Kenali Bahan-bahan yang Dibutuhkan Kulit Sebelum Membeli Skincare
16 August 2025 |
21:00 WIB
Industri kecantikan mengalami pertumbuhan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Perawatan kulit merupakan investasi jangka panjang yang dapat dinikmati konsumen dengan membeli beragam produk kecantikan yang tersedia secara masif, terutama skincare.
Bahan-bahan produk skincare baru pun bermunculan dan menjadi tren di media sosial secara berkala. Di dunia maya, sering kali muncul buzzwords mengenai kelebihan dari bahan di dalam produk kecantikan tersebut agar konsumen semakin tertarik untuk membelinya.
Namun, yang perlu dipertimbangkan, apakah produk tersebut diperlukan kulit kita? Sebab, ada istilah populer yang kerap disebutkan influencer hingga dokter: your skin is unique.
Baca juga: Kenali Tipe Kulitmu Sebelum Pilih Skincare yang Tepat
Kulit tiap orang memiliki karakteristik tersendiri. Sebagian orang memiliki kulit berminyak, sebagian lagi memiliki kulit kering, ada pula yang memiliki kulit normal ataupun kombinasi dari keduanya.
Selain itu, setiap kulit juga memiliki kebutuhan yang berbeda-beda sehingga kita perlu memastikan apa yang dibutuhkan oleh kulit kita. Satu atau beberapa bahan pun bisa memiliki kandungan yang dapat mengatasi berbagai masalah kulit.
In this economy, membeli berbagai macam skincare yang viral di media sosial rasanya akan percuma jika itu tidak bekerja pada kulit kita. Menurut Healthline, dalam memilih skincare, pembeli perlu memperhatikan bagaimana skincare tersebut harus digunakan serta apa bahan yang terkandung dalam skincare, termasuk mengetahui bahan-bahan aktif yang tidak boleh digunakan bersamaan.
Selain itu, direkomendasikan juga untuk memilih produk-produk yang telah teruji secara dermatologis ataupun produk dari perusahaan yang bekerja sama dengan profesional.
Sebelum membeli skincare, ada baiknya memastikan kecocokan antara bahan-bahan yang terkandung di dalamnya dengan kulit. Sebagian orang memiliki kulit yang lebih sensitif sehingga tidak cocok dengan beberapa bahan aktif. Akan tetapi, selain itu, kecocokan kulit juga dipengaruhi oleh alergi pada bahan-bahan tertentu.
Untuk memperkecil kemungkinan risikonya, Genhype bisa membeli produk skincare dengan label hypoallergenic yang mengandung lebih sedikit bahan pemicu alergi. Meskipun demikian, standar untuk mencantumkan label ini pada produk skincare belum ditetapkan oleh pemerintah sehingga produk hypoallergenic belum tentu 100% aman bagi pengguna yang rentan alergi.
Oleh karena itu, selain mengenali karakteristik kulit, kita juga perlu mengenali dan memperhatikan bahan-bahan yang terkandung dalam produk skin care sebelum membelinya. Beberapa bahan yang perlu dihindari di antaranya adalah parfum dan pewarna sintetis, serta propylene glycol yang bisa mengakibatkan iritasi hingga alergi.
Selain itu, coconut oil yang bisa melembabkan kulit juga harus dihindari karena dapat memicu radang jerawat. CBD oil yang konon bersifat inflamasi pun belum terbukti kebenarannya, jadi bahan tidak perlu digunakan. Bahan-bahan lain, seperti salicylic acid, glycolic acid, dan benzoyl peroxide juga mungkin tidak cocok pada sebagian orang.
Lalu, bahan-bahan apa saja yang telah diakui oleh dermatologis?
Azelaic acid: Efektif untuk menenangkan jerawat dan rosacea pada kulit karena bersifat anti inflamasi. Akan tetapi, produk yang memiliki kandungan azelaic acid di atas 15% memerlukan resep dokter.
Zinc: Biasanya terdapat dalam produk-produk sunscreen. Zinc juga teruji sebagai alternatif yang efektif untuk mengobati jerawat hingga mempercepat penyembuhan luka.
Ascorbyl palmitate: Salah satu bentuk vitamin C, efektif dalam melindungi kulit dari radikal bebas, mendukung produksi kolagen, dan mengurangi hiperpigmentasi. Meski begitu, hindarilah penggunaan bahan ini bersamaan dengan retinol atau retinoid, benzoyl peroxide, serta AHA/BHA.
Vitamin E dan C: Vitamin E mengandung antioksidan yang bisa melindungi kulit dari radikal bebas. Dengan sifat-sifat vitamin C, keduanya akan menjadi perpaduan yang baik bagi kulit.
Retinol dan retinoid: Keduanya merupakan bentuk vitamin A. Retinol biasanya memerlukan resep dokter, tetapi retinoid banyak yang dijual bebas. Keduanya baik untuk mencegah kerutan di wajah, menyamarkan garis halus, hingga mengatasi jerawat. Kendati demikian, kedua bahan ini tidak cocok jika digunakan bersama benzoyl peroxide, vitamin C, salicylic acid, serta AHA/BHA. Di sisi lain, retinol dan retinoid akan sangat baik jika dipadukan dengan hyaluronic acid.
Peptides: Penelitian menemukan bahwa jenis-jenis peptides bisa menghambat penuaan dini. Peptides juga aman jika digunakan bersama dengan retinol.
Niacinamide: Niacinamide atau vitamin B-3 dapat mengatasi kemerahan, jerawat, melindungi kulit dari sinar UV, mencegah kerutan dan garis halus, bersifat anti inflamasi, serta mencerahkan kulit. Akan tetapi, bahan ini tidak boleh digunakan bersama AHA/BHA.
Ekstrak green tea: Ekstrak alami dari teh hijau dapat bermanfaat untuk menenangkan kulit, mengurangi dampak dari sinar matahari dan radikal bebas, serta mengatasi rosacea.
Ceramide: Ceramide dapat melembabkan kulit serta melindungi kulit dari polusi dan cuaca yang ekstrim. Selain itu, penelitian juga mengatakan bahwa bahan ini dapat menghidrasi kulit kering.
Hyaluronic acid: Bahan ini sangat populer untuk memperbaiki skin barrier. Selain membuat kulit lebih plumpy, hyaluronic acid juga bermanfaat untuk melembutkan kulit, menghidrasi, mengatasi garis halus serta kerutan. Hyaluronic acid akan menjadi kombinasi yang sempurna bersama ceramide.
Kojic acid dan tranexamic acid: Kedua bahan ini dapat mengatasi hiperpimentasi. Selain mengatasi hiperpigmentasi, kojic acid juga memberikan proteksi bagi kulit dari sinar UV.
Bahan-bahan produk skincare baru pun bermunculan dan menjadi tren di media sosial secara berkala. Di dunia maya, sering kali muncul buzzwords mengenai kelebihan dari bahan di dalam produk kecantikan tersebut agar konsumen semakin tertarik untuk membelinya.
Namun, yang perlu dipertimbangkan, apakah produk tersebut diperlukan kulit kita? Sebab, ada istilah populer yang kerap disebutkan influencer hingga dokter: your skin is unique.
Baca juga: Kenali Tipe Kulitmu Sebelum Pilih Skincare yang Tepat
Kulit tiap orang memiliki karakteristik tersendiri. Sebagian orang memiliki kulit berminyak, sebagian lagi memiliki kulit kering, ada pula yang memiliki kulit normal ataupun kombinasi dari keduanya.
Selain itu, setiap kulit juga memiliki kebutuhan yang berbeda-beda sehingga kita perlu memastikan apa yang dibutuhkan oleh kulit kita. Satu atau beberapa bahan pun bisa memiliki kandungan yang dapat mengatasi berbagai masalah kulit.
In this economy, membeli berbagai macam skincare yang viral di media sosial rasanya akan percuma jika itu tidak bekerja pada kulit kita. Menurut Healthline, dalam memilih skincare, pembeli perlu memperhatikan bagaimana skincare tersebut harus digunakan serta apa bahan yang terkandung dalam skincare, termasuk mengetahui bahan-bahan aktif yang tidak boleh digunakan bersamaan.
Selain itu, direkomendasikan juga untuk memilih produk-produk yang telah teruji secara dermatologis ataupun produk dari perusahaan yang bekerja sama dengan profesional.
Sebelum membeli skincare, ada baiknya memastikan kecocokan antara bahan-bahan yang terkandung di dalamnya dengan kulit. Sebagian orang memiliki kulit yang lebih sensitif sehingga tidak cocok dengan beberapa bahan aktif. Akan tetapi, selain itu, kecocokan kulit juga dipengaruhi oleh alergi pada bahan-bahan tertentu.

Produk skincare (Sumber gambar: Freepik)
Oleh karena itu, selain mengenali karakteristik kulit, kita juga perlu mengenali dan memperhatikan bahan-bahan yang terkandung dalam produk skin care sebelum membelinya. Beberapa bahan yang perlu dihindari di antaranya adalah parfum dan pewarna sintetis, serta propylene glycol yang bisa mengakibatkan iritasi hingga alergi.
Selain itu, coconut oil yang bisa melembabkan kulit juga harus dihindari karena dapat memicu radang jerawat. CBD oil yang konon bersifat inflamasi pun belum terbukti kebenarannya, jadi bahan tidak perlu digunakan. Bahan-bahan lain, seperti salicylic acid, glycolic acid, dan benzoyl peroxide juga mungkin tidak cocok pada sebagian orang.
Lalu, bahan-bahan apa saja yang telah diakui oleh dermatologis?
Azelaic acid: Efektif untuk menenangkan jerawat dan rosacea pada kulit karena bersifat anti inflamasi. Akan tetapi, produk yang memiliki kandungan azelaic acid di atas 15% memerlukan resep dokter.
Zinc: Biasanya terdapat dalam produk-produk sunscreen. Zinc juga teruji sebagai alternatif yang efektif untuk mengobati jerawat hingga mempercepat penyembuhan luka.
Ascorbyl palmitate: Salah satu bentuk vitamin C, efektif dalam melindungi kulit dari radikal bebas, mendukung produksi kolagen, dan mengurangi hiperpigmentasi. Meski begitu, hindarilah penggunaan bahan ini bersamaan dengan retinol atau retinoid, benzoyl peroxide, serta AHA/BHA.
Vitamin E dan C: Vitamin E mengandung antioksidan yang bisa melindungi kulit dari radikal bebas. Dengan sifat-sifat vitamin C, keduanya akan menjadi perpaduan yang baik bagi kulit.
Retinol dan retinoid: Keduanya merupakan bentuk vitamin A. Retinol biasanya memerlukan resep dokter, tetapi retinoid banyak yang dijual bebas. Keduanya baik untuk mencegah kerutan di wajah, menyamarkan garis halus, hingga mengatasi jerawat. Kendati demikian, kedua bahan ini tidak cocok jika digunakan bersama benzoyl peroxide, vitamin C, salicylic acid, serta AHA/BHA. Di sisi lain, retinol dan retinoid akan sangat baik jika dipadukan dengan hyaluronic acid.
Peptides: Penelitian menemukan bahwa jenis-jenis peptides bisa menghambat penuaan dini. Peptides juga aman jika digunakan bersama dengan retinol.
Niacinamide: Niacinamide atau vitamin B-3 dapat mengatasi kemerahan, jerawat, melindungi kulit dari sinar UV, mencegah kerutan dan garis halus, bersifat anti inflamasi, serta mencerahkan kulit. Akan tetapi, bahan ini tidak boleh digunakan bersama AHA/BHA.
Ekstrak green tea: Ekstrak alami dari teh hijau dapat bermanfaat untuk menenangkan kulit, mengurangi dampak dari sinar matahari dan radikal bebas, serta mengatasi rosacea.
Ceramide: Ceramide dapat melembabkan kulit serta melindungi kulit dari polusi dan cuaca yang ekstrim. Selain itu, penelitian juga mengatakan bahwa bahan ini dapat menghidrasi kulit kering.
Hyaluronic acid: Bahan ini sangat populer untuk memperbaiki skin barrier. Selain membuat kulit lebih plumpy, hyaluronic acid juga bermanfaat untuk melembutkan kulit, menghidrasi, mengatasi garis halus serta kerutan. Hyaluronic acid akan menjadi kombinasi yang sempurna bersama ceramide.
Kojic acid dan tranexamic acid: Kedua bahan ini dapat mengatasi hiperpimentasi. Selain mengatasi hiperpigmentasi, kojic acid juga memberikan proteksi bagi kulit dari sinar UV.
Baca juga: 5 Bahan Berbahaya yang Sering Ada di Skincare Oplosan dan Efeknya untuk Tubuh
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.