Perdana Menteri termuda dalam sejarah Prancis, Gabriel Attal. (Sumber foto: X/GabrielAttal)

7 Pemimpin Termuda di Dunia Wajah Baru Kepemimpinan Global

24 November 2025   |   16:00 WIB
Image
Nursoko Andhika Setiawan Mahasiswa Universitas Bina Nusantara

Di berbagai penjuru dunia, muncul gelombang baru pemimpin muda yang membawa energi segar dan pendekatan modern dalam pemerintahan. Mereka tak hanya hadir sebagai simbol regenerasi, tetapi juga sebagai representasi harapan baru bagi masyarakat. 

Yang terpenting adalah visi, keberanian mengambil keputusan, dan kesadaran akan kebutuhan zaman yang terus berubah. Para pemimpin muda ini hadir dengan latar belakang berbeda, mulai dari sektor bisnis, aktivisme, hingga dunia pendidikan, tapi memiliki satu tujuan yang sama yaitu menciptakan perubahan nyata bagi negara masing-masing. 

Baca juga: 5 Pemimpin Perempuan Dunia yang Mengubah Wajah Politik Global

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia menyaksikan munculnya generasi pemimpin muda yang kini memegang posisi penting di pemerintahan. Berikut daftar delapan pemimpin termuda yang tengah memimpin negara mereka di panggung global.


1. Mohammed bin Salman - Perdana Menteri dan Putra Mahkota Arab Saudi

Mohammed bin Salman (MBS) resmi menjadi Putra Mahkota Arab Saudi pada 21 Juni 2017, saat usianya baru menginjak 31 tahun. Kini, ia menjabat sebagai Perdana Menteri sekaligus Putra Mahkota dan menjadi salah satu figur paling berpengaruh di pemerintahan Arab Saudi. 

Sebelum terjun ke dunia politik, MBS bekerja di sektor swasta, terutama dalam bidang keuangan dan bisnis. Ia dikenal sebagai sosok yang mendorong modernisasi Arab Saudi melalui visi besar “Saudi Vision 2030,” yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan negara terhadap minyak dan mengembangkan sektor ekonomi lainnya.


2. Daniel Noboa - Presiden Ekuador

Dari Timur Tengah, perhatian publik juga tertuju ke Amerika Selatan, khususnya Ekuador. Daniel Noboa, yang kini berusia 36 tahun, terpilih sebagai presiden meski hanya memiliki sedikit pengalaman politik. Sebelumnya, ia hanya pernah menjabat sebagai anggota Majelis Nasional—lembaga yang kemudian dibubarkan pada masa pemerintahan sebelumnya. Noboa merupakan pewaris kekayaan dari bisnis perdagangan pisang keluarganya.

Dalam pidato pelantikannya pada November lalu, ia berkomitmen untuk mengurangi kekerasan dan menjadikan kemajuan sebagai kebiasaan baru bagi rakyat Ekuador.


3. Gabriel Attal - Perdana Menteri Prancis

Sementara itu di Eropa, muncul nama Gabriel Attal, yang pada usia 34 tahun diangkat sebagai Perdana Menteri Prancis pada 9 Januari 2024. Ia dinobatkan sebagai perdana menteri termuda sepanjang sejarah negara tersebut. Melansir Reuters, karier politiknya berkembang pesat, dimulai dari peran sebagai juru bicara pemerintah, kemudian menjadi menteri keuangan junior dan menteri pendidikan. Attal dikenal sebagai sosok yang komunikatif, progresif, dan dekat dengan generasi muda Prancis. Namun, dia mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada 16 Juli 2024.


4. Milojko Spajić - Perdana Menteri Montenegro

Masih di wilayah Eropa, Milojko Spajić, 36 tahun, kini menjabat sebagai Perdana Menteri Montenegro. Ia memiliki latar belakang internasional karena pernah bekerja di berbagai bank di Tokyo dan Singapura. Spajić meraih gelar magister ekonomi dari HEC Paris, salah satu kampus bisnis terbaik di Eropa. Sebelum menjadi perdana menteri pada tahun 2023, ia pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan dan Kesejahteraan Sosial Montenegro dari tahun 2020 hingga 2022.


5.  Gabriel Boric - Presiden Chili

Di Amerika Selatan, Gabriel Boric tampil sebagai sosok inspiratif. Ia terpilih sebagai Presiden Chili pada usia 35 tahun dan kini berusia 39 tahun. Boric sudah aktif dalam dunia politik sejak masih mahasiswa. Dalam pidato kemenangannya, ia berjanji untuk menjadi presiden yang peduli pada demokrasi dan kebutuhan rakyat.

Melansir The New York Times, Boric telah mencoba menggeser politik Chili ke arah kiri selama masa kepresidenannya. Meski beberapa kebijakannya, seperti usulan referendum konstitusi progresif, ditolak oleh masyarakat, Boric tetap menjadi simbol perubahan bagi generasi muda Chili.


6. Vjosa Osmani - Presiden Kosovo

Dari kawasan Balkan, hadir Vjosa Osmani, presiden perempuan kedua Kosovo, yang terpilih saat usianya baru 38 tahun.  Ia menekankan pentingnya pemberantasan korupsi dalam kampanyenya. Osmani merupakan sosok yang berpendidikan tinggi dan fasih dalam lima bahasa. Ia meraih gelar magister dan doktor hukum dari Universitas Pittsburgh setelah menyelesaikan studi hukum di Kosovo.


7. Nayib Bukele - Presiden El Salvador

Terakhir, ada Nayib Bukele dari El Salvador. Saat terpilih pada usia 38 tahun, kini ia berusia 44 tahun. Bukele adalah mantan wali kota dan pengusaha yang memenangkan pemilu dengan mudah pada tahun 2019, sekaligus mengakhiri dominasi dua partai besar sebelumnya. Gaya komunikasinya yang aktif di media sosial membuatnya dikenal sebagai salah satu presiden paling “digital” di dunia, bahkan ia sering menggunakan X untuk mengambil keputusan penting.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Fujifilm Luncurkan X-T30 III, Kamera Mirrorless yang Cocok Buat Ngonten

BERIKUTNYA

Raw Milk dan Risiko yang Perlu Diwaspadai

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga