4 Destinasi Wisata Ini Viral Setelah Muncul dalam Film
20 November 2025 |
13:00 WIB
Bepergian ke destinasi indah memang menarik, tetapi ada alasan lain mengapa beberapa tempat tiba-tiba berubah dari hidden gem dan menjadi bucket list wajib. Jawabannya adalah pengaruh film dan serial populer yang kian bergeliat dewasa ini, turut mengangkat sejumlah destinasi wisata menjadi kian populer.
Dampak industri hiburan global bukan hanya menciptakan karakter ikonik dan dialog legendaris, tetapi juga melahirkan fenomena wisata layar kaca. Inilah bukti bagaimana visual sinematik bisa mengubah kota biasa menjadi destinasi impian dunia.
Baca juga: 5 Destinasi di Indonesia yang Cocok Untuk Slow Travel: Dari Ubud sampai Labuan Bajo
Dilansir dari VegOut, berikut destinasi-destinasi yang populer setelah masuk dalam latar film dan serial populer.
1. Pulau Selatan, Selandia Baru – The Lord of the Rings
Sebelum Peter Jackson memperkenalkan visual epik Middle-earth, Pulau Selatan lebih dikenal di kalangan pendaki dan petualang. Namun setelah trilogi The Lord of the Rings tayang, tempat ini menjadi ziarah para fans fantasi.
Pemandangan yang ditampilkan bukanlah manipulasi efek visual semata gunung menjulang dramatis, lembah bergelombang seakan dirancang ilustrator dongeng, hingga gletser megah yang tampak seperti portal ke dunia lain. Tak heran banyak wisatawan datang berharap bertemu hobbit di sela-sela perjalanan.
Ditambah lagi, kuliner lokal seperti salmon, domba, serta Sauvignon Blanc menambah alasan wisatawan untuk kembali—bahkan flat white di sini disebut menyisakan standar rasa baru.
2. West Village, New York – Sex and the City & Rom-Com Hollywood
New York selalu memiliki daya tariknya sendiri, namun West Village mengalami lonjakan popularitas luar biasa setelah muncul dalam berbagai serial dan film rom-com, terutama Sex and the City.
Tiba-tiba wisatawan tidak hanya datang untuk melihat Times Square atau Central Park, mereka mencari brownstone yang mirip kediaman Carrie Bradshaw, kafe mungil untuk minum latte, hingga toko cupcake yang berubah menjadi spot foto wajib. Wisata film membuat kawasan ini bukan hanya latar cerita, tetapi karakter itu sendiri.
3. Islandia – The Secret Life of Walter Mitty
Islandia dulu dikenal kalangan petualang hardcore: pendaki, fotografer, dan pencari ketenangan ekstrem. Namun setelah film The Secret Life of Walter Mitty rilis pada 2013, citra Islandia berubah menjadi destinasi mimpi para penjelajah modern.
Mulai dari pantai pasir hitam, air terjun dramatis, jalanan kosong epik untuk berseluncur skateboard, hingga lanskap seperti planet lain—semua memunculkan demam eksplorasi yang meroket hingga Instagram dipenuhi feed bertema wanderlust aesthetic.
4. Dubrovnik, Kroasia – Game of Thrones
Serial HBO fenomenal Game of Thrones menjadikan Dubrovnik sebagai lokasi syuting King’s Landing—dan hasilnya, wisata kota ini melesat tajam. Sebelumnya Dubrovnik hanyalah kota pesisir mediterania yang cantik namun tidak begitu dikenal wisatawan global.
Kini, tembok ikonik yang dulunya hanya dikagumi wisatawan Eropa berubah menjadi destinasi wajib bagi penggemar serial. Atmosfer abad pertengahan, atap terakota, hingga jalanan marmer memberikan sensasi seolah memasuki dunia fantasi tanpa efek CGI.
Dampak film dan serial bukan hanya terukur dari rating dan pendapatan box office—tetapi dari bagaimana mereka mengubah persepsi, imajinasi, dan minat publik. Bagi destinasi wisata, visual sinema bukan sekadar promosi, tetapi jendela yang membuka rasa penasaran global.
Dampak industri hiburan global bukan hanya menciptakan karakter ikonik dan dialog legendaris, tetapi juga melahirkan fenomena wisata layar kaca. Inilah bukti bagaimana visual sinematik bisa mengubah kota biasa menjadi destinasi impian dunia.
Baca juga: 5 Destinasi di Indonesia yang Cocok Untuk Slow Travel: Dari Ubud sampai Labuan Bajo
Dilansir dari VegOut, berikut destinasi-destinasi yang populer setelah masuk dalam latar film dan serial populer.
1. Pulau Selatan, Selandia Baru – The Lord of the Rings
Sebelum Peter Jackson memperkenalkan visual epik Middle-earth, Pulau Selatan lebih dikenal di kalangan pendaki dan petualang. Namun setelah trilogi The Lord of the Rings tayang, tempat ini menjadi ziarah para fans fantasi.
Pemandangan yang ditampilkan bukanlah manipulasi efek visual semata gunung menjulang dramatis, lembah bergelombang seakan dirancang ilustrator dongeng, hingga gletser megah yang tampak seperti portal ke dunia lain. Tak heran banyak wisatawan datang berharap bertemu hobbit di sela-sela perjalanan.
Ditambah lagi, kuliner lokal seperti salmon, domba, serta Sauvignon Blanc menambah alasan wisatawan untuk kembali—bahkan flat white di sini disebut menyisakan standar rasa baru.
2. West Village, New York – Sex and the City & Rom-Com Hollywood
New York selalu memiliki daya tariknya sendiri, namun West Village mengalami lonjakan popularitas luar biasa setelah muncul dalam berbagai serial dan film rom-com, terutama Sex and the City.
Tiba-tiba wisatawan tidak hanya datang untuk melihat Times Square atau Central Park, mereka mencari brownstone yang mirip kediaman Carrie Bradshaw, kafe mungil untuk minum latte, hingga toko cupcake yang berubah menjadi spot foto wajib. Wisata film membuat kawasan ini bukan hanya latar cerita, tetapi karakter itu sendiri.
3. Islandia – The Secret Life of Walter Mitty
Islandia dulu dikenal kalangan petualang hardcore: pendaki, fotografer, dan pencari ketenangan ekstrem. Namun setelah film The Secret Life of Walter Mitty rilis pada 2013, citra Islandia berubah menjadi destinasi mimpi para penjelajah modern.
Mulai dari pantai pasir hitam, air terjun dramatis, jalanan kosong epik untuk berseluncur skateboard, hingga lanskap seperti planet lain—semua memunculkan demam eksplorasi yang meroket hingga Instagram dipenuhi feed bertema wanderlust aesthetic.
4. Dubrovnik, Kroasia – Game of Thrones
Serial HBO fenomenal Game of Thrones menjadikan Dubrovnik sebagai lokasi syuting King’s Landing—dan hasilnya, wisata kota ini melesat tajam. Sebelumnya Dubrovnik hanyalah kota pesisir mediterania yang cantik namun tidak begitu dikenal wisatawan global.
Kini, tembok ikonik yang dulunya hanya dikagumi wisatawan Eropa berubah menjadi destinasi wajib bagi penggemar serial. Atmosfer abad pertengahan, atap terakota, hingga jalanan marmer memberikan sensasi seolah memasuki dunia fantasi tanpa efek CGI.
Dampak film dan serial bukan hanya terukur dari rating dan pendapatan box office—tetapi dari bagaimana mereka mengubah persepsi, imajinasi, dan minat publik. Bagi destinasi wisata, visual sinema bukan sekadar promosi, tetapi jendela yang membuka rasa penasaran global.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.