5 Tempat Wisata yang Sebaiknya Dihindari Saat Musim Penghujan
30 October 2025 |
22:00 WIB
Musim penghujan sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para pelanconv. Meskipun udara terasa lebih sejuk dan pemandangan alam tampak lebih hijau, hujan bisa membawa risiko tambahan mulai dari jalan licin, longsor, hingga arus air yang tak terduga.
Beberapa tempat wisata yang indah di musim kemarau justru bisa berubah berbahaya saat hujan datang. Karena itu, penting bagi wisatawan untuk mengenali lokasi-lokasi yang sebaiknya dihindari ketika curah hujan sedang tinggi. Berikut 5 jenis tempat wisata di Indonesia yang sebaiknya tidak dikunjungi pada musim penghujan.
Baca juga: 10 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan agar Tidak Mudah Sakit
Selain itu, suhu ekstrem di puncak bisa menyebabkan hipotermia bagi pendaki yang kurang persiapan. Beberapa gunung seperti Merapi, Semeru, atau Rinjani biasanya juga ditutup sementara saat curah hujan tinggi demi keamanan pengunjung. Sebaiknya Genhype menunda perjalanan hingga musim kering tiba agar pengalaman mendaki lebih aman.
Beberapa lokasi wisata seperti Curug Cimahi di Bandung atau Tumpak Sewu di Lumajang sering ditutup sementara bila debit air meningkat drastis. Selain risiko terseret arus, area bebatuan di sekitar air terjun juga sangat licin dan meningkatkan potensi terpeleset.
Pantai-pantai seperti Parangtritis, Pantai Selatan Gunungkidul, hingga Pantai Kuta Lombok juga sering diberi peringatan saat cuaca ekstrem. Jika tetap ingin ke pantai, pilih lokasi dengan ombak tenang di sisi utara pulau. Atau, Genhype tetap bisa menikmati pemandangan dari tepi tanpa masuk ke air.
Aktivitas panjat tebing juga bisa membahayakan karena permukaan batu menjadi licin dan sulit dipijak. Beberapa lokasi populer seperti Goa Jomblang di Gunungkidul, Yogyakarta juga biasanya hanya aman dikunjungi saat cuaca stabil dan kering.
Daerah seperti Puncak, Bogor juga sering mengalami kemacetan dan longsor ringan di musim hujan. Jika Genhype ingin menikmati pemandangan alam saat musim penghujan, sebaiknya pilih tempat yang mudah dijangkau dan memiliki fasilitas perlindungan cuaca.
Baca juga: Waspada 5 Penyakit yang Kerap Muncul saat Musim Hujan
Beberapa tempat wisata yang indah di musim kemarau justru bisa berubah berbahaya saat hujan datang. Karena itu, penting bagi wisatawan untuk mengenali lokasi-lokasi yang sebaiknya dihindari ketika curah hujan sedang tinggi. Berikut 5 jenis tempat wisata di Indonesia yang sebaiknya tidak dikunjungi pada musim penghujan.
Baca juga: 10 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan agar Tidak Mudah Sakit
1. Jalur Pendakian Gunung
Mendaki gunung di musim hujan seperti saat ini punya risiko yang tinggi. Jalur pendakian menjadi licin, kabut tebal mengurangi jarak pandang, dan potensi longsor meningkat di beberapa titik tebing.Selain itu, suhu ekstrem di puncak bisa menyebabkan hipotermia bagi pendaki yang kurang persiapan. Beberapa gunung seperti Merapi, Semeru, atau Rinjani biasanya juga ditutup sementara saat curah hujan tinggi demi keamanan pengunjung. Sebaiknya Genhype menunda perjalanan hingga musim kering tiba agar pengalaman mendaki lebih aman.
2. Air Terjun dan Sungai Arus Deras
Di musim hujan, volume air terjun bisa meningkat secara tiba-tiba dan mengakibatkan bahaya. Arus yang tadinya tenang bisa berubah menjadi deras hanya dalam hitungan menit akibat hujan di hulu sungai.Beberapa lokasi wisata seperti Curug Cimahi di Bandung atau Tumpak Sewu di Lumajang sering ditutup sementara bila debit air meningkat drastis. Selain risiko terseret arus, area bebatuan di sekitar air terjun juga sangat licin dan meningkatkan potensi terpeleset.
3. Pantai Berombak Tinggi
Musim penghujan biasanya berbarengan dengan angin barat yang menyebabkan gelombang tinggi di banyak pantai selatan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Aktivitas seperti berenang, snorkeling, atau naik perahu menjadi sangat berisiko karena perubahan arus laut yang sulit diprediksi.Pantai-pantai seperti Parangtritis, Pantai Selatan Gunungkidul, hingga Pantai Kuta Lombok juga sering diberi peringatan saat cuaca ekstrem. Jika tetap ingin ke pantai, pilih lokasi dengan ombak tenang di sisi utara pulau. Atau, Genhype tetap bisa menikmati pemandangan dari tepi tanpa masuk ke air.
4. Wisata Goa atau Tebing Batu
Objek wisata alam seperti goa atau tebing batu juga berisiko tinggi saat musim hujan. Hujan deras bisa menyebabkan genangan air di dalam goa, rembesan di langit-langit, bahkan potensi runtuhnya batuan rapuh.Aktivitas panjat tebing juga bisa membahayakan karena permukaan batu menjadi licin dan sulit dipijak. Beberapa lokasi populer seperti Goa Jomblang di Gunungkidul, Yogyakarta juga biasanya hanya aman dikunjungi saat cuaca stabil dan kering.
5. Jalur Wisata Pegunungan dan Perkebunan
Tempat wisata seperti perkebunan teh, jalur desa di perbukitan, atau lembah dengan jalan tanah biasanya menjadi sulit diakses saat musim hujan. Jalanan berlumpur dan genangan air dapat menghambat perjalanan, apalagi bagi kendaraan kecil.Daerah seperti Puncak, Bogor juga sering mengalami kemacetan dan longsor ringan di musim hujan. Jika Genhype ingin menikmati pemandangan alam saat musim penghujan, sebaiknya pilih tempat yang mudah dijangkau dan memiliki fasilitas perlindungan cuaca.
Baca juga: Waspada 5 Penyakit yang Kerap Muncul saat Musim Hujan
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.