Anak sedang bermain gim (Sumber gambar/ilustrasi: Pexels/ Tima Miroshnichenko)

Tidak Semua Berbahaya, Ini Rekomendasi Gim Sesuai Usia Anak

01 September 2025   |   15:56 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Tidak semua gim berbahaya bagi anak. Sebaliknya, permainan digital bisa membantu proses tumbuh dan kembang bila dipilih dengan tepat. Mulai dari puzzle sederhana untuk anak SD hingga gim strategi bagi remaja SMA, setiap tahap usia memiliki jenis permainan yang dapat mendukung perkembangan kognitif, sosial, dan emosional.

Psikolog Rahma Dianti mengatakan bahwa setiap usia memiliki tahapan perkembangan yang berbeda, dengan perubahan dari berbagai macam aspek seperti aspek fisik dan biologis, kognitif, emosional, sosial, dan moral.

Baca Juga: Pecah Rekor, Game Roblox Dimainkan 47,3 Juta Pemain Secara Bersamaan 

“Oleh karena itu, kesesuaian sebuah gim dengan anak perlu melihat tahapan perkembangan yang saat ini sedang anak-anak lalui, serta kematangan emosional dan kemampuan regulasi diri anak tersebut.” katanya dalam siaran pers pada Senin, 1 September 2025.

Meskipun permainan yang ada sudah sesuai dengan usia anak, orang tua tidak berarti membebaskan anak bermain begitu saja. Anak tetap perlu mendapatkan pengawasan dengan cara orang tua memahami konten dan rating resminya.

Pengawasan penting dilakukan mengingat setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Berikut bentuk gim yang sesuai dan dapat menjadi rujukan Genhype ketika hendak memberikan anak permainan.

 

Sekolah Dasar

 
Anak-anak pada rentang usia 7-12 tahun atau jenjang sekolah dasar mulai mengalami perkembangan kognitif dengan kemampuan berpikir konkret yang kian matang. Jadi, mereka sudah dapat memahami aturan yang konsisten dan logika. Namun, mereka masih membutuhkan contoh yang nyata. Selain itu, anak di rentang sekolah dasar juga mulai mengembangkan kompetensi sosial.

Dengan begitu, anak-anak di rentang sekolah dasar dapat bermain gim-gim puzzle sederhana, gim yang dapat melatih memori dan konsentrasi, gim dengan visualisasi yang konkret, dan berbagai macam permainan kolaboratif yang mendorong anak untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan anak-anak seusia.
 

Anak Sekolah Menengah Pertama


Anak dengan jenjang Sekolah Menengah Pertama atau 12-15 tahun sedang mengalami transisi kemampuan berpikir dari yang nyata menjadi lebih abstrak, memiliki penalaran yang lebih baik, dan mengalami berbagai macam perubahan aspek biologis serta kognitif secara emosi dan sosial.

Kondisi tersebut membuat anak-anak dengan rentang usia SMP cenderung ingin melakukan eksplorasi yang lebih mendalam tentang peran, nilai-nilai, dan kepercayaan.

Dengan begitu, terdapat 3 bentuk gim yang dapat diberikan kepada anak-anak di usia ini, yakni gim dengan narasi dan cerita yang lebih kompleks, seperti gim strategi yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir abstrak.

Selain itu, gim yang dapat mengembangkan empati dan pengambilan perspektif yang berbeda, serta gim kelompok kompetitif dengan moderasi yang baik dan dalam lingkungan yang terkontrol juga dapat menjadi pilihan.
 

Sekolah Menengah Atas


Anak di jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas atau berusia 15-18 tahun kian mampu melakukan penalaran abstrak, pengambilan keputusan, dan penyelesaian masalah yang lebih baik. Perkembangan moral juga semakin matang dan mulai membentuk identitas diri yang telah dimulai sejak memasuki usia remaja.

Anak-anak di rentang usia ini pun dapat mencoba gim strategi yang lebih kompleks, gim simulasi dan manajemen yang dapat melatih kemampuan perencanaan masa depan, dan gim yang dapat mengasah kemampuan berpikir kritis yang lebih jauh.

“Game-game kreatif dapat sesuai untuk berbagai usia apabila kompleksitas dan tingkat kerumitannya disesuaikan dengan usia anak-anak,” ujarnya.

Baca Juga: Tanggapan Psikolog Soal Bahaya Game Roblox dan Larangan dari Pemerintah

SEBELUMNYA

Heboh Penjarahan Kucing Uya Kuya, Ini Tips Redakan Stres pada Kucing Kesayangan

BERIKUTNYA

Nonton Hemat di Jakarta, Ini Daftar Bioskop dengan Tiket di Bawah Rp40.000

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga