 70 juta dolar AS. Oleh karena itu, daya tahan film di bioskop akan sangat menentukan keberhasilan finansialnya. Kabar baiknya, respons penonton cukup positif.

Film ini meraih nilai B+ dari CinemaScore, jauh lebih baik dibandingkan film Safdie sebelumnya, Uncut Gems, yang hanya memperoleh nilai C+. Ulasan kritikus dan rekomendasi dari mulut ke mulut juga dinilai kuat, membuka peluang film ini bertahan lama di layar lebar.

Pengamat industri film, David A. Gross dari Franchise Entertainment Research, menilai bahwa film olahraga sebenarnya bukan genre dengan pasar besar. Namun, kombinasi cerita yang kuat dan pemeran yang tepat mampu mengangkat potensi film secara signifikan. Ia menyebut Timothée Chalamet sebagai faktor pembeda utama, serupa dengan peran aktor besar dalam film-film seperti Air atau F1: The Movie.

Di sisi lain, persaingan di box office tetap sangat ketat. Avatar: Fire and Ash masih bertahan di puncak dengan pendapatan global mencapai US$760 juta hanya dalam dua pekan. Sementara itu, Zootopia 2 kembali naik ke posisi kedua dan telah mengumpulkan US$1,42 miliar secara global, menjadikannya film Hollywood terlaris tahun ini.

Meski begitu, kehadiran Marty Supreme tetap menjadi sorotan tersendiri. Film ini membuktikan bahwa film orisinal dengan pendekatan segar masih memiliki tempat di tengah gempuran sekuel dan waralaba besar. Keberhasilan ini juga memperkuat reputasi A24 sebagai rumah bagi film-film berani yang mampu bersaing di pasar arus utama.

Film garapan A24 seperti Everything Everywhere All at Once, Hereditary, dan Lady Bird sangat dicintai dan banyak dikenal oleh penggemar film di seluruh dunia. 

Dengan momentum positif di awal penayangan, Marty Supreme kini dipandang sebagai simbol keberhasilan film independen modern yang  berani, personal, tapi tetap memiliki daya tarik komersial yang kuat. Jika tren ini berlanjut, film ini bukan hanya sukses secara angka, tetapi juga akan dikenang sebagai salah satu pencapaian penting A24 dalam sejarah perfilman kontemporer.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Perjalanan Kim Do-gi di Taxi Driver 3 Hampir Selesai

BERIKUTNYA

10 Serial Orisinal Netflix yang Wajib Masuk Watchlist 2026

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga