Emma Stone dalam Film Bugonia (Sumber gambar : IMDb)

Sinopsis Film Bugonia Karya Yorgos Lanthimos, Film Satir Gelap tentang Kemanusiaan dan Kekuasaan

06 November 2025   |   17:04 WIB
Image
Nursoko Andhika Setiawan Mahasiswa Universitas Bina Nusantara

Film selalu menjadi cermin yang mampu memperlihatkan sisi gelap manusia, bahkan sisi yang kadang kita benci untuk mengakuinya. Melalui layar kaca, kita diajak memahami orang-orang yang membuat kita muak sekaligus kagum, dalam karya terbaru sutradara asal Yunani, Yorgos Lanthimos, yang dikenal lewat film-film seperti Poor Things, The Favourite, dan Kinds of Kindness.

Dalam film terbarunya berjudul “Bugonia”, Lanthimos kembali menghadirkan kisah yang satir, penuh filosofi, dan sarat kritik sosial tentang kekuasaan, keserakahan, serta moralitas manusia.

Baca juga: Sinopsis Predator: Badlands Film Baru yang Hadir dengan Teror Ala Predator

Melansir The Hollywood Reporter, Bugonia merupakan remake dari film Korea Selatan berjudul Save the Green Planet! (2003). Film aslinya menggabungkan unsur thriller, fiksi ilmiah, dan drama psikologis dengan cara yang unik. Namun versi Lanthimos mengubahnya menjadi drama hitam yang lebih tajam dan berfokus pada perang ideologi antara manusia yang merasa “beradab” dan mereka yang dianggap “gila”.

Cerita Bugonia berpusat pada Michelle Fuller (Emma Stone), seorang CEO perusahaan farmasi besar bernama Auxolith Corp. Michelle digambarkan sebagai sosok ambisius yang cerdas dan dingin, tipikal pemimpin perusahaan modern yang selalu berbicara tentang transparansi dan keberagaman.

Padahal, di balik kata-katanya tersembunyi kepentingan pribadi dan kerakusan korporasi. Dia sering tampil di majalah besar sebagai simbol kesuksesan perempuan modern, dengan gaya hidup mewah dan sikap percaya diri yang berlebihan.

Di sisi lain, muncul Teddy (Jesse Plemons), seorang peternak lebah yang hidup sederhana dan mulai mencurigai bahwa perusahaan Michelle tengah melakukan sesuatu yang jahat terhadap lingkungan dan manusia. Dalam keputus-asaannya, Teddy memutuskan menculik Michelle untuk “menyelamatkan dunia” dari kehancuran.

Konflik antara dua tokoh ini menjadi inti dari film. Michelle mewakili dunia modern yang penuh kepalsuan, di mana citra dan retorika digunakan untuk menutupi eksploitasi. Sedangkan Teddy, meski tindakannya ekstrem, digerakkan oleh keyakinan tulus bahwa dia sedang melawan kejahatan besar.

Melalui interaksi keduanya, penonton dibawa ke dalam pertarungan psikologis yang intens, antara logika dan kegilaan, antara kemanusiaan dan keserakahan.

Emma Stone tampil luar biasa dalam perannya. Ia mampu menggambarkan sosok Michelle yang manipulatif namun tetap memikat. Ia memperlihatkan sisi manusia yang kerap bersembunyi di balik kata-kata indah seperti ketakutan, keserakahan, dan rasa bersalah.

Sementara itu, Jesse Plemons memberikan penampilan yang memukau sebagai Teddy yang merupakan seseorang yang kehilangan arah, namun masih memiliki sedikit harapan untuk memperbaiki dunia.

Dengan sentuhan khas Yorgos Lanthimos, Bugonia bukan hanya film thriller biasa. Ia adalah sindiran tajam terhadap budaya korporat dan kemunafikan moral di era modern, di mana kebaikan sering kali dijual sebagai citra, bukan tindakan nyata.

Sebagai remake, Bugonia berhasil memberikan napas baru bagi Save the Green Planet! tanpa kehilangan pesan aslinya: bahwa batas antara “orang gila” dan “orang waras” sebenarnya sangat tipis, terutama ketika dunia telah dikuasai oleh keserakahan.

SEBELUMNYA

Tiga Bintang Pop Wanita yang Mengubah Wajah Musik Dunia 2025, Siapa Saja Mereka?

BERIKUTNYA

Detail Spek Kamera Oppo Find X9 Series yang Dibanderol Mulai Rp14,9 Juta

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga