Trailer Perdana Film Street Fighter Rilis, Memperlihatkan Kebangkitan Ryu, Ken, dan Chun-Li di Layar Lebar 2026
14 December 2025 |
13:01 WIB
Film live-action terbaru berjudul “Street Fighter” akhirnya memperlihatkan cuplikan perdana melalui trailer teaser yang tayang untuk pertama kalinya di panggung Game Awards 2025. Momen tersebut langsung menjadi sorotan dunia hiburan. Kemunculan para aktor utama yang memerankan karakter-karakter legendaris membuat suasana panggung semakin meriah, sekaligus menandai kembalinya salah satu seri video game paling ikonik ke layar lebar dengan sentuhan baru yang lebih modern dan sinematis. Bagi para penggemar yang telah mengikuti perjalanan Street Fighter selama puluhan tahun, trailer ini menjadi awal yang menjanjikan.
Melansir Variety, adaptasi ini mengambil latar tahun 1993, sebuah masa ketika dunia Street Fighter digambarkan berada dalam kondisi kelam, tidak stabil, dan dipenuhi konflik antar petarung elite. Film ini mengikuti perjalanan dua sahabat sekaligus rival abadi: Ryu dan Ken Masters. Mereka digambarkan sebagai petarung yang telah lama terpisah, membawa luka dan kisah hidup masing-masing. Ryu yang diperankan Andrew Koji kembali tampil sebagai tokoh pendiam yang berkomitmen pada jalan bela diri, sementara Noah Centineo sebagai Ken memainkan peran petarung flamboyan yang masih berjuang mengendalikan emosinya. Kehadiran Chun-Li yang diperankan Callina Liang menjadi pemicu penyatuan kembali perjalanan kedua tokoh ini. Chun-Li datang bukan sekadar membawa kabar penting, tetapi juga ajakan misterius untuk mengikuti Turnamen World Warrior.
Turnamen tersebut bukanlah turnamen biasa. Pertarungan ini bukan sekadar adu teknik, kekuatan, atau keberanian, melainkan arena yang mempertaruhkan takdir, dendam, dan masa lalu kelam para pesertanya. Film ini berupaya menggali sisi emosional dari karakter-karakter ikoniknya, memperlihatkan bahwa setiap jurus dan pukulan tidak muncul tanpa alasan, tetapi berakar pada trauma, ambisi, dan pencarian jati diri.
Namun di balik gemuruh arena dan aksi yang terlihat megah, Street Fighter versi live-action ini menyimpan lapisan cerita yang lebih gelap. Tersembunyi sebuah konspirasi besar yang bahkan para petarung sendiri tidak menyadarinya. Ancaman ini tidak hanya dapat menghancurkan turnamen, tetapi juga dapat mengguncang dunia. Ryu dan Ken akhirnya harus menghadapi bukan hanya lawan-lawan tangguh di ring, tetapi juga menatap langsung bayangan masa lalu mereka, hal yang selama bertahun-tahun mereka hindari. Pertarungan terbesar mereka, seperti yang digambarkan film ini, justru terjadi di dalam diri mereka sendiri. Jika mereka gagal berdamai dengan masa lalu, maka permainan akan berakhir dalam arti yang sesungguhnya.
Jajaran aktor yang terlibat dalam film ini juga menjadi salah satu alasan tingginya antusiasme penggemar. Cody Rhodes tampil gagah sebagai Guile, Orville Peck memberi nuansa misterius sebagai Vega, dan rapper 50 Cent memberikan kejutan sebagai Balrog. Jason Momoa tampil berbeda dari biasanya dengan memerankan Blanka, sementara Vidyut Jammwal sebagai Dhalsim dan Oliver Richters sebagai Zangief menambah warna dalam daftar petarung. Tak ketinggalan, Hirooki Goto sebagai E. Honda, David Dastmalchian sebagai M. Bison, dan Roman Reigns yang memerankan Akuma dengan aura gelap yang kuat. Karakter-karakter lainnya seperti Cammy, Juli, Dan Hibiki, Don Sauvage, dan Joe juga diperankan oleh aktor berbakat, memperkaya dinamika pertarungan.
Dalan Musson menulis naskah film ini, sementara kursi sutradara diisi oleh Kitao Sakurai. Proyek ini digarap oleh Legendary dan didistribusikan oleh Paramount Pictures dengan Capcom sebagai mitra resmi. Kehadiran Capcom memberi harapan bahwa film ini tidak hanya mengejar aksi spektakuler, tetapi juga tetap mempertahankan roh asli dari game Street Fighter.
Film Street Fighter versi live-action dijadwalkan tayang di bioskop pada 16 Oktober 2026, membawa nostalgia, aksi intens, dan cerita yang lebih matang untuk dinikmati oleh penggemar lama maupun penonton baru.
Melansir Variety, adaptasi ini mengambil latar tahun 1993, sebuah masa ketika dunia Street Fighter digambarkan berada dalam kondisi kelam, tidak stabil, dan dipenuhi konflik antar petarung elite. Film ini mengikuti perjalanan dua sahabat sekaligus rival abadi: Ryu dan Ken Masters. Mereka digambarkan sebagai petarung yang telah lama terpisah, membawa luka dan kisah hidup masing-masing. Ryu yang diperankan Andrew Koji kembali tampil sebagai tokoh pendiam yang berkomitmen pada jalan bela diri, sementara Noah Centineo sebagai Ken memainkan peran petarung flamboyan yang masih berjuang mengendalikan emosinya. Kehadiran Chun-Li yang diperankan Callina Liang menjadi pemicu penyatuan kembali perjalanan kedua tokoh ini. Chun-Li datang bukan sekadar membawa kabar penting, tetapi juga ajakan misterius untuk mengikuti Turnamen World Warrior.
Turnamen tersebut bukanlah turnamen biasa. Pertarungan ini bukan sekadar adu teknik, kekuatan, atau keberanian, melainkan arena yang mempertaruhkan takdir, dendam, dan masa lalu kelam para pesertanya. Film ini berupaya menggali sisi emosional dari karakter-karakter ikoniknya, memperlihatkan bahwa setiap jurus dan pukulan tidak muncul tanpa alasan, tetapi berakar pada trauma, ambisi, dan pencarian jati diri.
Namun di balik gemuruh arena dan aksi yang terlihat megah, Street Fighter versi live-action ini menyimpan lapisan cerita yang lebih gelap. Tersembunyi sebuah konspirasi besar yang bahkan para petarung sendiri tidak menyadarinya. Ancaman ini tidak hanya dapat menghancurkan turnamen, tetapi juga dapat mengguncang dunia. Ryu dan Ken akhirnya harus menghadapi bukan hanya lawan-lawan tangguh di ring, tetapi juga menatap langsung bayangan masa lalu mereka, hal yang selama bertahun-tahun mereka hindari. Pertarungan terbesar mereka, seperti yang digambarkan film ini, justru terjadi di dalam diri mereka sendiri. Jika mereka gagal berdamai dengan masa lalu, maka permainan akan berakhir dalam arti yang sesungguhnya.
Jajaran aktor yang terlibat dalam film ini juga menjadi salah satu alasan tingginya antusiasme penggemar. Cody Rhodes tampil gagah sebagai Guile, Orville Peck memberi nuansa misterius sebagai Vega, dan rapper 50 Cent memberikan kejutan sebagai Balrog. Jason Momoa tampil berbeda dari biasanya dengan memerankan Blanka, sementara Vidyut Jammwal sebagai Dhalsim dan Oliver Richters sebagai Zangief menambah warna dalam daftar petarung. Tak ketinggalan, Hirooki Goto sebagai E. Honda, David Dastmalchian sebagai M. Bison, dan Roman Reigns yang memerankan Akuma dengan aura gelap yang kuat. Karakter-karakter lainnya seperti Cammy, Juli, Dan Hibiki, Don Sauvage, dan Joe juga diperankan oleh aktor berbakat, memperkaya dinamika pertarungan.
Dalan Musson menulis naskah film ini, sementara kursi sutradara diisi oleh Kitao Sakurai. Proyek ini digarap oleh Legendary dan didistribusikan oleh Paramount Pictures dengan Capcom sebagai mitra resmi. Kehadiran Capcom memberi harapan bahwa film ini tidak hanya mengejar aksi spektakuler, tetapi juga tetap mempertahankan roh asli dari game Street Fighter.
Film Street Fighter versi live-action dijadwalkan tayang di bioskop pada 16 Oktober 2026, membawa nostalgia, aksi intens, dan cerita yang lebih matang untuk dinikmati oleh penggemar lama maupun penonton baru.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.