Ilustrasi Google. (Sumber gambar: Solen Feyissa/Unsplash)

Perusahaan Induk Rolling Stone dkk Gugat Google, Persoalkan Fitur Ringkasan AI

16 September 2025   |   15:49 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Penske Media Corporation (PMC), perusahaan induk Rolling Stone, Billboard, Variety, Hollywood Reporter, hingga Deadline, menggugat Google terkait ringkasan yang dihasilkan oleh AI di situs pencarian. Google disebut secara ilegal menggunakan konten penerbit media untuk membuat ringkasan AI sehingga merusak bisnis mereka.

PMC mengeklaim bahwa ringkasan AI yang sering muncul di bagian atas hasil pencarian Google membuat pengguna tidak mengklik sumber berita yang dibacanya di situs-situs media mereka. Hal ini pun dianggap mengganggu lalu lintas trafik media mereka, dan Google telah mengambil keuntungan secara ilegal dari hasil kerja para reporter.

CEO Penske Media, Jay Penske, mengatakan hasil kerja jurnalisme saat ini makin terancam dengan adanya fitur AI Overviews yang dibuat oleh Google. Dia pun menegaskan bahwa pihaknya memiliki tanggung jawab untuk secara proaktif memperjuangkan masa depan media digital dan menjaga integritas.

"Sebagai penerbit global terkemuka, kami memiliki kewajiban untuk melindungi jurnalis terbaik PMC dan jurnalisme peraih penghargaan sebagai sumber kebenaran," ujarnya dikutip dari Tech Crunch. 

Baca juga: Panduan Membuat Prompt Miniatur AI, Ubah Foto Jadi Figurin Digital dengan Google Gemini 

Dalam gugatannya, PMC menuduh Google terus menggunakan monopoli sebagai situs pencarian raksasa untuk memaksa mereka agar mengizinkan Google menerbitkan ulang konten PMC di AI Overviews, serta menggunakan konten tersebut untuk melatih model AI-nya. 

Meskipun PMC mengizinkan Google untuk menjelajahi situs web dari media-media mereka dalam pertukaran akses untuk lalu lintas yang merupakan kesepakatan mendasar guna mendukung produksi konten untuk web komersial terbuka, Google baru-baru ini disebut mulai mengaitkan partisipasinya dalam kesepakatan ini dengan transaksi lain yang tidak disetujui oleh PMC dan penerbit lain.

PMC dilaporkan menjadi perusahaan media besar Amerika pertama yang menggugat Google atas fitur Overviews atau ringkasan berbasis AI. Meski demikian, PMC bukan lah perusahaan pertama yang melayangkan kritik dan gugatan serupa.

Perusahaan pendidikan daring Chegg menggugat Google pada Februari 2025, begitu pula sekelompok penerbit independen di Eropa yang melayangkan gugatan serupa. The News/Media Alliance atau Aliansi Berita/Media juga telah angkat bicara tentang fitur tersebut, dan menyebutnya sebagai "definisi pencurian", serta menuntut tindakan dari Departemen Kehakiman.

 

f

Tampilan AI Overviews. (Sumber gambar: Google)

Sejak meluncurkan AI Overviews pada 2024, Google telah dikritik karena mengancam model bisnis penerbit ataupun penulis karena telah menggunakan konten secara ilegal, guna membuat ringkasan dan jawaban berbasis AI dalam situs pencarian mereka.

Juru bicara Google, José Castañeda, melontarkan pembelaan dan mengklaim bahwa fitur AI Overviews sering digunakan oleh para pengguna dan memberikan manfaat bagi mereka dalam melakukan pencarian. Termasuk, menciptakan peluang baru untuk menemukan konten tertentu.

"Setiap hari, Google mengirimkan miliaran klik ke situs-situs di seluruh web, dan AI Overviews mengirimkan lalu lintas ke lebih banyak situs. Kami akan melawan klaim-klaim yang tidak berdasar ini," kata Castañeda.

Namun, PMC dan pihak penerbit lain mengatakan kehadiran AI Overviews justru membuat pengguna jadi tidak perlu membuka tautan situs media mereka yang disediakan di hasil pencarian, hingga akhirnya mereka mengalami penurunan lalu lintas dan pendapatan yang signifikan.

Dikutip dari The Verge, PMC mengklaim dalam gugatannya bahwa pendapatan dari tautan afiliasi turun lebih dari sepertiga pada 2025, dan mereka mengaitkan hal tersebut secara langsung dengan penurunan lalu lintas dari Google.

Perusahaan tersebut juga mengklaim sedang berada dalam situasi yang sulit dan serba merugikan. Perusahaan dapat memblokir Google untuk mengindeks kontennya, yang pada dasarnya menghapus situs-situs media mereka dari semua hasil pencarian, yang akan semakin menghancurkan bisnis. Atau, perusahaan dapat terus menyediakan materi pelatihan AI untuk Google, yang justru menambah 'bahan bakar' ke api yang mengancam seluruh bisnis penerbitan PMC.

"Sebagai syarat pengindeksan konten penerbit untuk pencarian, Google kini mewajibkan penerbit untuk juga menyediakan konten tersebut untuk penggunaan lain yang mengkanibal atau mendahului rujukan pencarian. Satu-satunya cara bagi PMC untuk tidak ikut serta adalah dengan menghapus dirinya sepenuhnya dari pencarian Google, yang akan menjadi bencana besar," demikian tulis gugatan PMC.

Meskipun Google telah menepis keluhan bahwa AI Overviews mengurangi lalu lintas ke penerbit, gugatan tersebut juga menyatakan Google tidak memberikan informasi pesaing yang kredibel mengenai lalu lintas rujukan pencarian.

Gugatan ini menambah daftar panjang penerbit, penulis maupun kreator yang menggugat perusahaan AI terkait masalah hak cipta. hasilkan. Encyclopedia Britannica, Merriam-Webster, dan News Corp baru-baru ini menggugat  teknologi AI Perplexity.

Sementara itu, Microsoft dan OpenAI telah menjadi sasaran New York Times, New York Daily News, Chicago Tribune, dan lainnya terkait gugatan serupa. Google  juga tengah menghadapi gugatan antimonopoli atas AI Overviews yang dilayangkan sejumlah perusahaan dan kreator di Eropa. 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

6 Negara Teraman di Dunia, Cocok untuk Solo Traveling

BERIKUTNYA

Cek Daftar Lengkap Pemenang Seoul International Drama Awards 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga