Daftar 14 Seniman & Budayawan yang Dianugerahi Bintang Tanda Kehormatan Presiden RI
26 August 2025 |
16:26 WIB
Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan bintang tanda jasa dan kehormatan kepada 141 tokoh nasional dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara penganugerahan tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8/2025).
Dari sejumlah tokoh yang mendapat bintang tanda jasa dan kehormatan, beberapa diantaranya merupakan seniman dan budayawan. Mereka mendapatkan tanda kehormatan yang beragam mulai dari Bintang Mahaputera hingga Bintang Budaya Parama Dharma.
Beberapa tokoh seniman dan budayawan yang mendapatkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera yakni sastrawan senior Taufiq Ismail, budayawan Muhammad Ainun Najib, komposer Cornel Simanjuntak, seniman Benyamin Sueb dan penyanyi legendaris Titiek Puspa.
Sementara beberapa lainnya mendapatkan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma, yakni seniman Jaja Miharja, aktor senior Slamet Rahardjo, penyanyi senior Waljinah, seniman patung I Nyoman Nuarta, hingga komposer Idris Sardi.
Baca juga: Mengenal Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera dan Jenis-Jenisnya
Nama-nama tersebut mendapatkan bintang jasa dan tanda kehormatan dari Presiden RI karena dianggap telah berjasa luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran bangsa dan negara.
Selain itu, mereka yang mendapatkan gelar tersebut dianggap telah melakukan pengabdian dan pengorbanannya di bidangnya masing-masing yang besar manfaatnya bagi bangsa dan negara. Termasuk, dianggap telah memberikan darma bakti dan jasanya yang diakui secara luas di tingkat nasional dan internasional.
Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah daftar 14 seniman dan budayawan yang mendapatkan Bintang Jasa dan Tanda Kehormatan.
Taufiq Ismail adalah sastrawan yang dianggap sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan sastra Indonesia khususnya pada era 1960-an. Pada 1966, dia mendirikan majalah Horison yang khusus memuat karya-karya sastra bersama tokoh-tokoh lain, seperti Mochtar Lubis, P.K. Ojong, Zaini dan Arief Budiman. Ismail telah banyak menulis puisi di antaranya yang paling terkenal ialah "Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia" dan "Tirani dan Benteng".
Pria pemilik nama asli Ja'un Sulaiman Miharja ini adalah aktor, pelawak, penyanyi, sekaligus presenter yang dikenal dengan ucapan khasnya yakni "apaan tuh?". Seniman berusia 80 tahun ini juga dianggap sebagai salah satu tokoh yang memperkenalkan budaya musik Orkes Melayu di Indonesia sejak tahun 1960-an. Sejak 1970-an, Jaja juga aktif membintangi film dan sinetron, hingga namanya kian melejit saat menjadi presenter di acara Kuis Dangdut yang populer era 1990-an.
Waljinah adalah penyanyi keroncong-langgam Jawa yang telah berkarier sejak 1950-an. Sepanjang kariernya, dia telah mempopulerkan sejumlah lagu Jawa seperti "Yen Ing Tawang", "Bengawan Solo", "Walang Kekek", dan "Suwe Ora Jamu". Berkat kiprahnya, Waljinah dijuluki sebagai Ratu Keroncong.
Baca juga: Penyair Goenawan Mohamad Terima Penghargaan dari Raja Spanyol Felipe VI
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Dari sejumlah tokoh yang mendapat bintang tanda jasa dan kehormatan, beberapa diantaranya merupakan seniman dan budayawan. Mereka mendapatkan tanda kehormatan yang beragam mulai dari Bintang Mahaputera hingga Bintang Budaya Parama Dharma.
Beberapa tokoh seniman dan budayawan yang mendapatkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera yakni sastrawan senior Taufiq Ismail, budayawan Muhammad Ainun Najib, komposer Cornel Simanjuntak, seniman Benyamin Sueb dan penyanyi legendaris Titiek Puspa.
Sementara beberapa lainnya mendapatkan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma, yakni seniman Jaja Miharja, aktor senior Slamet Rahardjo, penyanyi senior Waljinah, seniman patung I Nyoman Nuarta, hingga komposer Idris Sardi.
Baca juga: Mengenal Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera dan Jenis-Jenisnya
Nama-nama tersebut mendapatkan bintang jasa dan tanda kehormatan dari Presiden RI karena dianggap telah berjasa luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran bangsa dan negara.
Selain itu, mereka yang mendapatkan gelar tersebut dianggap telah melakukan pengabdian dan pengorbanannya di bidangnya masing-masing yang besar manfaatnya bagi bangsa dan negara. Termasuk, dianggap telah memberikan darma bakti dan jasanya yang diakui secara luas di tingkat nasional dan internasional.
Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah daftar 14 seniman dan budayawan yang mendapatkan Bintang Jasa dan Tanda Kehormatan.
Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera
1. Taufiq Ismail
Taufiq Ismail adalah sastrawan yang dianggap sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan sastra Indonesia khususnya pada era 1960-an. Pada 1966, dia mendirikan majalah Horison yang khusus memuat karya-karya sastra bersama tokoh-tokoh lain, seperti Mochtar Lubis, P.K. Ojong, Zaini dan Arief Budiman. Ismail telah banyak menulis puisi di antaranya yang paling terkenal ialah "Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia" dan "Tirani dan Benteng". 2. Titiek Puspa
Titiek Puspa adalah penyanyi sekaligus pencipta lagu legendaris yang telah berkarier selama lebih dari 70 tahun sejak 1954. Sepanjang kariernya, dia telah banyak merilis lagu yang populer hingga kini seperti "Kupu-Kupu Malam" dan "Apanya Dong", termasuk membintangi sejumlah film. Titiek Puspa meninggal dunia pada usia 87 tahun pada 10 April 2025.3. Muhammad Ainun Najib
Pria yang akrab disapa Cak Nun ini ialah penulis sekaligus cendikiawan Muslim, yang memiliki cakupan pemikiran dan ilmu yang luas, mulai dari agama, sastra, teater, musik, filsafat, hingga pendidikan. Banyak orang mengatakan Cak Nun adalah manusia multidimensi, yang telah melahirkan ragam karya buku mulai dari esai, puisi, naskah drama, cerpen, musik puisi hingga transkrip Maiyahan.4. Cornel Simanjuntak
Mendiang Cornel Simanjuntak ialah pencipta lagu-lagu heroik dan patriotik Indonesia berdarah Batak, yang dianggap sebagai tokoh yang membawa bibit unggul perkembangan musik Tanah Air. Sejumlah lagu-lagu nasional yang telah diciptakannya diantaranya "Maju Tak Gentar", "Indonesia Tetap Merdeka", dan "Maju Indonesia".5. Benyamin Sueb
Pria yang akrab disapa Bang Ben ini adalah seniman multitalenta yang konsisten memperkenalkan budaya Betawi dalam karya-karyanya yang humoris tapi tak jarang bermuatan kritik sosial. Bang Ben memulai kariernya dengan merilis lagu-lagu baik solo maupun duet sejak akhir 1960-an. Mulai tahun 1970, dia aktif membintangi banyak judul film, hingga tampil di sinetron legendaris Si Doel Anak Sekolahan yang menjadi karya terakhirnya sebelum meninggal pada 1995.Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma
6. Jaja Miharja
Pria pemilik nama asli Ja'un Sulaiman Miharja ini adalah aktor, pelawak, penyanyi, sekaligus presenter yang dikenal dengan ucapan khasnya yakni "apaan tuh?". Seniman berusia 80 tahun ini juga dianggap sebagai salah satu tokoh yang memperkenalkan budaya musik Orkes Melayu di Indonesia sejak tahun 1960-an. Sejak 1970-an, Jaja juga aktif membintangi film dan sinetron, hingga namanya kian melejit saat menjadi presenter di acara Kuis Dangdut yang populer era 1990-an. 7. Slamet Rahardjo
Slamet Rahardjo adalah aktor sekaligus sutradara yang telah berkarier di dunia perfilman dan panggung teater selama lebih dari 50 tahun. Dia dikenal sebagai aktor serba bisa karena kehadirannya yang kuat dan realistis di film layar lebar, termasuk salah satu aktor paling disegani di generasinya. Sejak 1970-an hingga sekarang, seniman berusia 76 tahun ini masih aktif berkarya dan telah banyak menerima penghargaan baik di dalam maupun luar negeri.8. I Nyoman Nuarta
I Nyoman Nuarta adalah seniman patung sekaligus salah satu pelopor Gerakan Seni Rupa Baru (1976). Dia paling dikenal lewat mahakaryanya seperti Patung Fatmawati Soekarno, Patung Garuda Wisnu Kencana (Badung, Bali), Monumen Jalesveva Jayamahe (Surabaya), serta Monumen Proklamasi Indonesia (Jakarta). Nyoman juga dipercaya untuk pembangunan beberapa proyek di IKN Nusantara, salah satunya adalah Istana Presiden.9. Christine Hakim
Christine Hakim ialah aktris sekaligus produser yang telah berkarier selama lebih dari 50 tahun di industri perfilman Indonesia. Sejak tahun 1970-an, Christine telah membintangi banyak judul film, termasuk beberapa proyek Hollywood. Berkat kiprahnya, dia bahkan dijuluki sebagai grand dame sinema Indonesia, perempuan yang memiliki prestise atau kemampuan tinggi di bidangnya.
10. Waljinah
Waljinah adalah penyanyi keroncong-langgam Jawa yang telah berkarier sejak 1950-an. Sepanjang kariernya, dia telah mempopulerkan sejumlah lagu Jawa seperti "Yen Ing Tawang", "Bengawan Solo", "Walang Kekek", dan "Suwe Ora Jamu". Berkat kiprahnya, Waljinah dijuluki sebagai Ratu Keroncong. 11. Mochtar Lubis
Mendiang Mochtar Lubis ialah tokoh jurnalis sekaligus novelis yang turut mendirikan harian Indonesia Raya dan majalah sastra Horison. Sepanjang hidupnya, Mochtar Lubis telah melahirkan banyak karya kritis baik fiksi maupun nonfiksi sejak 1950-an, seperti novel Jalan Tak Ada Ujung (1952) dan Harimau! Harimau! (1975), serta buku Manusia Indonesia yakni pidato kebudayaannya yang terkenal yang disampaikan pada 1977 di TIM.12. Idris Sardi
Idris Sardi ialah pemain biola yang disegani pada era pascakemerdekaan. Sejak 1960-an, Idris Sardi aktif menjadi penata musik di sejumlah film hingga 182 judul sekaligus sangat aktif di berbagai kegiatan musik dan orkestrasi sampai ke luar negeri. Dia juga mendapat kepercayaan dari Presiden Suharto dan TNI AD untuk memimpin Satuan Musik Militer (Satsikmil) karena dianggap mampu memberikan inovasi dunia permusikan TNI AD.13. Gombloh
Gombloh adalah penyanyi sekaligus penulis lagu yang aktif bermusik sejak tahun 1960-an. Seniman pemilik nama asli Soedjarwoto ini dikenal karena karyanya yang paling populer yakni "Kebyar Kebyar", lagu bertema nasionalisme yang banyak banyak dinyanyikan pada masa perjuangan menuntut Reformasi. Cakupan tema karya-karya Gombloh sangat luas, mulai dari menceritakan kehidupan sehari-hari rakyat kecil, nasionalisme, hingga lagu-lagu berbahasa Jawa.14. Soekmono
Soekmono adalah sejarawan dan arkeolog telah berkiprah dalam bidang penelitian sejarah dan bangunan cagar budaya di berbagai daerah sejak tahun 1950-an. Soekmono merupakan orang Indonesia pertama yang lulus sebagai doktorandus dalam bidang studi arkeologi. Pada 1970, ia dipercaya oleh pemerintah untuk memimpin Proyek Pemugaran Candi Borobudur yang didanai oleh pemerintah dan UNESCO.Baca juga: Penyair Goenawan Mohamad Terima Penghargaan dari Raja Spanyol Felipe VI
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.