Barranquilla Kota Termacet di Dunia, Bandung Masuk 20 Besar
06 July 2025 |
09:46 WIB
Kemacetan masih menjadi masalah utama di banyak kota besar dunia. Berdasarkan laporan TomTom Traffic Index 2024, kota-kota di Asia dan Amerika Selatan mendominasi daftar wilayah dengan waktu tempuh terlama per 10 kilometer. Di puncak daftar, Barranquilla di Kolombia mencatatkan diri sebagai kota termacet di dunia.
Dalam data terbaru tersebut, Barranquilla menempati posisi pertama karena mencatat waktu perjalanan rata-rata mencapai 36 menit 6 detik per 10 kilometer, yang tertinggi dari seluruh kota yang dianalisis dalam laporan ini.
Posisi kedua ditempati oleh Kolkata, India, dengan rata-rata 34 menit 33 detik, disusul Bengaluru dan Pune yang juga berasal dari India, masing-masing mencatatkan waktu tempuh 34 menit 10 detik dan 33 menit 22 detik.
Sementara itu, Indonesia juga masuk dalam daftar 20 besar. Kota Bandung berada di peringkat ke-12 dunia sebagai kota dengan kemacetan tertinggi, mencatat waktu rata-rata 32 menit 37 detik per 10 kilometer.
Waktu tempuh di Bandung hanya terpaut tipis dari kota-kota lain yang berada di posisi 8 hingga 16. Davao, Filipina, misalnya, ada di peringkat 8 dengan 32 menit 59 detik, sementara Arequipa, Peru, di posisi 16 dengan waktu 32 menit 1 detik.
Di sisi lain, kota yang paling lancar lalu lintasnya adalah Thousand Oaks, Amerika Serikat, yang berada di peringkat ke-501. Kota ini mencatat waktu tempuh hanya 8 menit 36 detik per 10 kilometer. Little Rock, Mesa, dan sejumlah kota lainnya di AS juga berada di posisi terbawah daftar.
TomTom Traffic Index 2024 mencakup 500 kota di 62 negara di enam benua, dengan pemeringkatan berdasarkan waktu tempuh rata-rata dan tingkat kemacetan menggunakan sistem metrik terpadu.
Pada 2024, sebanyak 379 dari 500 kota tercatat mengalami penurunan kecepatan rata-rata dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, kecepatan dalam kondisi optimal atau lalu lintas lancar justru menunjukkan sedikit peningkatan di sebagian kota.
“Temuan ini mengindikasikan bahwa penurunan kecepatan rata-rata lebih banyak disebabkan oleh faktor dinamis yang memengaruhi kemacetan, bukan perubahan pada infrastruktur jalan,” tulis laporan tersebut.
Waktu tempuh antarkota sangat dipengaruhi oleh kombinasi faktor statis dan dinamis yang menentukan kelancaran lalu lintas serta pengalaman berkendara secara keseluruhan.
Faktor statis mencakup aspek tetap dalam infrastruktur, seperti desain jalan, jumlah jalur, sistem satu arah, dan batas kecepatan. Jalan sempit, banyak persimpangan, serta zona padat penduduk turut memengaruhi pergerakan kendaraan.
Sementara itu, sinkronisasi lampu lalu lintas, keberadaan bundaran, dan rambu berhenti juga punya andil dalam membentuk efisiensi perjalanan. Di sisi lain, faktor dinamis, seperti kepadatan saat jam sibuk, kecelakaan, proyek konstruksi, hingga cuaca ekstrem bisa memperlambat perjalanan secara drastis.
Dalam kondisi tertentu, seperti hujan atau kabut, pengemudi perlu menyesuaikan kecepatan, yang berdampak pada waktu tempuh secara keseluruhan. Hari-hari dengan cuaca buruk pun kerap mencatat tingkat kemacetan tertinggi.
Berikut 20 besar kota termacet di dunia:​
​​​​​(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Dalam data terbaru tersebut, Barranquilla menempati posisi pertama karena mencatat waktu perjalanan rata-rata mencapai 36 menit 6 detik per 10 kilometer, yang tertinggi dari seluruh kota yang dianalisis dalam laporan ini.
Posisi kedua ditempati oleh Kolkata, India, dengan rata-rata 34 menit 33 detik, disusul Bengaluru dan Pune yang juga berasal dari India, masing-masing mencatatkan waktu tempuh 34 menit 10 detik dan 33 menit 22 detik.
Sementara itu, Indonesia juga masuk dalam daftar 20 besar. Kota Bandung berada di peringkat ke-12 dunia sebagai kota dengan kemacetan tertinggi, mencatat waktu rata-rata 32 menit 37 detik per 10 kilometer.
Waktu tempuh di Bandung hanya terpaut tipis dari kota-kota lain yang berada di posisi 8 hingga 16. Davao, Filipina, misalnya, ada di peringkat 8 dengan 32 menit 59 detik, sementara Arequipa, Peru, di posisi 16 dengan waktu 32 menit 1 detik.
Di sisi lain, kota yang paling lancar lalu lintasnya adalah Thousand Oaks, Amerika Serikat, yang berada di peringkat ke-501. Kota ini mencatat waktu tempuh hanya 8 menit 36 detik per 10 kilometer. Little Rock, Mesa, dan sejumlah kota lainnya di AS juga berada di posisi terbawah daftar.
TomTom Traffic Index 2024 mencakup 500 kota di 62 negara di enam benua, dengan pemeringkatan berdasarkan waktu tempuh rata-rata dan tingkat kemacetan menggunakan sistem metrik terpadu.
Pada 2024, sebanyak 379 dari 500 kota tercatat mengalami penurunan kecepatan rata-rata dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, kecepatan dalam kondisi optimal atau lalu lintas lancar justru menunjukkan sedikit peningkatan di sebagian kota.
“Temuan ini mengindikasikan bahwa penurunan kecepatan rata-rata lebih banyak disebabkan oleh faktor dinamis yang memengaruhi kemacetan, bukan perubahan pada infrastruktur jalan,” tulis laporan tersebut.
Waktu tempuh antarkota sangat dipengaruhi oleh kombinasi faktor statis dan dinamis yang menentukan kelancaran lalu lintas serta pengalaman berkendara secara keseluruhan.
Faktor statis mencakup aspek tetap dalam infrastruktur, seperti desain jalan, jumlah jalur, sistem satu arah, dan batas kecepatan. Jalan sempit, banyak persimpangan, serta zona padat penduduk turut memengaruhi pergerakan kendaraan.
Sementara itu, sinkronisasi lampu lalu lintas, keberadaan bundaran, dan rambu berhenti juga punya andil dalam membentuk efisiensi perjalanan. Di sisi lain, faktor dinamis, seperti kepadatan saat jam sibuk, kecelakaan, proyek konstruksi, hingga cuaca ekstrem bisa memperlambat perjalanan secara drastis.
Dalam kondisi tertentu, seperti hujan atau kabut, pengemudi perlu menyesuaikan kecepatan, yang berdampak pada waktu tempuh secara keseluruhan. Hari-hari dengan cuaca buruk pun kerap mencatat tingkat kemacetan tertinggi.
Berikut 20 besar kota termacet di dunia:​
- Barranquilla – Kolombia
- Kolkata – India
- Bengaluru – India
- Pune – India
- London – Inggris
- Kyoto – Jepang
- Lima – Peru
- Davao City – Filipina
- Trujillo – Peru
- Dublin – Irlandia
- Kumamoto – Jepang
- Bandung – Indonesia
- Tainan – Taiwan
- Manila – Filipina
- Medan – Indonesia
- Arequipa – Peru
- Mexico City – Meksiko
- Hyderabad – India
- Fukuoka – Jepang
- Cartagena – Kolombia
​​​​​(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.