Ilustrasi TikTok (Sumber gambar: Unsplash)

Imbas Demo Rusuh, TikTok Nonaktifkan Sementara Fitur Live

31 August 2025   |   14:53 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Pada Jumat (29/8/2025) sekitar 21.00 WIB, pengguna TikTok mengeluhkan fitur siaran langsung (live streaming) yang tiba-tiba hilang. Fitur itu mendadak tidak bisa digunakan oleh pengguna di Indonesia saja, sementara di negara lain fitur ini masih bisa diakses seperti biasa.

Sejumlah warganet mengeluhkan hal ini melalui media sosial lain seperti Instagram dan X. Mereka mengaku tidak bisa mengakses fitur yang selama ini menjadi salah satu daya tarik utama platform tersebut. Selain itu, banyak UMKM yang biasa melakukan live commerce di platform tersebut juga kebingungan dengan penangguhan ini.

Baca Juga: Fenomena Live TikTok Saat Demo, Antara Media Pengawasan Publik & Ajang Cari Gift

Adapun kondisi ini muncul di tengah situasi sosial-politik Indonesia yang sedang memanas. Diketahui, sejak Senin (25/8/2025), aksi demonstrasi besar berlangsung di berbagai kota di Indonesia. Aksi tersebut dipicu oleh berbagai hal, di antaranya isu kenaikan tunjangan anggota DPR RI, tuntutan masyarakat akan transparasi tunjangan pejabat, hingga insiden meninggalnya pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan yang dilaporkan tertabrak kendaraan taktis Brimob saat aksi demonstrasi berlangsung.

Pihak TikTok memberikan keterangan resmi pada Sabtu (30/8/2025) mengenai penangguhan fitur siaran langsung tersebut. Melalui pernyataan tertulis, perusahaan menyebut langkah penangguhan ini dilakukan secara sukarela sebagai bentuk upaya pengamanan tambahan.

“Sehubungan dengan meningkatnya kekerasan dalam aksi unjuk rasa di Indonesia, kami mengambil langkah-langkah pengamanan tambahan untuk menjaga TikTok tetap menjadi ruang yang aman dan beradab. Sebagai bagian dari langkah ini, kami secara sukarela menangguhkan fitur TikTok LIVE selama beberapa hari ke depan di Indonesia. Kami juga terus menghapus konten yang melanggar Panduan Komunitas dan memantau situasi yang ada,” tulis keterangan TikTok.

TikTok mengaku sukarela melakukan penangguhan ini dengan tujuan meredam kemungkinan konten yang disebut berpotensi memecah bela saat situasi Indonesia makin panas. Langkah ini menimbulkan beragam respons. Di satu sisi, ada pengguna yang menilai keputusan TikTok dapat membantu meredam penyebaran konten provokatif dan mencegah informasi tidak terverifikasi yang berpotensi memperkeruh suasana.

Namun, di sisi lain, sebagian warganet menganggap kebijakan ini terlalu membatasi ruang berekspresi dan mengurangi kesempatan masyarakat untuk menyampaikan situasi di lapangan secara langsung.

Sejauh ini, belum ada informasi pasti kapan fitur Live akan kembali diaktifkan. TikTok hanya menegaskan akan terus memantau kondisi di Indonesia sebelum membuka kembali akses.

Adapun fitur siaran langsung kerap menjadi sarana masyarakat untuk mendokumentasikan peristiwa penting termasuk aksi protes atau situasi darurat, sekaligus menjadi jalur komunikasi cepat bagi publik. Banyak jurnalisme warga juga lahir dari platform tersebut.

Kini, para pengguna TikTok di Indonesia harus menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai kapan fitur Live bisa kembali diakses sembari mengikuti perkembangan situasi sosial yang masih dinamis di berbagai daerah.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan siaran langsung di TikTok ketika demo, mengingat metode tersebut rawan disalahgunakan untuk provokasi maupun mencari keuntungan dari gift virtual.

Baca Juga: Link CCTV Pantau Kondisi Jalanan di Jakarta Pascademo, dari Senen, Senayan, hingga Menteng

SEBELUMNYA

Finalis Miss Grand Indonesia 2025 Resmi Diumumkan Jelang Malam Puncak Grand Final

BERIKUTNYA

Antisipasi Kondisi yang Belum Stabil, Museum Nasional Tutup Sementara

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga