Rumah Mendiang Bing Slamet Akan Dijadikan Museum Seni & Budaya
12 June 2025 |
09:00 WIB
Rumah mendiang seniman legendaris Indonesia, Bing Slamet, akan dijadikan museum seni dan budaya. Bing Slamet merupakan salah satu pelopor seni hiburan modern di Indonesia. Dia dikenal sebagai seniman serba bisa karena tak hanya pandai bermain musik, tetapi juga berakting di layar lebar dan melawak.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan rencana pendirian museum ini merupakan bentuk penghormatan atas karya dan jasa-jasa Bing Slamet, tidak hanya atas karya-karyanya yang lintas disiplin, tetapi juga perannya terhadap ekosistem seni Indonesia.
Baca juga: Kementerian Kebudayaan Kembali Buka Program Dana Indonesia 2025, Cek Informasinya
Fadli mengatakan rumah Bing Slamet jadi satu bangunan yang penting. Menurutnya, di sana pernah terjadi banyak pertemuan, dialog, dan cengkrama antara tokoh-tokoh seniman dan budayawan, yang pada akhirnya melahirkan karya-karya legendaris.
“Pemerintah bersama keluarga besar Bing Slamet telah lama merencanakan untuk menjadikan rumah almarhum sebagai museum,” ungkapnya.
Menteri penggemar keris ini menyebut rumah Bing Slamet secara umum masih menampilkan kesan asli. Kendati demikian, dia merasa perlu untuk sebagian area dilakukan renovasi ringan, terutama terkait kebutuhan infrastruktur pendukung.
Namun, renovasi ringan ini harus dikerjakan secara terukur untuk menjaga keaslian bangunan, khususnya kamar pribadi Bing Slamet, demi nilai historisnya.
Menbud yang belum lama ini berkunjung ke sana juga sempat menginspeksi benda-benda dan berbagai koleksi pribadi almarhum. Di sana, katanya, masih ada gitar, piagam penghargaan, hingga memorabilia.
Menurutnya, peninggalan-peninggalan tersebut merupakan harta karun berharga. Dia berharap rumah bersejarah ini segera bisa dikembangkan menjadi Museum Bing Slamet, sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya terhadap dunia seni budaya Indonesia.
“Kita berharap, melalui kolaborasi lintas sektor, rumah ini dapat diaktivasi menjadi ruang kegiatan seni yang hidup, yang tidak hanya mengenang sosok Bing Slamet sebagai seniman besar, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda,” jelasnya.
Rencana ini merupakan langkah awal dalam menghadirkan ruang edukasi budaya yang inspiratif sekaligus menjadi bentuk nyata apresiasi negara terhadap para pelaku seni yang telah berjasa besar bagi bangsa.
Sementara itu, Putri Bing Slamet, Iyut Bing Slamet, mengatakan bahwa ayahnya merupakan tokoh besar yang layak dikenal tidak hanya oleh generasi muda di dalam negeri, tetapi juga masyarakat internasional.
Dia mengatakan ke depan akan mulai mengumpulkan koleksi pribadi almarhum, seperti gitar, piagam, hingga memorabilia untuk dibingkai. Lalu, ditempatkan di display khusus.
“Semua ini akan dilengkapi dengan narasi informatif agar masyarakat mengetahui kontribusi besar Bing Slamet terhadap dunia seni dan budaya Indonesia," jelas Iyut.
Bing Slamet dikenal sebagai salah satu maestro seni multitalenta yang pernah dimiliki Indonesia. Dia merupakan seniman yang memiliki kemampuan lengkap, dari bernyanyi, bermain alat musik, berakting, hingga melawak.
Perjalanannya di dunia seni dimulai pada tahun 1944 saat dia bergabung dengan kelompok Teater Panjtha Warna. Tak lama kemudian, dia turut serta dalam Divisi I Brawijaya sebagai bagian dari Barisan Penghibur. Di sana bakatnya dalam musik dan komedi mulai berkembang pesat.
Karier profesional Bing Slamet di dunia hiburan makin terbuka lebar ketika dia menjadi anggota Orkes Terang Bulan. Selama perjalanannya, dia turut membentuk sejumlah grup lawak ternama seperti Trio Los Gilos, Trio SAE, EBI, dan Kwartet Jaya.
Lewat grup-grup ini, dia menunjukkan kepiawaiannya dalam membawakan humor yang cerdas dan menghibur, serta memperkuat posisinya sebagai salah satu pelopor hiburan modern Indonesia.
Karya terakhir Bing Slamet tercatat dalam film Bing Slamet Koboi Cengeng, yang dirilis pada era 1970-an. Film ini menjadi penanda penting sekaligus warisan berharga dalam perjalanan panjang kariernya di dunia seni.
Hingga kini, nama Bing Slamet tetap dikenang sebagai sosok seniman besar yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi perkembangan dunia hiburan Indonesia.
Baca juga: Misi Kebudayaan Indonesia, Menbud Fadli Zon Jajaki Kolaborasi dengan Timur Tengah
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan rencana pendirian museum ini merupakan bentuk penghormatan atas karya dan jasa-jasa Bing Slamet, tidak hanya atas karya-karyanya yang lintas disiplin, tetapi juga perannya terhadap ekosistem seni Indonesia.
Baca juga: Kementerian Kebudayaan Kembali Buka Program Dana Indonesia 2025, Cek Informasinya
Fadli mengatakan rumah Bing Slamet jadi satu bangunan yang penting. Menurutnya, di sana pernah terjadi banyak pertemuan, dialog, dan cengkrama antara tokoh-tokoh seniman dan budayawan, yang pada akhirnya melahirkan karya-karya legendaris.
“Pemerintah bersama keluarga besar Bing Slamet telah lama merencanakan untuk menjadikan rumah almarhum sebagai museum,” ungkapnya.
Menteri penggemar keris ini menyebut rumah Bing Slamet secara umum masih menampilkan kesan asli. Kendati demikian, dia merasa perlu untuk sebagian area dilakukan renovasi ringan, terutama terkait kebutuhan infrastruktur pendukung.
Namun, renovasi ringan ini harus dikerjakan secara terukur untuk menjaga keaslian bangunan, khususnya kamar pribadi Bing Slamet, demi nilai historisnya.
Menbud yang belum lama ini berkunjung ke sana juga sempat menginspeksi benda-benda dan berbagai koleksi pribadi almarhum. Di sana, katanya, masih ada gitar, piagam penghargaan, hingga memorabilia.
Menurutnya, peninggalan-peninggalan tersebut merupakan harta karun berharga. Dia berharap rumah bersejarah ini segera bisa dikembangkan menjadi Museum Bing Slamet, sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya terhadap dunia seni budaya Indonesia.
“Kita berharap, melalui kolaborasi lintas sektor, rumah ini dapat diaktivasi menjadi ruang kegiatan seni yang hidup, yang tidak hanya mengenang sosok Bing Slamet sebagai seniman besar, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda,” jelasnya.
Rencana ini merupakan langkah awal dalam menghadirkan ruang edukasi budaya yang inspiratif sekaligus menjadi bentuk nyata apresiasi negara terhadap para pelaku seni yang telah berjasa besar bagi bangsa.
Sementara itu, Putri Bing Slamet, Iyut Bing Slamet, mengatakan bahwa ayahnya merupakan tokoh besar yang layak dikenal tidak hanya oleh generasi muda di dalam negeri, tetapi juga masyarakat internasional.
Dia mengatakan ke depan akan mulai mengumpulkan koleksi pribadi almarhum, seperti gitar, piagam, hingga memorabilia untuk dibingkai. Lalu, ditempatkan di display khusus.
“Semua ini akan dilengkapi dengan narasi informatif agar masyarakat mengetahui kontribusi besar Bing Slamet terhadap dunia seni dan budaya Indonesia," jelas Iyut.
Bing Slamet dikenal sebagai salah satu maestro seni multitalenta yang pernah dimiliki Indonesia. Dia merupakan seniman yang memiliki kemampuan lengkap, dari bernyanyi, bermain alat musik, berakting, hingga melawak.
Perjalanannya di dunia seni dimulai pada tahun 1944 saat dia bergabung dengan kelompok Teater Panjtha Warna. Tak lama kemudian, dia turut serta dalam Divisi I Brawijaya sebagai bagian dari Barisan Penghibur. Di sana bakatnya dalam musik dan komedi mulai berkembang pesat.
Karier profesional Bing Slamet di dunia hiburan makin terbuka lebar ketika dia menjadi anggota Orkes Terang Bulan. Selama perjalanannya, dia turut membentuk sejumlah grup lawak ternama seperti Trio Los Gilos, Trio SAE, EBI, dan Kwartet Jaya.
Lewat grup-grup ini, dia menunjukkan kepiawaiannya dalam membawakan humor yang cerdas dan menghibur, serta memperkuat posisinya sebagai salah satu pelopor hiburan modern Indonesia.
Karya terakhir Bing Slamet tercatat dalam film Bing Slamet Koboi Cengeng, yang dirilis pada era 1970-an. Film ini menjadi penanda penting sekaligus warisan berharga dalam perjalanan panjang kariernya di dunia seni.
Hingga kini, nama Bing Slamet tetap dikenang sebagai sosok seniman besar yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi perkembangan dunia hiburan Indonesia.
Baca juga: Misi Kebudayaan Indonesia, Menbud Fadli Zon Jajaki Kolaborasi dengan Timur Tengah
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.