RM BTS Serukan Dukungan Global untuk Industri Budaya di KTT APEC 2025
03 November 2025 |
13:30 WIB
Dalam pidato utamanya di KTT CEO APEC 2025 yang berlangsung di Gyeongju, Provinsi Gyeongsang Utara, Korea Selatan, Rabu (30/10/2025), RM (Kim Nam-joon) dari grup musik BTS menekankan pentingnya keragaman dan dukungan global terhadap industri budaya.
Ia menuturkan bahwa keberhasilan K-pop tidak hanya ditentukan oleh musiknya semata, tetapi juga oleh kemampuannya memadukan berbagai unsur budaya dunia tanpa kehilangan jati diri Korea.
Baca juga: BTS Comeback 2026: Rilis Album Baru dan Gelar Tur Dunia Terbesar Sepanjang Karier
Menurutnya, rahasia keberhasilan K-pop ada pada penghormatan terhadap perbedaan dan keberanian untuk berkolaborasi lintas budaya. Ia bahkan membandingkan K-pop dengan bibimbap, hidangan khas Korea yang mencampurkan berbagai bahan seperti nasi, sayur, dan daging menjadi satu kesatuan rasa yang harmonis.
“Kami menggabungkan unsur musik Barat seperti hip-hop, R&B, dan EDM dengan sentuhan khas Korea. Layaknya bibimbap, setiap elemen mempertahankan kepribadiannya sendiri, tetapi berpadu menciptakan sesuatu yang baru dan segar,” jelasnya.
Melansir The Korea Herald, pidato RM, yang berjudul “Industri Budaya dan Kreatif di Kawasan APEC dan Kekuatan Lunak Budaya K-pop”, menjadi bagian dari sesi budaya di hari kedua KTT CEO APEC. Dalam kesempatan itu, RM menyerukan agar para pemimpin dunia dan pelaku industri memberikan dukungan finansial dan kebijakan konkret untuk mendukung seniman dan sektor budaya.
“Budaya itu seperti sungai mengalir bebas dan menyatu dalam harmoni. Investasi pada seni dan budaya berarti juga berinvestasi pada masa depan generasi muda,” ujarnya.
Sebagai artis K-pop pertama yang berbicara di APEC CEO Summit, kehadiran RM menjadi momen bersejarah yang menandai pengakuan dunia terhadap peran industri kreatif Korea dalam ekonomi global.
KTT CEO APEC sendiri merupakan bagian dari Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC / Asia-Pacific Economic Cooperation), yang beranggotakan 21 negara, termasuk Korea Selatan, Indonesia, Amerika Serikat, Jepang, dan Australia. Forum ini dibentuk untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, perdagangan bebas, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik.
Selain pertemuan para kepala negara, terdapat juga Konferensi CEO APEC, yaitu ajang tempat para pemimpin bisnis dunia bertemu untuk membahas tren industri dan masa depan ekonomi global. Tahun ini, konferensi tiga hari bertema Jembatan, Bisnis, Melampaui Batas dan dihadiri oleh sekitar 1.700 peserta, termasuk 16 pemimpin negara anggota APEC.
Acara tersebut diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri Korea, dengan Hybe, perusahaan induk BTS, sebagai “sponsor berlian”, tingkat tertinggi dalam kategori sponsor. Hybe juga membuka pameran di Gyeongju Arts Center untuk menampilkan pencapaian para artisnya dan jaringan bisnis global yang mencakup Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Amerika Latin, dan India.
Kehadiran RM di forum ekonomi bergengsi ini menegaskan bahwa budaya memiliki kekuatan besar dalam membangun hubungan antarbangsa. Melalui pesannya, RM mengingatkan dunia bahwa seni dan budaya bukan sekadar hiburan, tetapi juga kekuatan ekonomi dan sosial yang mampu menghubungkan manusia lintas batas dan memperkuat kerja sama global.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Ia menuturkan bahwa keberhasilan K-pop tidak hanya ditentukan oleh musiknya semata, tetapi juga oleh kemampuannya memadukan berbagai unsur budaya dunia tanpa kehilangan jati diri Korea.
Baca juga: BTS Comeback 2026: Rilis Album Baru dan Gelar Tur Dunia Terbesar Sepanjang Karier
Menurutnya, rahasia keberhasilan K-pop ada pada penghormatan terhadap perbedaan dan keberanian untuk berkolaborasi lintas budaya. Ia bahkan membandingkan K-pop dengan bibimbap, hidangan khas Korea yang mencampurkan berbagai bahan seperti nasi, sayur, dan daging menjadi satu kesatuan rasa yang harmonis.
“Kami menggabungkan unsur musik Barat seperti hip-hop, R&B, dan EDM dengan sentuhan khas Korea. Layaknya bibimbap, setiap elemen mempertahankan kepribadiannya sendiri, tetapi berpadu menciptakan sesuatu yang baru dan segar,” jelasnya.
Melansir The Korea Herald, pidato RM, yang berjudul “Industri Budaya dan Kreatif di Kawasan APEC dan Kekuatan Lunak Budaya K-pop”, menjadi bagian dari sesi budaya di hari kedua KTT CEO APEC. Dalam kesempatan itu, RM menyerukan agar para pemimpin dunia dan pelaku industri memberikan dukungan finansial dan kebijakan konkret untuk mendukung seniman dan sektor budaya.
“Budaya itu seperti sungai mengalir bebas dan menyatu dalam harmoni. Investasi pada seni dan budaya berarti juga berinvestasi pada masa depan generasi muda,” ujarnya.
Sebagai artis K-pop pertama yang berbicara di APEC CEO Summit, kehadiran RM menjadi momen bersejarah yang menandai pengakuan dunia terhadap peran industri kreatif Korea dalam ekonomi global.
KTT CEO APEC sendiri merupakan bagian dari Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC / Asia-Pacific Economic Cooperation), yang beranggotakan 21 negara, termasuk Korea Selatan, Indonesia, Amerika Serikat, Jepang, dan Australia. Forum ini dibentuk untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, perdagangan bebas, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik.
Selain pertemuan para kepala negara, terdapat juga Konferensi CEO APEC, yaitu ajang tempat para pemimpin bisnis dunia bertemu untuk membahas tren industri dan masa depan ekonomi global. Tahun ini, konferensi tiga hari bertema Jembatan, Bisnis, Melampaui Batas dan dihadiri oleh sekitar 1.700 peserta, termasuk 16 pemimpin negara anggota APEC.
Acara tersebut diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri Korea, dengan Hybe, perusahaan induk BTS, sebagai “sponsor berlian”, tingkat tertinggi dalam kategori sponsor. Hybe juga membuka pameran di Gyeongju Arts Center untuk menampilkan pencapaian para artisnya dan jaringan bisnis global yang mencakup Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Amerika Latin, dan India.
Kehadiran RM di forum ekonomi bergengsi ini menegaskan bahwa budaya memiliki kekuatan besar dalam membangun hubungan antarbangsa. Melalui pesannya, RM mengingatkan dunia bahwa seni dan budaya bukan sekadar hiburan, tetapi juga kekuatan ekonomi dan sosial yang mampu menghubungkan manusia lintas batas dan memperkuat kerja sama global.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.