Ardit Erwandha Cast Pesugihan Sate Gagak (Sumber Foto: Hypeabis.id/Abdurrachman)

Cerita Para Cast Pesugihan Sate Gagak Dalami Karakter Film Komedi Horor

09 November 2025   |   12:00 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Para pemain film Pesugihan Sate Gagak mengaku menjalani proses yang tidak mudah dalam mendalami karakter mereka. Film yang memadukan elemen komedi dan horor ini memperlihatkan banyak transisi dari adegan-adegan komikal ke nuansa mistis yang serius, sesuatu yang jarang mereka temui di proyek lain.

Bagi Yono Bakrie, yang untuk pertama kalinya dipercaya memerankan tokoh utama bernama Dimas, proses pendalaman karakter terasa sangat intens. Dia mengaku sempat diliputi rasa takut dan keraguan di awal syuting.

“Karena ini kan pertama kalinya jadi pemeran utama, jadi banyak takutnya. Banyak nanya sebelum syuting, setelahnya juga nanya. Setiap scene-nya jadi tantangan memang,” ungkapnya.

Baca juga: Ritual Mistis di Balik Pesugihan Sate Gagak, Horor-Komedi dengan Sentuhan Kritik Sosial
 

Para Cast dan tim produksi film Pesugihan Sate Gagak

Para Cast dan tim produksi film Pesugihan Sate Gagak (Sumber Foto: Hypeabis.id/Abdurrachman)


Sementara itu, Ardit Erwandha menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesarnya adalah menyesuaikan energi dengan pemeran lainnya yang dikenal sangat ekspresif, seperti Yono Bakrie dan Benedictus Siregar alias Beni.

“Saya harus bisa nyamain ekspresi Yono dan Beni, walaupun saya udah ngerasa cukup, tapi karena mereka berdua ini kuat banget di frame, ekspresi saya harus di-up lagi misalnya kalau kaget wajahnya dibuat lebih ekspresif lagi,” katanya.

Menurut Ardit, chemistry di lokaŕsi syuting menjadi faktor penting dalam membangun dinamika cerita. Situasi yang akrab juga membuka ruang bagi para aktor untuk bereksplorasi, sehingga banyak momen spontan yang justru memperkaya adegan.

“Kita ini banyak improvisasi, tapi harus tetap jaga ritme supaya komedinya pas dan tetap nyatu sama nuansa horornya. Kadang tahan ketawa itu susah banget, apalagi kalau bareng Mami Nunung," katanya.

Proses syutingnya, walaupun berlangsung dalam suasana yang penuh canda, tapi semuanya tetap profesional. Beberapa adegan bahkan menuntut para pemain untuk tetap serius di tengah situasi yang sangat lucu. “Kita walaupun ada scene komedi, tapi ada yang delivery-nya enggak boleh ketawa. Karena kalau ketawa, jadinya beda. Dan itu yang paling susah,” kata Ardit.

Benedictus Siregar pun menambahkan, dia merasa nyaman bisa terlibat dalam proyek bersama orang-orang yang sudah dikenal lama. Ini membuatnya mudah membangun kedekatan, baik dengan sesama cast dan tim produksi.

"Saya benar-benar merasakan hal itu. Saya main bareng teman-teman yang sudah lama saya kenal seperti Ardit, Yono, mami Nunung, dan juga sutradara,” ujarnya.

Adapun Pesugihan Sate Gagak merupakan film horor komedi terbaru yang siap tayang di bioskop Indonesia mulai 13 November 2025. Disutradarai oleh Dono Pradana dan Etienne Caesar serta diproduksi oleh Cahaya Pictures.

Film ini dibintangi oleh sejumlah komika ternama seperti Ardit Erwandha, Yono Bakrie, Benidictus Siregar yang berperan sebagai tiga sahabat, yakni Anto, Dimas, dan Indra yang terjebak pesugihan Sate Gagak. Tak ketinggalan, pelawak senior Nunung yang turut menghibur dengan aksinya sebagai calon ibu mertua Anto yang galak dan kocak.

Ceritanya mengisahkan tiga sahabat yakni Anto, Dimas dan Indra yang terjebak dalam situasi ekonomi yang pelik. Anto harus menyediakan mahar besar agar bisa menikahi kekasihnya, Dimas mencoba menyelamatkan usaha ibunya, dan Indra tenggelam dalam utang pinjol.

Karena merasa terdesak, mereka menemukan sebuah buku mantra kuno dan memutuskan untuk melakukan ritual pesugihan lewat sate daging burung gagak yang dijual kepada makhluk halus sebagai cara cepat meraih harta, tahta dan wanita.

Awalnya, segala sesuatunya berjalan lancar utang lunas, kehidupan mereka membaik. Namun kemudian, transaksi dengan makhluk gaib itu menuntut lebih banyak dari yang mereka pikirkan. Tawa berubah menjadi ketakutan luar biasa ketika kekayaan instan yang mereka raih berubah menjadi kutukan yang tak terhindarkan.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Nuanu Hadirkan Kolaborasi Seni dan Alam lewat Pameran ‘Liana Reverie: Vivid Colours’

BERIKUTNYA

Saat Sepak Bola, Kolonialisme, dan Identitas Bertemu di Panggung “Empire”

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga