Ilustrasi (sumber : pixabay/pedes)

Intip Peluang Baru Bisnis Percetakan dan Kemasan

09 October 2025   |   20:00 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Industri percetakan sering dianggap industri tradisional yang mulai tergerus digital. Namun, data justru menunjukkan sebaliknya. Pasar percetakan komersial global diperkirakan akan mencapai US$541,1 miliar pada 2031 dengan pertumbuhan rata-rata 2,5 persen per tahun sepanjang 2025–2031.

Di Indonesia, tren ini tentu saja kian relevan. Permintaan percetakan untuk kemasan produk, periklanan, hingga penerbitan ikut melonjak seiring gaya hidup konsumen yang menginginkan desain menarik, pesan personal, dan kemasan inovatif. Inilah celah besar bagi pelaku usaha percetakan untuk berkembang.

Baca juga: Meraup Cuan Bisnis Percetakan Daring pada Era Serba Digital

Menyadari potensi tersebut, Krista Exhibitions menghadirkan pameran ALLPrint Indonesia 2025 pada Rabu (8/1/2025) di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran. Pameran yang memasuki edisi ke-26 ini menghadirkan lebih dari 500 perusahaan dari 20 negara, mulai dari pemain lokal hingga global.

“ALLPrint Indonesia 2025 bukan hanya ajang pameran, tapi platform bisnis inklusif untuk membuka ruang kolaborasi, pertukaran teknologi, hingga inovasi berkelanjutan,” jelas Daud D. Salim, CEO Krista Exhibitions. 

Bagi pengusaha, pameran ini menjadi momen emas untuk melihat tren terbaru dalam industri percetakan, mulai dari mesin percetakan digital, aplikasi cetak untuk kemasan bernilai tambah, hingga teknologi label modern.

Salah satu segmen yang kini jadi sorotan adalah kemasan (packaging). Di era e-commerce dan gaya hidup praktis, kemasan tidak hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga menjadi identitas brand.

Bagi pelaku UMKM maupun industri besar, kebutuhan akan kemasan kreatif, ramah lingkungan, dan berkualitas tinggi terus meningkat. Hal ini mendorong permintaan terhadap percetakan yang mampu menghasilkan desain unik dan personalisasi dalam jumlah besar.

ALLPrint Indonesia 2025 juga menghadirkan seminar dan talkshow yang bisa jadi bekal penting bagi entrepreneur. Tema seperti Creative Print Finishing – For Added Value Printing & Packaging Products hingga 5 Steps to Zero Defect for Printing & Packaging membantu pelaku usaha memahami cara meningkatkan efisiensi, kualitas, sekaligus inovasi produk.

Selain itu, topik Implementation of RFID dan Integrated Solution for Excellent Printing memberi gambaran bagaimana teknologi bisa menciptakan keunggulan kompetitif.

Tak kalah penting, pameran ini juga membuka ruang networking events eksklusif, mempertemukan pengusaha percetakan dengan buyers, pemasok, hingga pelaku industri kreatif lintas sektor. Bagi entrepreneur, inilah kesempatan untuk membangun jaringan strategis dan menemukan mitra bisnis baru.

Dengan dukungan pemerintah, asosiasi industri, dan partisipasi internasional, ALLPrint Indonesia 2025 menegaskan bahwa percetakan masih menjadi industri masa depan. Bagi entrepreneur, tantangannya adalah beradaptasi dengan tren digital, memahami kebutuhan konsumen, dan mengolah inovasi menjadi nilai tambah.

SEBELUMNYA

BBW Jakarta 2025 Hadir di Venue Baru, Bawa 5 Juta Buku hingga Hadiah Mobil Listrik

BERIKUTNYA

Grey’s Anatomy Musim 22 Siap Tayang Oktober Ini dengan Cerita Lebih Emosional

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga