Direktur Art & Bali Kelsang Dolma memberikan paparan saat acara media gathering di Jakarta, Selasa (25/8/2025). (sumber gambar: Hypeabis.id/Fanny Kusumawardhani)

Boyong 18 Galeri, Art & Bali 2025 Siap Hadirkan Seni Media Baru di Nuanu Creative City

27 August 2025   |   08:00 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Bursa seni rupa internasional Art & Bali segera dihelat. Menjadi salah satu perayaan seni media baru di Tanah Air, edisi pertama Art & Bali 2025 ini bakal berlangsung di Nuanu Creative City, Tabanan, Bali, pada 12–14 September 2025.

Mengusung tajuk Bridging Dichotomies, bursa seni ini berusaha menjembatani berbagai kontras dalam seni rupa hari ini. Mulai dari tradisi dan modernitas, alam dan teknologi, hingga manusia dan kecerdasan buatan.

Pada debutnya, Art & Bali digadang akan menghadirkan presentasi seni media baru yang lebih semarak. Sekaligus merayakan ekspresi artistik global dan kekayaan budaya Bali dalam ekosistem seni yang lebih luas.

Baca Juga: Penutupan Perayaan Seabad Pramoedya Ananta Toer Direncanakan Digelar di Jakarta

Kelsang Dolma, Direktur Art & Bali mengatakan, pada edisi kali ini pihaknya akan menghadirkan ratusan seniman dan berbagai program fenomenal. Mulai dari pameran, pertunjukan, percakapan, hingga rangkaian perayaan seni budaya.

Gelaran ini juga akan dihadiri seniman dari Indonesia maupun mancanegara seperti Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Spanyol. Total, pihaknya menggandeng 18 galeri lokal dan internasional untuk ikut memeriahkan acara ini.

Mereka adalah Art Agenda, Bagia Art Space, Bill Mohdor Studio, CONNEC ART, Dalam Seniman, Kotak: Art Collective, LAKU Art Space, Lucy Dream Art, N-CAS ISI Bali, Purga Artspace, RUANG//, Spacecraft Gallery, Superlative Gallery, Umah Seni Shibumi, dan Waworuntu Gallery.

“Kami sangat senang berkolaborasi dengan 18 galeri seni ini yang menjadi bagian dari edisi pertama. Namun kami juga ingin memastikan bahwa 70 persen dari penampilnya adalah seniman Indonesia,” katanya dalam media gathering di Jakarta, Selasa (26/8/25).
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Art & Bali (@artandbali)



Lebih lanjut, dia mengungkap bahwa Art & Bali memikirkan ulang bagaimana sebuah pameran seni dibangun. Salah satunya dengan menggunakan dinding berbahan baja galvanis dan panel MDF agar bisa digunakan kembali pada edisi-edisi mendatang.

Tak hanya itu, mereka juga bakal menghadirkan program spesial yang akan meramaikan Nuanu selama pameran. Mulai dari diskusi dan panel bersama figur regional maupun internasional hingga lokakarya dan masterclass dalam bidang tekstil, cetak, dan praktik kreatif.

“Ini adalah langkah sederhana namun signifikan, sebuah pengingat bahwa bahkan di dunia acara budaya, kreativitas dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab,” imbuhnya.

Selara, Mona Liem selaku kurator Terra Nexus di Art & Bali 2025 mengatakan, yang menarik dari gelaran ini adalah hadirnya karya-karya new media art yang merefleksikan semangat zaman. Termasuk mengeksplorasi pertemuan seni, sains, lingkungan, media imersif, dan ruang VR.

Selain menjadi yang pertama bagi sejumlah seniman untuk mengenalkan karya seni media baru mereka, bursa seni ini juga dapat menjadi laboratorium untuk bereksperimen. Sekaligus melihat bagaimana praktik kontemporer tradisional berintegrasi di ruang digital.

Deretan seniman yang akan tampil pun cukup mencuri perhatian, seperti Heri Dono, Nasirun, Nus Salomo, Popomangun, dan Rakhmi Fitriani. Ada pula seniman dari mancanegara seperti Justyna Gorowska, Valerio Vincenzo, Roger Ng Wei Lun, dan Jana Schafroth.

“Jika ada satu kata yang saya harap para pengunjung rasakan setelah datang ke Terra Nexus, itu adalah kebaruan,” paparnya.

Baca Juga: Sambut Pengakuan UNESCO, ANRI Gelar Pameran Arsip Surat-Surat Kartini

SEBELUMNYA

Curahan Reality Club yang Lebih Personal & Percaya Diri di Album Keempat

BERIKUTNYA

Taylor Swift Umumkan Pertunangan dengan Bintang NFL Travis Kelce

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: