Pendiri Sekar Jawi, Septi Setiani. (Sumber foto: Hypeabis.id/Eusebio Chrysnamurti)

Dari Minuman Rempah ke Kosmetik Herbal, Sekar Jawi Unjuk Diri di SMEXPO 2025

27 November 2025   |   09:00 WIB
Image
Nursoko Andhika Setiawan Mahasiswa Universitas Bina Nusantara

Berawal dari kecintaannya pada budaya Jawa dan warisan rempah Nusantara, Septi Setiani membangun usaha bernama Sekar Jawi. Septi mengenang perjalanan bisnisnya yang dimulai dari industri rumahan sederhana hingga kini berkembang menjadi brand kecantikan dan kesehatan berbasis budaya Jawa yang mampu menarik perhatian pengunjung.

Ajang Small and Medium Enterprises Exhibition (SMEXPO) 2025 yang diselenggarakan oleh PT Pertamina (Persero) pada 25-30 November 2025 bukan hanya sekadar pameran UMKM, tetapi juga menjadi panggung penting untuk menunjukkan potensi pelaku usaha lokal di mata publik.

Baca juga: Raffaella di SMEXPO 2025: Perpaduan Denim–Wastra dalam Ketekunan Euis Widyaningsih

Di sinilah Sekar Jawi tampil sebagai salah satu sorotan utama yang menjadi bukti bahwa perpaduan kearifan lokal dan inovasi modern dapat melahirkan UMKM yang kuat, berkarakter, dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.

“Sekar Jawi itu berasal dari kata sekar dan jawa. Sekar berarti bunga, dan jawa adalah tanah tempat kami lahir. Kami ingin menjadi ikon produk yang mengangkat budaya Jawa dan mengharumkan tanah kelahiran kami,” ungkapnya, saat ditemui di Mall Bintaro Jaya Xchange II, Tangerang Selatan, Selasa (25/11/2025). 

Sekar Jawi memulai perjalanan bisnisnya pada tahun 2015 sebagai home industry dengan satu produk utama, yaitu minuman rempah. Tanpa legalitas usaha pada awalnya, brand ini terus berkembang karena tekad kuat untuk menghadirkan produk yang dapat dikenal secara luas.

“Kami awalnya ingin membuat kosmetik, tapi legalitas paling mudah saat itu berada di kategori minuman rempah. Dari situ kami terus berkembang,” cerita Septi. Hingga akhirnya pada tahun 2020, Sekar Jawi berhasil membangun industri kosmetik sendiri dan memperluas produksi ke lulur, masker, sabun alami, hingga minyak tradisional seperti minyak balur, minyak kayu putih, dan minyak serai.

Kini, Sekar Jawi memiliki tiga divisi utama yaitu diantaranya minuman rempah, kosmetik natural body care, serta obat tradisional. Semua dikembangkan dengan prinsip utama, yaitu mengangkat produk herbal asli Indonesia dan menyelaraskannya dengan kebutuhan pasar modern.
 

Produk Sekar Jawi

Produk Sekar Jawi (Sumber foto: Hypeabis.id/Eusebio Chrysnamurti)


Produk minuman rempah mereka hadir dalam berbagai varian seperti wedang uwuh, ginger latte, dan kunyit latte, disesuaikan untuk berbagai segmen mulai dari Gen Z hingga generasi baby boomer. Sekar Jawi bahkan telah berkolaborasi dengan petani lokal di Nanggulan Kulonprogo dan Pajangan, Yogyakarta, agar bahan baku yang digunakan benar-benar terjamin kualitasnya sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Septi mengakui bahwa keikutsertaan dalam program Pertamina sangat berperan besar dalam pertumbuhan usahanya. Sejak menjadi mitra binaan pada tahun 2018, ia mendapatkan pinjaman modal, pelatihan bisnis, hingga kesempatan mengikuti berbagai pameran besar.

“SMEXPO benar-benar seperti jalan tol untuk UMKM. Selain pembinaan, kami diberi wadah untuk dikenal luas dan didukung dalam hal exposure media. Itu hal yang kadang sulit kami akses sendiri,” ujarnya.

Tak hanya berkembang di pasar domestik, Sekar Jawi juga telah melakukan ekspor ke Malaysia, Singapura, Jepang, dan Italia. Rata-rata omzet per bulan kini mencapai Rp140 juta, dan target lima tahun ke depan adalah memperkuat inovasi kosmetik berbasis rempah sekaligus memiliki kebun herbal edukatif untuk generasi muda.

Dengan dedikasi terhadap budaya, inovasi produk, dan semangat pemberdayaan masyarakat, Sekar Jawi menunjukkan bahwa UMKM tidak hanya bisa bertahan tetapi juga berkembang hingga pasar global.

Sekar Jawi merupakan salah satu mitra binaan Pertamina dan didukung penuh untuk terus berkembang hingga menembus pasar global.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Raffaella di SMEXPO 2025: Perpaduan Denim–Wastra dalam Ketekunan Euis Widyaningsih

BERIKUTNYA

Batik Mierto (Poenja) Tampilkan Wastra Premium Bernuansa Kekinian di SMEXPO 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga