Prosesi Pemakaman Diogo Jota Dihadiri Tokoh Sepak Bola Dunia
07 July 2025 |
13:00 WIB
Suasana haru menyelimuti Igreja Matriz di Gondomar, Portugal, pada Sabtu (5/7/2025). Ratusan pelayat memadati pelataran gereja untuk mengiringi kepergian salah satu talenta terbaik yang dimiliki sepak bola Portugal, yaitu Diogo Jota.
Pemain Liverpool itu meninggal secara tragis dalam kecelakaan mobil pada 3 Juli bersama adik kandungnya, André Silva. Kabar kepergian Jota yang baru berusia 28 tahun ini membuat dunia sepak bola terhenyak.
Sosok yang dikenal berbahaya di kotak penalti itu ternyata menyisakan jejak yang dalam, tak hanya di lapangan hijau, tetapi juga di hati para sahabat dan rekan setimnya.
Baca juga: Liverpool Buka Buku Belasungkawa untuk Diogo Jota, Duka Selimuti Anfield
Prosesi pemakaman yang dipimpin langsung oleh uskup Porto ini dihadiri oleh banyak tokoh penting dunia sepak bola. Dari skuad Liverpool, tampak Virgil van Dijk dan Andy Robertson hadir membawa karangan bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Tak hanya dari klub, pemain dari timnas Portugal seperti Bernardo Silva dan Bruno Fernandes juga turut menyampaikan belasungkawa secara langsung.
Momen paling emosional terjadi ketika jenazah Jota diangkat ke dalam gereja oleh para kerabat dan teman dekatnya. Bisa dilihat betapa berat langkah mereka, seolah tak percaya bahwa Jota, yang baru saja menikah, memenangkan Premier League 2024/2025 dan beberapa gelar domestik lainnya, telah pergi untuk selamanya.
Jota dan adiknya, André Silva, tewas setelah mobil Lamborghini yang mereka tumpangi keluar jalur di jalan tol wilayah Zamora, Spanyol barat, sekitar pukul 00.30 waktu setempat pada Kamis dini hari. Menurut keterangan Guardia Civil pada Kamis, kecelakaan disebabkan oleh ban pecah saat mobil sedang menyalip kendaraan lain.
Akibatnya, kendaraan yang ditumpangi kakak beradik ini keluar dari jalur dan terbakar. Kedua bersaudara itu tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan tewas di lokasi kejadian.
Bagi Genhype yang mengikuti karier Jota sejak bergabung dengan Wolverhampton hingga jadi juru gedor andalan Liverpool, ini jelas bukan sekadar kehilangan pemain. Jota adalah simbol kerja keras, dedikasi, dan ketenangan dalam tekanan. Dalam 182 penampilannya bersama The Reds, ia mencetak 65 gol dan mencatatkan 26 assist, termasuk kontribusi penting di musim juara terakhir.
Banyak yang mengatakan bahwa Diogo Jota adalah pemain yang rendah hati meski bertabur prestasi. Ia kerap menjadi inspirasi bagi pesepak bola muda Portugal. Kini, jasadnya mungkin telah dimakamkan, tetapi semangat dan semilannya di lapangan akan terus hidup dalam ingatan para penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Untuk genhype yang ingin mengenang sosoknya lebih dalam, beberapa fans telah menginisiasi mural dan video tribute sebagai bentuk penghormatan. Diogo Jota mungkin telah berpulang, tetapi warisannya di dunia sepak bola akan terus mengalir mulai dari Anfield hingga setiap sudut lapangan sepak bola di Portugal.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Pemain Liverpool itu meninggal secara tragis dalam kecelakaan mobil pada 3 Juli bersama adik kandungnya, André Silva. Kabar kepergian Jota yang baru berusia 28 tahun ini membuat dunia sepak bola terhenyak.
Sosok yang dikenal berbahaya di kotak penalti itu ternyata menyisakan jejak yang dalam, tak hanya di lapangan hijau, tetapi juga di hati para sahabat dan rekan setimnya.
Baca juga: Liverpool Buka Buku Belasungkawa untuk Diogo Jota, Duka Selimuti Anfield
Prosesi pemakaman yang dipimpin langsung oleh uskup Porto ini dihadiri oleh banyak tokoh penting dunia sepak bola. Dari skuad Liverpool, tampak Virgil van Dijk dan Andy Robertson hadir membawa karangan bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Tak hanya dari klub, pemain dari timnas Portugal seperti Bernardo Silva dan Bruno Fernandes juga turut menyampaikan belasungkawa secara langsung.
Momen paling emosional terjadi ketika jenazah Jota diangkat ke dalam gereja oleh para kerabat dan teman dekatnya. Bisa dilihat betapa berat langkah mereka, seolah tak percaya bahwa Jota, yang baru saja menikah, memenangkan Premier League 2024/2025 dan beberapa gelar domestik lainnya, telah pergi untuk selamanya.
Jota dan adiknya, André Silva, tewas setelah mobil Lamborghini yang mereka tumpangi keluar jalur di jalan tol wilayah Zamora, Spanyol barat, sekitar pukul 00.30 waktu setempat pada Kamis dini hari. Menurut keterangan Guardia Civil pada Kamis, kecelakaan disebabkan oleh ban pecah saat mobil sedang menyalip kendaraan lain.
Akibatnya, kendaraan yang ditumpangi kakak beradik ini keluar dari jalur dan terbakar. Kedua bersaudara itu tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan tewas di lokasi kejadian.
Bagi Genhype yang mengikuti karier Jota sejak bergabung dengan Wolverhampton hingga jadi juru gedor andalan Liverpool, ini jelas bukan sekadar kehilangan pemain. Jota adalah simbol kerja keras, dedikasi, dan ketenangan dalam tekanan. Dalam 182 penampilannya bersama The Reds, ia mencetak 65 gol dan mencatatkan 26 assist, termasuk kontribusi penting di musim juara terakhir.
Banyak yang mengatakan bahwa Diogo Jota adalah pemain yang rendah hati meski bertabur prestasi. Ia kerap menjadi inspirasi bagi pesepak bola muda Portugal. Kini, jasadnya mungkin telah dimakamkan, tetapi semangat dan semilannya di lapangan akan terus hidup dalam ingatan para penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Untuk genhype yang ingin mengenang sosoknya lebih dalam, beberapa fans telah menginisiasi mural dan video tribute sebagai bentuk penghormatan. Diogo Jota mungkin telah berpulang, tetapi warisannya di dunia sepak bola akan terus mengalir mulai dari Anfield hingga setiap sudut lapangan sepak bola di Portugal.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.