AXEAN Festival 2025 Siap Digelar, Ada 43 Penampilan Musisi Asia Tenggara
24 August 2025 |
17:00 WIB
AXEAN Festival siap digelar pada 13-14 September 2025 di Jimbaran Hub, Bali. Selama dua hari, festival musik berskala internasional itu mengajak sederet musisi dan publik luas untuk merayakan sekaligus mengenal perkembangan musik terkini khususnya di wilayah Asia Tenggara.
Bergulir sejak 2020, AXEAN Festival ialah platform ekspor musik Asia Tenggara yang menggabungkan festival penampilan dan konferensi musik lintas negara. Perhelatan ini disebut menjadi acara di Asia Tenggara pertama yang menghadirkan sejumlah musisi lintas wilayah dengan menggabungkan seni, inovasi, budaya, dan kolaborasi dalam bidang musik.
Baca juga: Lineup Fase Pertama AXEAN Festival 2025 Diumumkan, Tampilkan Musisi Asia Tenggara
Baca juga: Lineup Fase Pertama AXEAN Festival 2025 Diumumkan, Tampilkan Musisi Asia Tenggara
Menjadi edisi keenam, AXEAN Festival 2025 akan menghadirkan 43 penampilan dari sejumlah musisi Asia Tenggara yang terbagi ke dalam tiga panggung contemporary village center. Melengkapi daftar penampil sebelumnya, pihak penyelenggara mengumumkan lineup lengkap AXEAN Festival 2025.
Daftar lineup terbaru yang diumumkan mencakup nama-nama musisi yang tengah naik daun di skena musik Indonesia, mulai dari kuintet metal/hardcore AVHATH, duo folk Banda Neira yang punya banyak penggemar, aksi musik indie hiphop dari Gozal, hingga band rock alternatif Grizzly Cuive.
Ada juga band lintas genre Morbid Monke, musisi rock indie Sandstorm of Youth, grup indie melankolis sourmilk, musisi multibakat XANDEGA, hingga kolaborasi spesial antara band punk rock asli Bandung dan musisi Jason Ranti.
Lineup dilengkapi pula oleh berbagai macam musisi berbakat Asia, seperti musisi RnB Malaysia Alextbh, musisi Laos BIGPOM, penampilan rock indie dari Thailand LEMONY, band rock Cvptain Morgans dari Thailand, serta penulis lagu dan penyanyi dari Jepang Kiwako Ashimine.
Termasuk, musisi J-Indie Mettya Bizin (めっちゃ美人), proyek dreampop dari Vietnam Milkiwav, musisi indie Nghịch dari Vietnam, serta band dengan genre cair Weejah dari Filipina.
Nama-nama tersebut melengkapi daftar penampil yang sudah begitu beragam termasuk Billyrrom., Blindfold, Capt’n Trips and the Kid, Confined White, DJ Love, DOOR PLANT, Fauxe, Feel Koplo x Toxicdev!, Jangar, Johnny Mafia, Kelompok Penerbang Roket, L’Alphalpha, Lustbass, MANJA, Ministry Of, One Click Straight, Shanghai Quitian, Shye, SIMILE LAND, S.O.L.E., Su San, Terrer, dan Valentina Ploy.
Co-founder AXEAN Festival, Piyapong Muenprasertdee, mengatakan satu hal dari pergeseran yang paling ditunggu dalam kancah musik global, terutama di antara para pemirsa muda, adalah runtuhnya batasan genre tradisional dan penampang bahasa. Musik hari ini, menurutnya, lebih cair dan tak-berbatas ketimbang sebelumnya, dimana hal ini turut menciptakan peluang luar biasa bagi para musisi dari segala penjuru dunia untuk terhubung dengan pendengar baru.
"Di AXEAN Festival, kami bermaksud untuk menjadi sebuah platform yang mengedepankan semangat penjelajahan sonik ini dan tenggang paham lintas budaya. Kami lebih-lebih sangat menantikan debut segmen baru yang difokuskan pada musisi elektronik yang melebur pengaruh lokal budaya mereka—menciptakan genre yang bandel, musik yang relevan secara global namun juga masih berakar dalam pada kebudayaan lokal," ujarnya.
Piyapong menambahkan lebih dari musik, AXEAN Festival 2025 juga hendak merayakan identitas kebudayaan Bali yang kaya, dengan pengalaman terkurasi melalui lokapasar yang penuh oleh produk, karya, dan pangan dari Pulau Dewata.
"Elemen-elemen ini akan membuat para pengunjung lebih terhubung lebih dalam dengan komunitas kreatif di Bali, menjadikan festival ini sebagai pertemuan budaya multimatra," imbuhnya.
"Elemen-elemen ini akan membuat para pengunjung lebih terhubung lebih dalam dengan komunitas kreatif di Bali, menjadikan festival ini sebagai pertemuan budaya multimatra," imbuhnya.
Tak hanya pertunjukan dari para penampil, AXEAN Festival 2025 juga akan menghadirkan sederet program menarik lainnya, seperti Club SEA Showcase, panggung khusus yang menyoroti musik elektronik dan klub, genre yang menurutnya cukup digandrungi saat ini dan siap diekspor gaungnya di seluruh dunia.
Mulai dari funkot atau dangdut Indonesia, vinahouse Vietnam, manyao Singapura/Malaysia, hingga budots Filipina, konsep panggung pertunjukan segar ini dibuat untuk merayakan genre-genre akar rumput yang unik, sekaligus mendefinisikan ulang skena club internasional dengan sentuhan lokal yang sangat khas.
Sejalan dengan filosofi yang mengutamakan musisi, AXEAN Festival 2025 juga akan menampilkan Music Conference dan Songwriting Camp. Keduanya dirancang untuk menciptakan peluang yang bermakna bagi dialog lintas batas, kolaborasi, dan kemitraan industri.
Konferensi ini mencakup diskusi panel yang dikurasi, pertemuan bisnis, dan jaringan terstruktur antara delegasi regional dan internasional. Sementara itu, song writing camp selama empat hari yang diselenggarakan menjelang festival utama mengundang musisi dan produser terpilih untuk berkreasi bersama dalam lingkungan yang kolaboratif dan lintas budaya.
Selama empat hari, musisi, produser, maupun penulis lagu terpilih akan berada dalam ruang yang sama untuk bertukar ide dan menciptakan karya-karya lagu. Tahun lalu, program ini berhasil menghasilkan 20 lagu orisinal, menjadi bukti potensi kreatif yang besar dari para musisi.
Untuk hadir ke AXEAN Festival 2025, pengunjung bisa membeli tiketnya yang terbagi menjadi tiga kategori, yang dijual dengan harga mulai dari Rp150.000 untuk 1 Day Pass dan Rp250.000 untuk 2 Day Pass. Tiketnya bisa dibeli melalui situs ataupun aplikasi Loket.com, atau lewat link berikut ini.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.