Apakah Lyme Disease Bisa Disembuhkan? Penyakit yang Diidap Bella Hadid Belasan Tahun
22 September 2025 |
19:10 WIB
Di balik gemerlap dunia supermodel, Bella Hadid rupanya masih berjuang melawan penyakit Lyme yang telah dideritanya belasan tahun sejak 2013. Model berdarah Palestina-Amerika Serikat itu mengejutkan publik lantaran muncul dengan memperlihatkan dirinya yang pucat sedang terbaring di ranjang rumah sakit dan terhubung dengan infus.
Kepada jutaan pengikutnya di Instagram, Bella mengunggah serangkaian foto dirinya yang tampak lemas dan tengah menjalani perawatan di rumah dengan peralatan medis lengkap. Foto-foto itu juga diselingi dengan potret-potret pemandangan indah di sekitar rumah, menampilkan kontras antara kondisinya dengan lingkungan sekitarnya.
"Maaf, aku selalu menghilang. Aku mencintai kalian semua," tulisnya dalam unggahan yang telah mendapatkan ribuan komentar dan jutaan likes dari warganet itu.
Baca juga: Di Balik Sorotan Panggung, Justin Timberlake Berjuang Lawan Lyme Disease
Meskipun tidak mengungkapkan penyakit yang dideritanya, Bella diketahui masih berjuang melawan penyakit Lyme. Hal itu tampak dari komentar sang ibu, Yolanda Hadid, yang menuliskan Bella sebagai 'pejuang Lyme'. Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, Yolanda berbagi lebih detail tentang kesehatan putri bungsunya itu.
Yolanda mengunggah foto-foto Bella saat mendapatkan perawatan dari dokter di rumah sakit dengan perlengkapan medis hingga obat-obatan yang harus diminum sang model. Yolanda menyebut bahwa putrinya itu harus berjuang menghadapi penyakit Lyme sejak tahun 2013. "Seperti yang kalian pahami, menyaksikan Bella berjuang dalam diam telah menyayat inti keputusasaan terdalam dalam diriku," tulisnya.
"Setiap hari saya merasakan setidaknya 10 gejala itu tanpa henti. Sejak saya mungkin berusia 14 tahun, tetapi lebih agresif ketika saya berusia 18 tahun," kata supermodel berusia 28 tahun itu dikutip dari People.
Melansir dari Mayo Clinic, Lyme disease atau penyakit Lyme adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Borrelia burgdorferi. Manusia biasanya tertular penyakit ini melalui gigitan kutu yang membawa bakteri tersebut, sehingga menyebabkan penderitanya nyeri sendi hingga sistem saraf.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), sebanyak 30.000 kasus penyakit Lyme terjadi di Amerika Serikat setiap tahunnya. Kutu yang dapat membawa bakteri Borrelia hidup di sebagian besar wilayah AS. Namun, penyakit Lyme paling umum terjadi di Midwestern AS bagian atas, negara bagian timur laut, dan Atlantik tengah. Penyakit ini juga umum di Eropa, Kanada bagian tengah selatan dan tenggara.
Gejala penyakit Lyme biasanya terjadi dalam tiga tahap. Tahap pertama atau gejala awal yang biasanya muncul 3-30 hari setelah gigitan kutu meliputi ruam, demam, sakit kepala, kelelahan, sendi kaku, nyeri dan sakit otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Jika tidak lekas diobati, penyakit Lyme dapat memburuk dan gejalanya akan lebih serius dan menyebar, meliputi banyak ruam, nyeri atau kaku pada leher, otot wajah yang melemah, mati rasa, nyeri mulai dari punggung, pinggul dan menyebar ke kaki, pembengkakan mata, serta nyeri pada saraf mata hingga kebutaan.
Adapun, gejala-gejala tahap ketiganya termasuk radang sendi (artritis) pada sendi-sendi besar terutama lutut, hingga nyeri, bengkak atau kaku yang dapat berlangsung lama. Pada tahap ini, kulit penderita Lyme juga bisa mengalami kondisi akrodermatitis atrofik kronis, yakni kulit di punggung tangan dan telapak kaki berubah warna dan membengkak. Kondisi tersebut juga dapat muncul di siku dan lutut. Adapun, untuk kasus yang lebih serius dapat menyebabkan kerusakan jaringan atau sendi.
Kebanyakan kasus penyakit Lyme dapat diobati dengan antibiotik selama 10-14 hari, sebagaimana dilansir dari laman CDC. Penderita Lyme yang diobati dengan antibiotik yang tepat pada tahap awal penyakitnya biasanya pulih dengan cepat dan sembuh total.
Antibiotik yang paling umum digunakan untuk mengobati penyakit Lyme antara lain doksisiklin, amoksisilin, atau sefuroksim axetil. Adapun, lamanya pengobatan bergantung pada stadium infeksi Lyme. Secara umum, semakin cepat penderitanya diobati, akan semakin cepat pula pemulihannya.
Dilaporkan bahwa mengonsumsi antibiotik oral dapat menyembuhkan penyakit Lyme setelah dua hingga empat minggu. Namun, pasien juga mungkin perlu mendapatkan antibiotik melalui pembuluh darah (intravena) selama empat minggu lagi. Namun, tidak bisa dipastikan apakah penyakit Lyme akan menetap selamanya setelah pengobatan.
Penderita Lyme yang segera mendapatkan perawatan punya peluang untuk sembuh, sebagaimana dikutip dari Cleveland Clinic. Perawatan medis yang tepat dapat menyembuhkan penyakit Lyme, tetapi beberapa pasien mungkin akan masih mengalami beberapa efek jangka panjang, seperti kelelahan, nyeri, atau sakit kepala.
Kondisi ini dikenal sebagai sindrom penyakit Lyme pasca-perawatan atau PTLDS. Gejala-gejala ini tidak berarti seseorang masih mengalami infeksi, tapi kondisi PTLDS kemungkinan besar tidak akan merespons antibiotik tambahan.
Adapun, mayoritas pasien dalam kelompok ini akan mengalami gejala yang mereda dalam enam bulan ke depan. Sementara itu, penyakit Lyme yang tidak diobati dapat menyebabkan masalah serius lainnya meskipun jarang berakibat fatal.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Kepada jutaan pengikutnya di Instagram, Bella mengunggah serangkaian foto dirinya yang tampak lemas dan tengah menjalani perawatan di rumah dengan peralatan medis lengkap. Foto-foto itu juga diselingi dengan potret-potret pemandangan indah di sekitar rumah, menampilkan kontras antara kondisinya dengan lingkungan sekitarnya.
"Maaf, aku selalu menghilang. Aku mencintai kalian semua," tulisnya dalam unggahan yang telah mendapatkan ribuan komentar dan jutaan likes dari warganet itu.
Baca juga: Di Balik Sorotan Panggung, Justin Timberlake Berjuang Lawan Lyme Disease
Meskipun tidak mengungkapkan penyakit yang dideritanya, Bella diketahui masih berjuang melawan penyakit Lyme. Hal itu tampak dari komentar sang ibu, Yolanda Hadid, yang menuliskan Bella sebagai 'pejuang Lyme'. Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, Yolanda berbagi lebih detail tentang kesehatan putri bungsunya itu.
Yolanda mengunggah foto-foto Bella saat mendapatkan perawatan dari dokter di rumah sakit dengan perlengkapan medis hingga obat-obatan yang harus diminum sang model. Yolanda menyebut bahwa putrinya itu harus berjuang menghadapi penyakit Lyme sejak tahun 2013. "Seperti yang kalian pahami, menyaksikan Bella berjuang dalam diam telah menyayat inti keputusasaan terdalam dalam diriku," tulisnya.
Apakah Penderita Lyme Bisa Sembuh?
Diketahui, Bella Hadid didiagnosis menderita penyakit Lyme saat dirinya berusia 16 tahun. Namun, dia mengaku telah mengalami gejala-gejala penyakit tersebut sejak berusia 14 tahun, meliputi sakit kepala, insomnia, sensitivitas terhadap cahaya dan suara, kabut otak (brain fog), cemas, kebingungan, nyeri sendi, gangguan makan, mual, serta penurunan dan penambahan berat badan."Setiap hari saya merasakan setidaknya 10 gejala itu tanpa henti. Sejak saya mungkin berusia 14 tahun, tetapi lebih agresif ketika saya berusia 18 tahun," kata supermodel berusia 28 tahun itu dikutip dari People.
Melansir dari Mayo Clinic, Lyme disease atau penyakit Lyme adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Borrelia burgdorferi. Manusia biasanya tertular penyakit ini melalui gigitan kutu yang membawa bakteri tersebut, sehingga menyebabkan penderitanya nyeri sendi hingga sistem saraf.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), sebanyak 30.000 kasus penyakit Lyme terjadi di Amerika Serikat setiap tahunnya. Kutu yang dapat membawa bakteri Borrelia hidup di sebagian besar wilayah AS. Namun, penyakit Lyme paling umum terjadi di Midwestern AS bagian atas, negara bagian timur laut, dan Atlantik tengah. Penyakit ini juga umum di Eropa, Kanada bagian tengah selatan dan tenggara.
Gejala penyakit Lyme biasanya terjadi dalam tiga tahap. Tahap pertama atau gejala awal yang biasanya muncul 3-30 hari setelah gigitan kutu meliputi ruam, demam, sakit kepala, kelelahan, sendi kaku, nyeri dan sakit otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Jika tidak lekas diobati, penyakit Lyme dapat memburuk dan gejalanya akan lebih serius dan menyebar, meliputi banyak ruam, nyeri atau kaku pada leher, otot wajah yang melemah, mati rasa, nyeri mulai dari punggung, pinggul dan menyebar ke kaki, pembengkakan mata, serta nyeri pada saraf mata hingga kebutaan.
Adapun, gejala-gejala tahap ketiganya termasuk radang sendi (artritis) pada sendi-sendi besar terutama lutut, hingga nyeri, bengkak atau kaku yang dapat berlangsung lama. Pada tahap ini, kulit penderita Lyme juga bisa mengalami kondisi akrodermatitis atrofik kronis, yakni kulit di punggung tangan dan telapak kaki berubah warna dan membengkak. Kondisi tersebut juga dapat muncul di siku dan lutut. Adapun, untuk kasus yang lebih serius dapat menyebabkan kerusakan jaringan atau sendi.
Kebanyakan kasus penyakit Lyme dapat diobati dengan antibiotik selama 10-14 hari, sebagaimana dilansir dari laman CDC. Penderita Lyme yang diobati dengan antibiotik yang tepat pada tahap awal penyakitnya biasanya pulih dengan cepat dan sembuh total.
Antibiotik yang paling umum digunakan untuk mengobati penyakit Lyme antara lain doksisiklin, amoksisilin, atau sefuroksim axetil. Adapun, lamanya pengobatan bergantung pada stadium infeksi Lyme. Secara umum, semakin cepat penderitanya diobati, akan semakin cepat pula pemulihannya.
Dilaporkan bahwa mengonsumsi antibiotik oral dapat menyembuhkan penyakit Lyme setelah dua hingga empat minggu. Namun, pasien juga mungkin perlu mendapatkan antibiotik melalui pembuluh darah (intravena) selama empat minggu lagi. Namun, tidak bisa dipastikan apakah penyakit Lyme akan menetap selamanya setelah pengobatan.
Penderita Lyme yang segera mendapatkan perawatan punya peluang untuk sembuh, sebagaimana dikutip dari Cleveland Clinic. Perawatan medis yang tepat dapat menyembuhkan penyakit Lyme, tetapi beberapa pasien mungkin akan masih mengalami beberapa efek jangka panjang, seperti kelelahan, nyeri, atau sakit kepala.
Kondisi ini dikenal sebagai sindrom penyakit Lyme pasca-perawatan atau PTLDS. Gejala-gejala ini tidak berarti seseorang masih mengalami infeksi, tapi kondisi PTLDS kemungkinan besar tidak akan merespons antibiotik tambahan.
Adapun, mayoritas pasien dalam kelompok ini akan mengalami gejala yang mereda dalam enam bulan ke depan. Sementara itu, penyakit Lyme yang tidak diobati dapat menyebabkan masalah serius lainnya meskipun jarang berakibat fatal.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.