Buku Slaves to Fashion Karya Monica L. Miller Jadi Inspirasi Pameran Met Gala 2025
28 April 2025 |
13:53 WIB
Ajang fesyen ikonik dunia, Met Gala akan dihelat pada Senin, 5 Mei 2025 di Metropolitan Museum of Art, New York City, Amerika Serikat. Acara ini bertujuan untuk penggalangan dana, yang menandai pembukaan resmi pameran tahunan oleh Costume Institute.
Tahun ini pameran Costume Institute mengusung tema Superfine: Tailoring Black Style yang akan berlangsung pada 10 Mei hingga 26 Oktober 2025 di The Met Fifth Avenue dan terbuka untuk umum.
Baca juga: Menengok Sejarah Tren Fashion Bohemian yang Ekspresif dan Berjiwa Bebas
Pameran ini akan mengeksplorasi sejarah dan pengaruh dandisme kulit hitam dalam membentuk identitas budaya selama lebih dari 3 abad yang terinspirasi dari buku Slaves to Fashion: Black Dandyism and the Styling of Black Diasporic Identity (2009) karya Monica L. Miller.
Buku Slaves to Fashion merupakan kajian budaya pionir yang mengupas peran dandisme kulit hitam dalam pembentukan identitas diaspora Afrika dari abad ke-18 hingga era kontemporer. Ditulis oleh, Monica L. Miller yang merupakan Profesor dan Ketua Departemen Studi Africana di Barnard College, Columbia University, dan diterbitkan oleh Duke University Press pada Oktober 2009 berjumlah 408 halaman.
Mengutip laman resmi Duke University Press, melalui bukunya, Miller menelusuri sejarah dandisme kulit hitam, dimulai dari tokoh seperti Julius Soubise di Inggris abad ke-18 hingga seniman kontemporer seperti Yinka Shonibare.
Sang penulis menyoroti bagaimana dandisme, gaya berpakaian yang elegan dan flamboyan, digunakan oleh pria kulit hitam sebagai alat untuk mengekspresikan identitas, menantang stereotip rasial, gender, dan kelas-kelas sosial.
Slaves to Fashion menerima William Sanders Scarborough Prize dari Modern Language Association pada 2010 dan masuk dalam daftar pendek Modernist Studies Association Book Prize pada tahun yang sama. Karya ini telah menjadi referensi penting dalam studi budaya, sastra, dan mode, serta menginspirasi pameran seperti Superfine: Tailoring Black Style yang menjadi bagian dari rangkaian acara Met Gala 2025.
Pameran Met Gala Superfine: Tailoring Black Style yang dihelat 10 Mei hingga 26 Oktober 2025 di The Met Fifth Avenue dikurasi oleh Andrew Bolton dari Costume Institute bersama Monica L. Miller sendiri sebagai kurator tamu.
Nantinya akan ditampilkan lebih dari 150 karya, termasuk pakaian, aksesori, lukisan, fotografi, seni dekoratif, dan film, yang menggambarkan bagaimana dandisme kulit hitam berfungsi sebagai strategi estetika dan politik untuk menantang stereotip serta membentuk identitas individu dalam konteks ras, kelas, gender, dan seksualitas.
Areanya akan dibagi menjadi 12 bagian tematik, masing-masing mewakili karakteristik yang mendefinisikan gaya dandy, yakni Ownership, Presence, Distinction, Disguise, Freedom, Champion, Respectability, dan Jook. Selain itu, juga mengacu pada konsep dalam esai Zora Neale Hurston yang bertajuk Characteristics of Negro Expression, berupa Heritage, Beauty, Cool, dan Cosmopolitanism.
Baca juga: Miley Cyrus Siap Rilis Album Something Beautiful, Gabungkan Musik dan Fashion
Tema yang diusung kali ini merupakan yang pertama kalinya sejak 2003, di mana pameran Met Gala berfokus secara eksklusif pada pakaian pria, khususnya karya desainer kulit hitam. Nantinya, koleksi yang ditampilkan mencakup karya dari desainer kontemporer seperti Virgil Abloh, Grace Wales Bonner, dan Dapper Dan, serta pakaian bersejarah yang dikenakan oleh tokoh-tokoh seperti Frederick Douglass dan Muhammad Ali.
Tahun ini pameran Costume Institute mengusung tema Superfine: Tailoring Black Style yang akan berlangsung pada 10 Mei hingga 26 Oktober 2025 di The Met Fifth Avenue dan terbuka untuk umum.
Baca juga: Menengok Sejarah Tren Fashion Bohemian yang Ekspresif dan Berjiwa Bebas
Pameran ini akan mengeksplorasi sejarah dan pengaruh dandisme kulit hitam dalam membentuk identitas budaya selama lebih dari 3 abad yang terinspirasi dari buku Slaves to Fashion: Black Dandyism and the Styling of Black Diasporic Identity (2009) karya Monica L. Miller.
Buku Slaves to Fashion merupakan kajian budaya pionir yang mengupas peran dandisme kulit hitam dalam pembentukan identitas diaspora Afrika dari abad ke-18 hingga era kontemporer. Ditulis oleh, Monica L. Miller yang merupakan Profesor dan Ketua Departemen Studi Africana di Barnard College, Columbia University, dan diterbitkan oleh Duke University Press pada Oktober 2009 berjumlah 408 halaman.
Mengutip laman resmi Duke University Press, melalui bukunya, Miller menelusuri sejarah dandisme kulit hitam, dimulai dari tokoh seperti Julius Soubise di Inggris abad ke-18 hingga seniman kontemporer seperti Yinka Shonibare.
Sang penulis menyoroti bagaimana dandisme, gaya berpakaian yang elegan dan flamboyan, digunakan oleh pria kulit hitam sebagai alat untuk mengekspresikan identitas, menantang stereotip rasial, gender, dan kelas-kelas sosial.
Slaves to Fashion menerima William Sanders Scarborough Prize dari Modern Language Association pada 2010 dan masuk dalam daftar pendek Modernist Studies Association Book Prize pada tahun yang sama. Karya ini telah menjadi referensi penting dalam studi budaya, sastra, dan mode, serta menginspirasi pameran seperti Superfine: Tailoring Black Style yang menjadi bagian dari rangkaian acara Met Gala 2025.
Pameran Superfine: Tailoring Black Style
Pameran Met Gala Superfine: Tailoring Black Style yang dihelat 10 Mei hingga 26 Oktober 2025 di The Met Fifth Avenue dikurasi oleh Andrew Bolton dari Costume Institute bersama Monica L. Miller sendiri sebagai kurator tamu.Nantinya akan ditampilkan lebih dari 150 karya, termasuk pakaian, aksesori, lukisan, fotografi, seni dekoratif, dan film, yang menggambarkan bagaimana dandisme kulit hitam berfungsi sebagai strategi estetika dan politik untuk menantang stereotip serta membentuk identitas individu dalam konteks ras, kelas, gender, dan seksualitas.
Baca juga: Miley Cyrus Siap Rilis Album Something Beautiful, Gabungkan Musik dan Fashion
Tema yang diusung kali ini merupakan yang pertama kalinya sejak 2003, di mana pameran Met Gala berfokus secara eksklusif pada pakaian pria, khususnya karya desainer kulit hitam. Nantinya, koleksi yang ditampilkan mencakup karya dari desainer kontemporer seperti Virgil Abloh, Grace Wales Bonner, dan Dapper Dan, serta pakaian bersejarah yang dikenakan oleh tokoh-tokoh seperti Frederick Douglass dan Muhammad Ali.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.