Fakta-Fakta di Balik Hari Komedi Nasional Tiap 27 September
27 September 2025 |
17:00 WIB
Untuk pertama kalinya Hari Komedi Nasional diperingati pada 27 September 2025. Peringatan ini dibuat untuk mengapresiasi komedi sebagai bagian dari kesenian yang terus eksis, menghargai para komedian sekaligus mendorong lahirnya generasi baru pelaku seni komedi di Indonesia.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Hari Komedi Nasional diharapkan juga menjadi upaya untuk melestarikan seni tradisional Indonesia. Sebab, banyak jenis kesenian tradisional di Tanah Air yang memiliki karakter komedi, seperti Lenong dari Betawi, ketoprak humor dari Jawa Tengah, hingga Ludruk dari Jawa Timur.
Baca juga: Terinspirasi Bing Slamet, Menbud Tetapkan Hari Komedi Nasional Setiap 27 September
Baca juga: Terinspirasi Bing Slamet, Menbud Tetapkan Hari Komedi Nasional Setiap 27 September
Komedi memang menjadi bagian hiburan yang tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat. Apalagi di tengah kehidupan sosial dan politik yang makin bising, situasi ekonomi yang bikin pusing, tertawa menjadi hal yang penting untuk dilakukan sehari-hari.
Tak sekadar hiburan yang mengocok perut, komedi juga tak jarang menjadi jalan paling aman untuk menyampaikan berbagai kegelisahan hingga kritik sosial politik. Tak ayal, Hari Komedi Nasional menjadi peringatan yang penting yang mengingatkan begitu besarnya peran komedi dan humor dalam kehidupan sehari-hari.
Di balik peringatannya, ada sejumlah fakta menarik dari Hari Komedi Nasional sebagaimana yang telah dirangkum Hypeabis.id berikut ini.
1. Diusulkan dari 11 Tahun yang Lalu
Meski baru resmi diperingati mulai tahun ini, wacana Hari Komedi Nasional sebenarnya telah dicetuskan oleh Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PaSKI) sejak tahun 2014. Butuh 11 tahun bagi para komedian di PaSKI untuk memperjuangkan agar Hari Komedi Nasional benar-benar diresmikan oleh pemerintah.
Dalam proses meresmikan Hari Komedi Nasional, PaSKI harus melalui beberapa persyaratan dan tahapan, salah satunya menyusun naskah akademik sebagai landasan ilmiah dan historis dari penetapan Hari Komedi Nasional.
Selain itu, mereka juga harus mengumpulkan dukungan tanda tangan dari berbagai insan komedi di seluruh Indonesia untuk menunjukkan solidaritas dan keinginan bersama. Adapun, selama beberapa tahun terakhir, wacana Hari Komedi Nasional juga rutin digaungkan setiap tahunnya dalam ajang Anugerah Komedi (Anukom).
2. Diresmikan oleh Menteri Kebudayaan
Setelah diwacanakan sejak belasan tahun lalu, Hari Komedi Nasional akhirnya resmi ditetapkan oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dan diperingati tiap 27 September. Penetapan itu tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Kebudayaan yang diserahkan PaSKI dalam acara Anugerah Komedi Indonesia (Anukom) ke-5 pada 10 September 2025 di Jakarta.
Anukom sendiri merupakan ajang apresiasi yang diinisiasi RCTI bersama PaSKI. Panggung ini menjadi wadah penghargaan bagi para komedian yang telah menghibur masyarakat sekaligus memberi kontribusi penting dalam perjalanan dunia komedi Indonesia.
Dengan penetapan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa tawa adalah bagian penting dari kehidupan berbangsa. Tawa tak hanya menghibur, tetapi juga menyatukan, menyehatkan, dan menumbuhkan optimisme di tengah dinamika sosial.
3. Alasan Diperingati Tiap 27 September
Ada alasan mengapa Hari Komedi Nasional diperingati pada 27 September tiap tahunnya. Tanggal itu merujuk pada hari lahir Bing Slamet, sosok maestro yang tak hanya dikenal sebagai pelawak, tetapi juga penyanyi, musisi, dan aktor film. Kiprahnya yang melintasi berbagai bidang seni membuatnya dianggap pantas menjadi simbol Hari Komedi Nasional.
Bing Slamet yang bernama lengkap Ahmad Syech Albar, lahir di Cilegon pada 27 September 1927. Dia dikenal sebagai maestro hiburan Indonesia yang kiprahnya melintasi dunia komedi, musik, dan film. Bersama Ateng, Iskak, dan Eddy Sud, dia membentuk Kuartet Jaya yang menghadirkan komedi segar pada era 1950–1960-an.
Selain di panggung lawak, Bing Slamet juga aktif sebagai musisi dalam grup Eka Sapta yang populer di masanya. Suaranya yang khas dan gaya bermusik yang merakyat membuatnya diterima luas oleh publik.
Tak sampai disitu. Dia juga berkiprah di dunia seni peran dengan membintangi puluhan film, termasuk Bing Slamet Koboi Cengeng dan Bing Slamet Setan Djalanan, yang menegaskan reputasinya sebagai aktor serba bisa. Di dunia layar lebar, namanya tercatat dalam puluhan film yang memperkaya khazanah perfilman Indonesia.
Sepanjang karier keseniannya, Bing Slamet kerap menampilkan komedi yang dianggap selalu cerdas, segar, dan tetap relevan lintas zaman. Sosoknya juga membuktikan bahwa komedi bukan seni pinggiran, melainkan dapat berdampingan dengan musik dan film, bahkan menjadi medium kritik sosial yang halus.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.