Acara peluncuran Bulan Kesehatan Gigi Nasional di Plaza Timur GBK Senayan Jakarta, Minggu (21/9/2025). Sumber gambar: Hypeabis.id/Arief Hermawan P.

BKGN 2025 Resmi Digelar, Siapkan 28.000 Layanan Perawatan Gigi & Gusi Gratis

21 September 2025   |   21:16 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Sebagian besar masyarakat Indonesia masih mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut. Menurut data Survei Kesehatan Indonesia oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI per September 2025, sebanyak 57 persen penduduk usia di atas tiga tahun mengalami masalah gigi.
 
Beberapa masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling banyak dialami masyarakat yakni karies, gigi berlubang, gigi tanggal, hingga radang gusi. Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) kembali digelar.
Perayaan yang memasuki edisi ke-16 tahun ini dibuat oleh Unilever Indonesia melalui merek Pepsodent bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), dan Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI).
 
Mengangkat tema “Cek Gigi dan Gusi – Bebas Biaya, Bebas Cemas, Bebas Ribet”, BKGN 2025 berfokus pada edukasi serta pelayanan kesehatan gigi dan gusi. BKGN 2025 akan memberikan perawatan dan konsultasi gigi dan gusi gratis bagi 28.000 masyarakat.
 
Diselenggarakan di 30 Fakultas Kedokteran Gigi dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan di seluruh Indonesia, layanannya meliputi pembersihan karang gigi, penambalan gigi dan aplikasi fluoride atau fissure sealant, serta pencabutan gigi.
 
Selain itu sebagai upaya promotif preventif, sebanyak 55 PDGI Cabang akan melakukan edukasi kesehatan gigi dan gusi bagi siswa sekolah di berbagai wilayah Indonesia, hingga menjangkau area-area terpencil seperti Simeulue (Aceh), Kotawaringin Barat (Kalimantan Tengah), Jeneponto (Sulawesi Selatan), dan Sorong (Papua).
 

Acara peluncuran Bulan Kesehatan Gigi Nasional di Plaza Timur GBK Senayan Jakarta, Minggu (21/9/2025). Sumber gambar: Hypeabis.id/Arief Hermawan P.

Acara peluncuran Bulan Kesehatan Gigi Nasional di Plaza Timur GBK Senayan Jakarta, Minggu (21/9/2025). Sumber gambar: Unilever Indonesia.

Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunikasi Kemenkes RI, Elvieda Sariwati, mengungkap berdasarkan cek kesehatan gratis (CKG) yang dilakukan kepada 30 juta penduduk Indonesia hingga saat ini, karies menjadi salah satu penyakit yang mendominasi. Karies adalah kerusakan pada jaringan keras gigi yang disebabkan oleh aktivitas bakteri dalam plak gigi. 
 
Dia memaparkan berdasarkan temuan CKG, 52,67 persen anak sekolah punya masalah karies gigi. Selain itu, banyak orang dewasa dan lanjut usia (lansia) yang punya masalah gigi sekaligus hipertensi/diabetes. Dari jumlah kasus yang ada, hanya 11,2 persen atau sekitar 3 juta orang dengan masalah gigi yang mencari mendapat perawatan medis.
 
"Masalah gigi dan mulut ini masalah kesehatan penting yang perlu ditangani bersama. Gigi dan mulut yang sehat tidak hanya memberi kita senyum yang indah, tapi juga berpengaruh pada produktivitas seperti bekerja dan kuliah. Penting untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam menangani dan mencegah penyakit gigi dan mulut," katanya dalam acara peluncuran Bulan Kesehatan Gigi Nasional di Jakarta, Minggu (21/9/2025).
 
Soroti Kesehatan Gusi
Tahun ini, perayaan BKGN menyoroti tak hanya pentingnya kesehatan gigi tetapi juga gusi. Ketua Pengurus Besar PDGI, Usman Sumantri, menyampaikan tahun ini tema Hari Kesehatan Gigi Nasional (HKGN) yang dirayakan setiap 12 September mengangkat tema "Gigi dan Gusi Sehat, Senyum Indonesia Hebat".
 
Sejalan dengan tema tersebut, BKGN 2025 memberikan perhatian khusus pada kesehatan gusi, karena penyakit gusi adalah permasalahan gigi kedua terbesar di Indonesia setelah gigi berlubang. Namun, penyakit pada gusi masih sering terabaikan dan kerap disebut ‘silent killer’ karena gejalanya muncul secara samar dan tidak menimbulkan rasa sakit terutama di tahap awal.
 
"Padahal jika dibiarkan, penyakit gusi tidak hanya akan mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut, namun bisa menjadi bahaya tersembunyi untuk kesehatan tubuh secara menyeluruh," katanya.
 

Acara peluncuran Bulan Kesehatan Gigi Nasional di Plaza Timur GBK Senayan Jakarta, Minggu (21/9/2025). Sumber gambar: Hypeabis.id/Arief Hermawan P.

Suasana cek kesehatan gigi dan mulut gratis di acara peluncuran Bulan Kesehatan Gigi Nasional di Plaza Timur GBK Senayan Jakarta, Minggu (21/9/2025). Sumber gambar: Hypeabis.id/Arief Hermawan P.

Gusi merupakan bagian penting dari kesehatan mulut yang sering kali diabaikan. Banyak orang hanya fokus pada gigi mereka, tanpa menyadari bahwa gusi yang sehat adalah fondasi dari kesehatan mulut yang baik secara keseluruhan. 
 
Padahal, gusi yang sehat mampu melindungi gigi, menjaga akar gigi supaya tetap pada tempatnya, dan dapat menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Sebaliknya, jika kesehatan gusi terabaikan, ada berbagai masalah yang bisa muncul, mulai dari peradangan, pendarahan, hingga kerusakan pada jaringan yang mendukung gigi.
 
Suryono selaku Ketua AFDOKGI menjelaskan penyakit gusi memiliki dua tahapan. Pertama adalah gingivitis yang ditandai dengan gejala gusi bengkak, merah, atau mudah berdarah. Pada tahap ini, masalah gusi masih dapat diatasi dan bahkan bisa menjadi kembali sehat dengan perawatan yang tepat.
 
Selanjutnya adalah periodontitis, di tahap ini kerusakan sudah sampai ke tulang dan jaringan pendukung gusi, seringkali bersifat irreversible, dimana gigi menjadi goyang dan akhirnya tanggal.
 
"Yang sangat perlu kita waspadai adalah, bakteri dari gusi yang terinfeksi dapat masuk ke aliran darah dan meningkatkan risiko penyakit sistemik seperti jantung, stroke, diabetes, hingga infeksi pernafasan dan komplikasi kehamilan," jelasnya.
 
Ketua ARSGMPI Julita Hendrartini menambahkan selama 15 tahun BKGN berlangsung, pembersihan karang gigi atau scaling sebagai salah satu upaya menangani masalah gusi selalu menjadi perawatan yang paling banyak dilakukan di RSGMP yang berpartisipasi.
 
Hal ini menunjukkan permasalahan gusi memang sering terjadi di tengah masyarakat, dan seringkali tanpa mereka sadari. Julita menambahkan oleh karena itu, selain memberikan pelayanan, selama pelaksanaan BKGN 2025 seluruh RSGMP juga siap mengedukasi masyarakat untuk terus menjaga kesehatan gigi sekaligus gusi.
 
"Dengan menyikat gigi dua kali sehari setelah sarapan dan sebelum tidur menggunakan pasta gigi khusus untuk kesehatan gusi, melakukan pembersihan karang gigi secara teratur, serta kontrol rutin ke dokter gigi setidaknya enam bulan sekali," tuturnya.
 
Ratu Mirah Afifah selaku Personal Care Community Lead Unilever Indonesia menyampaikan pelayanan di BKGN 2025 akan diberikan oleh dokter gigi berkompeten, sehingga masyarakat tidak perlu cemas. Dia juga memastikan pelayanan di BKGN 2025 dapat diakses dengan mudah, dimana masyarakat bisa langsung mendaftar secara online di seluruh FKG dan RSGMP yang berpartisipasi atau melalui website www.tanyapepsodent.com
 
Dia menambahkan selama 15 tahun penyelenggaraannya, BKGN telah mengedukasi sebanyak 2 juta masyarakat yang didominasi anak-anak terkait kesehatan gigi dan mulut, 500.000 layanan perawatan gigi gratis, dan 195.000 layanan perawatan secara online (teledentistry) terutama saat pandemi Covid-19.
 

SEBELUMNYA

Konser Miliaran Cinta Siap Tampil dengan Konsep Berbeda, Yovie Widianto Pastikan Persiapan Matang

BERIKUTNYA

Rony Parulian Hidupkan Kembali Lagu Legendaris Salahi Aku di Konser Miliaran Cinta

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga