Ilustrasi AI (Sumber gambar: Unsplash/Hitesh Choudhary)

Menengok Kecanggihan AI Image Generator yang Kian Banyak Diminati

23 August 2023   |   17:14 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Tahun ini generative artificial intelligence (GAI) cukup menjadi pembicaraan hangat. AI berbasis diffusion itu berhasil menarik perhatian banyak orang karena bisa membuat siapa saja mampu menghasilkan gambar yang indah meski dia bukan fotografer atau ilustrator ternama.

Cukup dengan memasukkan gambar atau kata perintah tertentu, AI bisa menghasilkan rekomendasi gambar sesuai dengan keinginan penggunanya. Meski terbilang baru, berbagai inovasi baru terus bermunculan di segmen teknologi ini.

Salah satunya dilakukan oleh Qualcomm yang menciptakan ControlNet. Berbeda dari generative artificial intelligence (GAI) lain, cara kerja ControlNet berbasis hybrid. Teknologi ini tidak sepenuhnya bergantung pada sistem Cloud, tetapi juga mengandalkan AI yang tertanam di dalam perangkat.

Baca juga: Mengenal DALL-E 2, Artificial Intelligence yang Ciptakan Gambar dari Kata-Kata

Senior Manager Business Development Qualcomm Indonesia Dominikus Susanto mengatakan teknologi hybrid yang dikembangkan di AI ini membuat pengguna tidak perlu khawatir soal privasi. Sebab, pengguna bisa menggunakan GAI sesuai dengan kebutuhan tanpa perantara pihak ketiga.

Menurutnya, semua gambar yang dihasilkan akan bersifat pribadi dan tidak tersimpan di cloud pihak ketiga. Hal ini karena AI di ControlNet sudah mampu menjalankan perintah hanya di dalam perangkat, bahkan sudah bisa dijalankan tanpa koneksi internet.

“Teknologi ini menggunakan kombinasi edge dan cloud sehingga data pribadi tetap aman,” ungkap Dominikus Susanto.

Cara penggunaannya pun mudah. Pengguna hanya perlu menuju aplikasi ControlNet. Kemudian, pengguna bisa melakukan sejumlah perintah tertentu untuk menghasilkan gambar yang diinginkan. Dalam hitungan detik, AI akan menghasilkan gambar sesuai dengan perintah tersebut.

Perintah pada AI tidak terbatas dalam bentuk teks. Misalnya, dalam demo yang dibagikan, pengguna bisa mengirimkan gambar setengah jadi, seperti gambar sketsa awal, lalu AI akan menyempurnakan gambar tersebut dengan estetika tertentu yang bisa dimanipulasi berdasarkan perintah.
 

Ilustrasi AI (Sumber gambar: Unsplash/Owen Beard)

Ilustrasi AI (Sumber gambar: Unsplash/Owen Beard)


Sementara itu, OpenAI juga memiliki generative artificial intelligence (GAI) bernama DALL-E. Pada versi kedua perangkat tersebut, sistem AI mereka sudah bisa menghasilkan gambar dan seni yang lebih realistis dan akurat dengan resolusi 4 kali lebih besar dibanding sebelumnya.

DALL-E memiliki dua kemampuan utama. Pertama adalah menerjemahkan teks ke dalam gambar. Sistem ini membuat AI bisa membuat gambar dari perintah yang sesuai dengan keinginan penggunanya. Kedua, pengguna dapat mengunggah gambar ke sistem DALL-E, kemudian sistem AI akan merekomendasikan gambar-gambar lain dengan artstyle serupa.

Pengguna juga bisa melakukan edit, seperti ukuran, warna, dan gaya gambar. Hal ini akan membuat gambar yang dihasilkan terasa lebih personal. Pengguna juga bisa menghapus sesuatu yang dirasa mengganggu sehingga gambar akan terasa lebih sempurna.

Executive Director Indonesia ICT Institute Heru Sutadi mengatakan bahwa AI ke depan memang akan terus berkembang dan masif digunakan. Pada satu sisi, hal ini akan memunculkan banyak inovasi, hadirnya beragam kreativitas baru, dan membantu kerja manusia.

Namun, ada juga hal negatif yang bisa muncul, seperti fake image yang bisa melanggar privasi atau etika. Kemudian, tak menutup kemungkinan juga dapat mendorong tindak pidana tertentu. Oleh karena itu, penggunaan teknologi ini mesti bijak dan bahkan perlu diregulasi.

Baca juga:  OpenAI Kembangkan Artificial Intelligence yang Mengerti Moral & Etika Mirip Manusia

Editor: Puput Ady SuUkarno

SEBELUMNYA

Mengenal LDCT, Metode Skrining Kanker Paru Berbasis Kecerdasan Buatan

BERIKUTNYA

3 Rekomendasi Kuteks dengan Pilihan Warna Cantik dan Bisa Menutrisi Kuku

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: