Penumpang memasuki gerbong KRL. (Sumber foto: JIBI/Hypeabis.id/Fanny Kusumawardhani)

Serba-Serbi Kereta Api Khusus Petani-Pedagang yang Masuk Tahap Uji Coba

24 August 2025   |   08:04 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Biaya logistik yang tinggi, akses jalan terbatas, hingga waktu tempuh panjang sering kali menjadi tantangan bagi petani maupun pedagang untuk mendistribusikan hasil panen atau dagangan mereka ke pasar kota. Kini, mereka bisa sampai ke pasar kota dengan cepat dan nyaman, dengan kereta api khusus petani dan pedagang.
 
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memperkenalkan Kereta Penumpang Kelas Ekonomi (K3) Khusus Petani-Pedagang. Kereta khusus ini dirancang untuk membantu mobilitas petani dan pedagang, sekaligus mempermudah pengangkutan hasil panen maupun barang dagangan dengan lebih leluasa, aman, dan efisien.

Baca juga: Usulan Tempat Merokok di Kereta: YLKI & KAI Tegaskan Tidak Boleh Merokok di Dalam Kereta
 
Nantinya, para petani dan pedagang bisa memanfaatkan moda transportasi kereta api khusus yang lebih memudahkan mobilitas mereka. Kereta Api Khusus Petani-Pedagang hadir untuk menggerakkan hasil panen juga logistik lainnya dari desa ke kota, menghubungkan hasil kerja keras masyarakat dengan denyut nadi ekonomi bangsa.
 
Untuk lebih mengenal, berikut adalah serba-serbi Kereta Api Khusus Petani-Pedagang.

 

1. Modifikasi Kereta Bisnis & Ekonomi

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan pengembangan Kereta Khusus Petani-Pedagang saat ini tengah dimodifikasi di UPT Balai Yasa Surabaya Gubeng. Dia menjelaskan bahwa gagasan kereta ini bukanlah hal baru. 
 
Ide pengembangan kereta ini mulai dibahas sejak Mei 2024. Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui proses modifikasi sarana. Adapun, Kereta Petani-Pedagang merupakan hasil modifikasi dari kereta kelas bisnis dan ekonomi yang saat ini tengah memasuki tahap pengujian.
 
"Kami ingin kereta api menjadi sahabat perjalanan para petani dan pedagang. Dengan transportasi yang tepat, rantai pasok akan lebih kuat, peluang usaha lebih terbuka, dan aktivitas ekonomi daerah semakin bergerak," katanya dalam keterangan resminya.

2. Desain Kereta Petani-Pedagang

Kereta Petani-Pedagang memiliki eksterior rangkaian berwarna hijau dengan siluet bulir padi putih yang menjadi ciri khas tersendiri dibandingkan dengan kereta-kereta lainnya. Konsep desainnya mengedepankan kemudahan akses dan ruang angkut yang lebih luas.
 
Tempat duduk dipasang sejajar di sisi kiri dan kanan kereta, sehingga ruang tengah lapang untuk menempatkan hasil pertanian atau barang dagangan, sekaligus memudahkan pergerakan di dalam kereta. Selain perubahan tata letak tempat duduk, sejumlah detail teknis juga dimodifikasi agar sesuai dengan kebutuhan khusus ini.
 
Lebar pintu bordes diperbesar dari 800 mm menjadi 900 mm, sekat partisi dan bordes dihilangkan untuk memperlancar akses barang, serta jumlah kursi disesuaikan menjadi 73 dari sebelumnya 106 tempat duduk. Adapun, sarana toilet tetap tersedia satu unit per kereta, sementara rak bagasi dipertahankan untuk kenyamanan penumpang. 
 

3. Mirip Slow Train di China

Kereta Api Petani-Pedagang yang dibuat KAI mirip dengan konsep slow train di China. Diketahui, China telah mengoperasikan kereta petani sejak tahun 2006. Uniknya, kereta ini berfungsi ganda sebagai transportasi hasil tani sekaligus pasar berjalan. Dengan kecepatan rendah sekitar 40 kilometer per jam, fokus utamanya bukan efisiensi waktu, melainkan kesejahteraan sosial.
 
Para petani di China dapat membawa hasil bumi mereka ke kota besar, bahkan berjualan langsung di dalam kereta maupun di stasiun pemberhentian. Harga tiketnya sangat murah, dan terbukti membantu meningkatkan pendapatan petani serta menjadi bagian penting dalam revitalisasi pedesaan.
 

4. Kapan Operasional Kereta Petani-Pedagang?

Anne mengatakan Kereta Petani-Pedagang telah menjalani uji statis yang dilaksanakan pada 14–15 Agustus 2025 di UPT Balai Yasa Surabaya Gubeng, kemudian dilanjutkan dengan uji dinamis pada 15 Agustus 2025 dengan rute Surabaya Gubeng–Lamongan (pulang-pergi). 
 
Pengujian tahap pertama ini dilakukan oleh jajaran KAI. Sementara untuk tahap pengujian selanjutnya akan melibatkan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan hingga mendapatkan sertifikasi agar aspek keselamatan terpenuhi secara menyeluruh, sebelum kereta api tersebut bisa melayani masyarakat. 
 
Meski demikian, terkait rencana pengoperasian seperti rute, jadwal kereta, harga tiket dan lainnya, Anne menyampaikan hal tersebut akan diinfokan lebih lanjut. “Hadirnya kereta ini adalah bukti nyata komitmen KAI dalam memperluas akses transportasi publik yang inklusif, sekaligus mendukung roda perekonomian masyarakat," ujarnya.
 
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Pragmata 2026, Game Aksi Petualangan Capcom dengan Cerita Futuristik

BERIKUTNYA

Profil Para Juara Clash of Champions 2, Vannes Jadi Pemenang

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: