Debut Album Lana Del Rey Cetak Sejarah Baru di Billboard 200
28 December 2025 |
19:30 WIB
Lebih dari satu dekade setelah dirilis, album debut Born to Die karya Lana Del Rey mencatatkan prestasi luar biasa di tangga musik Amerika Serikat. Melansir Forbes, album ini kini menjadi album debut terlama di Billboard 200 oleh artis solo wanita, mengalahkan album fenomenal karya Adele.
Prestasi ini menunjukkan betapa kuatnya daya tarik yang masih dimiliki karya klasik tersebut meskipun sudah bertahun tahun berada di tengah industri yang terus berubah.
Baca juga: Album KPop Demon Hunters Jadi Soundtrack Netflix Pertama Puncaki Billboard 200
Born to Die pertama kali dirilis pada tahun 2012 dan langsung membuat nama Lana Del Rey melejit di kancah musik internasional. Lagu lagu seperti Video Games dan Summertime Sadness menjadi tanda lahirnya gaya musikal unik Lana yang memadukan elemen pop, baroque, dan nostalgia yang kemudian menginspirasi banyak musisi generasi berikutnya.
Album ini awalnya mencapai posisi terbaiknya di Billboard 200 pada peringkat kedua dan menjadi sorotan kritikus serta pendengar di seluruh dunia.
Selama bertahun tahun, Born to Die terus mempertahankan relevansinya lewat streaming dan pembelian fisik maupun digital, sebuah prestasi yang jarang terjadi di era digital ketika album biasanya cepat masuk dan keluar dari tangga musik.
Berdasarkan perhitungan Billboard yang mempertimbangkan data penjualan dan streaming, Born to Die kini telah menghabiskan 618 minggu di Billboard 200, membuatnya menjadi album yang paling lama bertahan di sejarah oleh artis solo wanita. Catatan tersebut bahkan sukses melampaui rekor Adele yang sebelumnya dipegang oleh albumnya sendiri.
Kisah Born to Die di Billboard 200 bukanlah hal yang tiba tiba. Sebelumnya, album ini juga telah mencapai sejumlah tonggak penting seperti menghabiskan ratusan minggu di tangga musik genre lain seperti Top Rock & Alternative Albums dan Official Albums Chart di Inggris. Album ini bahkan sempat berada lebih dari 550 minggu di beberapa chart Billboard, menjadikannya salah satu karya yang bertahan paling lama dari era musik modern.
Pencapaian seperti ini bukan hanya soal angka semata, tetapi juga memperlihatkan bagaimana karya musik tertentu mampu terus menemukan pendengar baru dari waktu ke waktu. Born to Die berhasil menjangkau generasi yang berbeda sejak debutnya lebih dari satu dekade lalu, dari pendengar awalnya di awal 2010an hingga generasi Gen Z yang terus menemukan album ini lewat platform streaming seperti Spotify dan Apple Music.
Fenomena ini menegaskan bahwa meski belum merilis album penuh baru pada 2025, karya Lana Del Rey tetap relevan dan berpengaruh secara budaya. Single Henry, Come On dan Bluebird menunjukkan eksplorasi musikal yang berkelanjutan, sementara album terbaru bertajuk Stove dijadwalkan rilis awal 2026.
Prestasi Born to Die menjadi album paling lama bertahan di Billboard 200 oleh artis solo wanita tentu bukan kebetulan. Ini merupakan bukti betapa kuatnya pengaruh Lana Del Rey dalam lanskap musik global sekaligus menegaskan bahwa karya berkualitas memiliki umur yang jauh lebih panjang dibanding tren sesaat.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Prestasi ini menunjukkan betapa kuatnya daya tarik yang masih dimiliki karya klasik tersebut meskipun sudah bertahun tahun berada di tengah industri yang terus berubah.
Baca juga: Album KPop Demon Hunters Jadi Soundtrack Netflix Pertama Puncaki Billboard 200
Born to Die pertama kali dirilis pada tahun 2012 dan langsung membuat nama Lana Del Rey melejit di kancah musik internasional. Lagu lagu seperti Video Games dan Summertime Sadness menjadi tanda lahirnya gaya musikal unik Lana yang memadukan elemen pop, baroque, dan nostalgia yang kemudian menginspirasi banyak musisi generasi berikutnya.
Album ini awalnya mencapai posisi terbaiknya di Billboard 200 pada peringkat kedua dan menjadi sorotan kritikus serta pendengar di seluruh dunia.
Selama bertahun tahun, Born to Die terus mempertahankan relevansinya lewat streaming dan pembelian fisik maupun digital, sebuah prestasi yang jarang terjadi di era digital ketika album biasanya cepat masuk dan keluar dari tangga musik.
Berdasarkan perhitungan Billboard yang mempertimbangkan data penjualan dan streaming, Born to Die kini telah menghabiskan 618 minggu di Billboard 200, membuatnya menjadi album yang paling lama bertahan di sejarah oleh artis solo wanita. Catatan tersebut bahkan sukses melampaui rekor Adele yang sebelumnya dipegang oleh albumnya sendiri.
Kisah Born to Die di Billboard 200 bukanlah hal yang tiba tiba. Sebelumnya, album ini juga telah mencapai sejumlah tonggak penting seperti menghabiskan ratusan minggu di tangga musik genre lain seperti Top Rock & Alternative Albums dan Official Albums Chart di Inggris. Album ini bahkan sempat berada lebih dari 550 minggu di beberapa chart Billboard, menjadikannya salah satu karya yang bertahan paling lama dari era musik modern.
Pencapaian seperti ini bukan hanya soal angka semata, tetapi juga memperlihatkan bagaimana karya musik tertentu mampu terus menemukan pendengar baru dari waktu ke waktu. Born to Die berhasil menjangkau generasi yang berbeda sejak debutnya lebih dari satu dekade lalu, dari pendengar awalnya di awal 2010an hingga generasi Gen Z yang terus menemukan album ini lewat platform streaming seperti Spotify dan Apple Music.
Fenomena ini menegaskan bahwa meski belum merilis album penuh baru pada 2025, karya Lana Del Rey tetap relevan dan berpengaruh secara budaya. Single Henry, Come On dan Bluebird menunjukkan eksplorasi musikal yang berkelanjutan, sementara album terbaru bertajuk Stove dijadwalkan rilis awal 2026.
Prestasi Born to Die menjadi album paling lama bertahan di Billboard 200 oleh artis solo wanita tentu bukan kebetulan. Ini merupakan bukti betapa kuatnya pengaruh Lana Del Rey dalam lanskap musik global sekaligus menegaskan bahwa karya berkualitas memiliki umur yang jauh lebih panjang dibanding tren sesaat.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.