Still photo Film Pelangi di Mars (Sumber gambar: Mahakarya Pictures)

Sutradara Upie Guava Ungkap Rumitnya Teknis Pembuatan Film Pelangi di Mars

25 November 2025   |   17:00 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Setelah mencuri perhatian publik lewat tampilan first look yang menggugah, rumah produksi Mahakarya Pictures akhirnya merilis teaser trailer perdana film Pelangi di Mars. Film bergenre petualangan dan keluarga ini rencananya baru akan dirilis penuh di bioskop pada 2026.

Disutradarai oleh Upie Guava dan diproduseri oleh Dendi Reynando film ini digadang-gadang akan memberikan pengalaman sinematik yang berbeda. Sebab, proses produksi film ini melibatkan banyak teknik, dari live action, animasi 3D, hingga Extended Reality (XR) yang saling terintegrasi.

Sutradara Upi Guava mengatakan proses produksi film ini memang penuh eksperimen. Dia mencoba menggabungkan beberapa teknik dalam pembuatan film agar karya yang bercerita soal fiksi ilmiah ala Indonesia ini bisa terlihat lebih nyata.

Baca juga: Cerita Upie Guava Tentang Pelangi di Mars, Eksperimen Gila Film Fiksi Ilmiah Lokal
 

Still photo Film Pelangi di Mars (Sumber gambar: Mahakarya Pictures)

Still photo Film Pelangi di Mars (Sumber gambar: Mahakarya Pictures)


Tim produksi turut memanfaatkan perangkat lunak seperti Unreal Engine untuk merender visual Planet Mars dalam format tiga dimensi, lalu memproyeksikannya ke layar LED sehingga seolah para aktor dapat berinteraksi langsung dengan latar tersebut.

“Prosesnya sebenarnya mirip seperti membuat gim. Lokasi Mars kami bangun layaknya peta di Fortnite, Roblox, atau GTA. Kami membuat planet Mars secara utuh, lengkap dengan gedung dan ruang-ruang di dalamnya. Visual 3D itulah yang kemudian diproyeksikan ke latar LED,” jelas Upie.

Jadi, kata Upie, saat akan mulai syuting, misalnya kita butuh lokasi gedung A, tim hanya cukup memuat file untuk gedung tersebut, memilih latarnya, lalu ditampilkan di layar LED. Setelah background dipasang, aktor akan mulai proses syuting seperti biasa.

Proses produksi film turut memanfaatkan Motion Capture untuk mempercepat perekaman gerak karakter robot Batik, Kimchi, Yoman, dan Petya (Rusia). Teknologi ini menangkap pergerakan objek atau manusia lalu mengonversinya menjadi data digital yang dapat digunakan dalam animasi 2D maupun 3D. 

Dengan cara ini, pergerakan karakter digital di film terlihat lebih natural dan meyakinkan. Selain itu, cara ini juga bisa mempercepat proses produksi, alih-alih menggambar penuh karakternya dalam animasi.

Upie mengatakan proses kreatif film memang dilakukan penuh tantangan demi bisa membuka banyak kemungkinan baru. Dia menuturkan teknologi hybrid memberi ruang imajinasi yang lebih luas, terutama untuk mewujudkan ide-ide yang ada di kepalanya.

Produser Dendi Reynando mengungkapkan bahwa pengerjaan film ini memiliki pendekatan yang berbeda dibanding produksi pada umumnya. Banyak komponen teknis yang diterapkan, dan masing-masing saling mendukung satu sama lain.

"Jadi, bukan berarti satu adegan sepenuhnya memakai teknik A, lalu ketika beralih ke adegan berikutnya memakai teknik B. Seluruh pendekatan teknis tersebut dipadukan secara menyeluruh," tuturnya.

Dendi menyampaikan bahwa setelah melalui proses selama lima tahun, film yang didukung oleh Perusahaan Film Negara (PFN) tersebut akhirnya segera siap dirilis. Dia menambahkan bahwa tahap penyelesaiannya kini tinggal sekitar 10 persen lagi.
 

Still photo Film Pelangi di Mars (Sumber gambar: Mahakarya Pictures)

Still photo Film Pelangi di Mars (Sumber gambar: Mahakarya Pictures)


Film Pelangi di Mars mengisahkan perjalanan Pelangi, manusia pertama yang lahir di Planet Mars. Dia tumbuh bersama robot-robot cerdas dan menjalankan misi penting mencari mineral istimewa demi menyelamatkan Bumi. Perpaduan drama keluarga, petualangan, elemen sains, serta kekuatan visual akan menjadi dasar utama dari pengalaman sinematik yang ditawarkan film ini.

Teaser trailer Pelangi di Mars telah memperlihatkan suasana Mars, robot-robot yang menemani Pelangi, serta dinamika karakter yang menjadi pusat cerita. Deretan pemeran utama yang akan menghidupkan para karakter mencakup Messi Gusti, Myesha Lin Adeeva, Lutesha, Livy Renata, dan Rio Dewanto. Mereka bermain dalam dunia yang dibangun melalui teknologi hybrid, yang memungkinkan aktor live-action berinteraksi langsung dengan karakter robot animasi.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
 

SEBELUMNYA

Multi Channel Network, Model Kemitraan Baru untuk Dukung Pertumbuhan Kreator

BERIKUTNYA

Tayang 27 November 2025, Cek Sinopsis Agak Laen: Menyala Pantiku!

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga