Ilustrasi sakit telinga (Sumber gambar : Freepik)

Mengatasi Sakit Telinga di Rumah: Cara Aman dan Mudah dengan Bahan Sederhana

14 December 2025   |   21:00 WIB
Image
Nursoko Andhika Setiawan Mahasiswa Universitas Bina Nusantara

Sakit telinga sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman yang membuat penderitanya sulit beraktivitas atau beristirahat. Meski begitu, tidak semua infeksi telinga disebabkan oleh bakteri, sehingga tidak selalu memerlukan antibiotik. Beberapa tahun terakhir, panduan medis mengenai penanganan infeksi telinga juga berubah. Dokter kini lebih berhati-hati dalam memberikan antibiotik, terutama pada anak-anak, karena sebagian besar infeksi telinga dapat sembuh sendiri seiring waktu.

Dalam situasi tertentu, perawatan rumahan bisa memberikan bantuan signifikan. Obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti ibuprofen dan parasetamol, dapat membantu mengurangi nyeri dan menurunkan demam. Obat-obatan ini aman digunakan dengan atau tanpa antibiotik, selama mengikuti petunjuk dosis pada label. Untuk anak-anak, konsultasikan dosis yang tepat dengan dokter, dan hindari aspirin pada anak di bawah usia 16 tahun.

Baca juga: Bahaya di Balik Earphone, Volume Tinggi Bisa Bikin Telinga Cepat Tua

Selain obat bebas, kompres hangat atau dingin juga bisa menjadi cara sederhana untuk meredakan nyeri. Meletakkan kain hangat atau es yang dibungkus handuk selama beberapa menit di area telinga dapat mengurangi tekanan dan rasa sakit. Jika lebih nyaman menggunakan salah satunya saja, metode tersebut tetap aman digunakan.

Melansir Variety, beberapa orang menggunakan minyak zaitun hangat sebagai alternatif untuk meredakan ketidaknyamanan pada telinga. Meski belum ada bukti ilmiah yang kuat, meneteskan sedikit minyak zaitun yang sudah dipanaskan hingga mencapai suhu tubuh dianggap aman selama gendang telinga dalam kondisi utuh. Namun, metode ini sebaiknya dibicarakan terlebih dahulu dengan dokter, terutama jika digunakan pada anak.

Posisi tidur juga berpengaruh pada rasa sakit. Tidur dengan telinga yang sakit berada di bagian atas, bukan menempel pada bantal, dapat membantu cairan dalam telinga mengalir lebih baik sehingga mengurangi tekanan. Menopang kepala dengan bantal tambahan juga dapat membantu meredakan ketidaknyamanan.

Bahan dapur seperti jahe dan bawang putih sering digunakan karena memiliki sifat antiinflamasi dan antibakteri. Jahe yang sudah diperas atau minyak yang dipanaskan bersama jahe dapat dioleskan pada area luar telinga untuk membantu meredakan nyeri. Bawang putih yang direndam dalam minyak zaitun hangat juga memiliki manfaat serupa, meski efektivitasnya dalam mengatasi infeksi telinga bagian tengah masih terbatas.

Jika sakit telinga disebabkan oleh penumpukan kotoran, larutan hidrogen peroksida dapat membantu melarutkan dan mengeluarkan sumbatan tersebut. Beberapa tetes dibiarkan masuk ke dalam telinga selama beberapa menit, lalu dikeluarkan kembali dan dibilas dengan air bersih. Namun, metode ini tidak membantu jika penyebab nyeri adalah infeksi telinga bagian tengah atau luar.

Untuk anak-anak, mengalihkan perhatian dengan aktivitas yang menyenangkan juga dapat membantu mereka mengurangi fokus pada rasa sakit. Film favorit, permainan, atau cemilan bisa membantu membuat mereka lebih nyaman. Hal ini juga berlaku bagi orang dewasa yang bisa menenangkan diri dengan membaca atau menonton film.

Sakit telinga dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti gigi berlubang, infeksi sinus, penumpukan kotoran telinga, radang amandel, atau kebiasaan menggemeretakkan gigi. Salah satu infeksi yang paling sering terjadi adalah acute otitis media, yaitu infeksi di telinga bagian tengah yang menyebabkan cairan terperangkap di belakang gendang telinga. Kondisi ini biasanya menimbulkan demam, nyeri, dan terkadang gangguan pendengaran sementara.

Pemilihan perawatan rumahan sangat bergantung pada penyebabnya. Jika sakit telinga berasal dari gigi bermasalah, misalnya, nyeri tidak akan hilang sebelum mendapat perawatan dari dokter gigi. Namun, jika disebabkan infeksi telinga, metode rumahan bisa membantu meringankan gejala sambil menunggu tubuh pulih.

Tanda-tanda tertentu, seperti demam tinggi atau nyeri yang tidak membaik dalam beberapa hari, perlu ditangani oleh tenaga medis. Pada anak di bawah usia dua tahun, konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan setiap kali mereka mengalami sakit telinga.
Kini banyak dokter mengikuti panduan baru American Academy of Pediatrics yang menekankan pengelolaan nyeri sebagai langkah utama, bukan langsung memberikan antibiotik. Langkah ini penting untuk mencegah penyalahgunaan antibiotik dan menurunkan risiko resistensi bakteri.

Dengan penanganan yang tepat di rumah, sebagian besar sakit telinga dapat membaik dalam waktu singkat. Meskipun begitu, penting untuk tetap memeriksa penyebabnya dan berkonsultasi dengan dokter jika gejala memburuk atau tidak kunjung membaik.

SEBELUMNYA

Game Terbaru Star Wars Ungkap Petualangan Epik dalam Fate of the Old Republic

BERIKUTNYA

Rekomendasi Wisata Akhir Tahun ke Hanoi Vietnam, Cek Akomodasi sampai Kuliner Lezat

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga