Aktris Chelsea Islan (kiri), Happy Salma (tengah), dan Reza Rahardian (kanan) memerankan tokoh Annelis, Nyai Ontosoroh, dan Minke, dalam media preview pementasan teater Bunga Penutup Abad di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Kamis (28/8/2025). (sumber gambar: Hypeabis.id/Robby Fathan)

Panggung Putar Jadi Suguhan Baru Pementasan Bunga Penutup Abad

29 August 2025   |   10:00 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Teater Bunga Penutup Abad kembali dipentaskan dalam perayaan 100 Tahun Pramoedya Ananta Toer pada 29–31 Agustus 2025 di Ciputra Artpreneur, Jakarta. Diproduksi Titimangsa, pertunjukan ini menghadirkan kembali karya penting sang sastrawan sekaligus mengenalkannya lebih luas ke publik.

Pentas Bunga Penutup Abad merupakan alih wahana dari dua buku pertama Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer, yakni Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa. Pementasan tahun ini menjadi edisi keempat setelah sebelumnya sukses digelar pada 2016, 2017, dan 2018.

Baca juga: Pentas Bunga Penutup Abad Bakal Tampilkan Keindahan Bahasa Indonesia Klasik

Sutradara Wawan Sofwan menjelaskan, berbeda dengan pementasan terdahulu, kali ini mereka menghadirkan sejumlah kebaruan untuk memberikan pengalaman segar bagi penonton. Dari sisi naskah, cerita mengalami penyesuaian dan pemadatan sehingga tetap memikat sekaligus mudah diikuti.

Dari segi artistik, skenografi panggung juga diperkaya dengan penggunaan panggung putar yang belum pernah diaplikasikan sebelumnya. Konsep ini memungkinkan perpindahan adegan berlangsung lebih dinamis, sekaligus menghadirkan pengalaman menonton yang lebih imersif.

“Kami memperkuat struktur dramatik, terutama perkembangan psikologis Annelies, sehingga cerita ini tidak hanya relevan bagi generasi muda, tetapi juga tetap segar untuk mereka yang sudah pernah menonton,” ungkap Wawan saat ditemui Hypeabis.id, Kamis, (28/8/25) seusai media preview.
 

Sejumlah pemain dalam media preview pementasan teater Bunga Penutup Abad di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Kamis (28/8/2025). (sumber gambar: Hypeabis.id/Robby Fathan)

Sejumlah pemain beraksi di atas panggng  dalam media preview pementasan teater Bunga Penutup Abad di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Kamis (28/8/2025). (sumber gambar: Hypeabis.id/Robby Fathan)


Setali tiga uang, produser Happy Salma menuturkan bahwa pementasan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Seabad Pram yang digagas oleh Pramoedya Ananta Toer Foundation. Menurutnya, momentum ini menjadi pengingat bahwa karya-karya Pram tidak hanya abadi, tetapi juga terus relevan lintas generasi.

Dia menambahkan, kisah Nyai Ontosoroh, Minke, dan Annelies selalu menghadirkan inspirasi sekaligus refleksi bagi masyarakat. Pementasan kali ini juga menjadi ajang reuni yang menyenangkan dengan banyak pihak yang pernah terlibat dalam produksi sebelumnya.

“Saya terharu melihat begitu banyak orang yang memberikan hati dan tenaganya untuk kerja-kerja kesenian. Ekosistem seni pertunjukan semakin bertumbuh, pihak swasta dan pemerintahan berjalan beriringan, menunjukkan bahwa kebudayaan adalah kekuatan kita,” ujarnya.

Bunga Penutup Abad sendiri mengisahkan kehidupan Nyai Ontosoroh dan Minke setelah kepergian Annelies ke Belanda. Diliputi kekhawatiran, Nyai Ontosoroh mengutus Panji Darman, seorang pegawainya, untuk menemani Annelies ke mana pun ia pergi.

Sejak keberangkatan Annelies dari Pelabuhan Surabaya, Panji Darman mengirimkan surat-surat yang berisi kabar perjalanan ke Minke dan Nyai Ontosoroh. Surat-surat itu kemudian dibacakan Minke, membuka pintu nostalgia dan menghadirkan kembali jejak kebersamaan mereka bertiga.

Kumpulan surat ini sekaligus menjadi pengantar bagi penonton untuk menyelami kisah pertemuan Minke dengan Annelies dan Nyai Ontosoroh, hingga konflik besar ketika Nyai Ontosoroh digugat oleh anak tirinya, yang berujung pada keputusan pengadilan Hindia Belanda untuk membawa Annelies ke negeri asing.

Dalam pementasan kali ini, Happy Salma akan kembali berperan sebagai Nyai Ontosoroh, didampingi jajaran aktor papan atas Indonesia, di antaranya Reza Rahadian sebagai Minke, Chelsea Islan sebagai Annelies, Andrew Trigg sebagai Jean Marais, serta Sajani Arifin sebagai May Marais.

“Semoga pementasan alih wahana dari karya sastra terus menjadi pilihan untuk memahami karakter kebangsaan kita, mencintai bahasa yang indah, sekaligus menangkap simbol-simbol dan metafora yang tersimpan dalam karya sastra dan teater,” tutup Happy Salma.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

5 Film & Serial yang Memotret Kehidupan Ojek Online

BERIKUTNYA

Rolls-Royce Luncurkan Spectre Primavera, Ultra-Bespoke Bernuansa Musim Semi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: