Tick Tick Boom (2021): Film yang nikmat dan memotivasi para pemimpi untuk percaya pada mimpinya

07 March 2022   |   09:47 WIB
Image
Dave Senju Penulis lepas yang menulis secara rutin dalam diri dan kepalanya

Like
Film biografi yang diangkat melalui sebuah drama musikal ciptaan Johnatan Larson dengan judul yang sama dikemas apik oleh sutradara Lin-Manuel Miranda. Komposisi dan sinematografi yang fluid membuat film ini terasa khas dan terasa dari sisi emosi maupun setiap adegan dalam frame film ini. Berlatar sebuah drama musikal yang bernama Tick Tick Boom, film ini dibuka oleh Andrew Garfield yang memerankan seorang Johnatan Larson yang dalam kisahnya sedang memerankan tokoh Jon yang merupakan komposer di New York dengan seting waktu 1990. Jon, komposer yang seminggu lagi akan berumur 30 tahun dan dengan mimpinya ia berharap sebelum ulang tahunnya ia berhasil mengadakan drama musikal di Broadway New York.

Cerita ini sebenarnya merupakan auto-biografi yang Larson tulis sebelum kematiannya pada 25 Januari 1996. Dituang dalam bentuk drama musikal serta imajinasi tinggi seorang Jon, tentang masa depan dimana manusia sudah sangat bergantung dengan gawainya sehingga kehilangan makna hidup serta perasaannya. Hanya dengan premis sederhana tentang seorang komposer yang berlomba dengan waktu untuk merealisasikan ide dan karyanya film ini sukses membuat penonton untuk merasakan emosi serta intrik yang dekat dengan kehidupan kita. Lin-Manuel meramu adegan demi adegan dengan lembut namun memberikan kesan kuat dari penyampaian cerita. Penggabungan ciamik antara karya asli Tick Tick Boom yang ditulis oleh Larson serta pengalihan dari drama musik menuju screenplay oleh Steve Levenson disulap menjadi film inspiratif berdurasi 1 jam 55 menit oleh Lin-Manuel.

Pengkarakteran dalam film ini juga digarap dengan begitu serius dan setiap tokoh memiliki warna serta personalitasnya sendiri. 3 tokoh yang paling menonjol serta memiliki peran penting disini ialah John Larson, Susan dan Michael. Andrew Garfield disini memiliki personalitas kuat atas Johnatan Larson sehingga ia tidak sama sekali mengambil persona Peter Parker dalam Amazing Spiderman. Hal tersebut menunjukan bahwa Andrew Garfield memang kuat dalam segi memerankan tokoh dan hal tersebut bisa dilihat ketika ia memerankan Johnatan Larson. Feel yang ditunjukan oleh Andrew mampu membawa penonton untuk merasakan bagaimana perasaan John Larson ketika itu. Tokoh Susan yang diperankan oleh Alexandra Sipp bisa berkolaborasi apik dengan Andrew Garfield. Karakter Susan sendiri memberikan pengembangan karakter yang sangat signifikan terhadap karakter John Larson ini. Kisah hubungan mereka hingga berpisah akibat Larson yang lebih memilih mimpinya sangat terasa apalagi ketika Andrew Garfield menyanyikan lagu Love Shack atau Therapy. Emosi kedua tokoh ini terasa begitu keras dan sangat egosentris sehingga perkelahian itu terasa menyenangkan juga mengesalkan. Kemudian karakter Michael yang diperankan oleh Robin de Jesus, karakter sahabat John Larson ini juga memiliki personalitas yang kuat. Apalagi ketika John Larson bingung dengan pilihannya antara mimpi atau mengorbankannya demi uang dan melanjutkan hidup sebagai John Larson yang mengubur mimpi tentang karyanya.

Selanjutnya bagian sinematografi, pengambilan gambar yang fleksibel terutama pada adegan adegan pembicaraan antar karakter mampu memperkuat pesan serta suasana yang berusaha dibangun. Penggunaan teknik medium shoot serta pergerakan kamera yang terasa seperti genggaman tangan mampu meningkatkan rasa yang dihadirkan tiap adegan pembicaraan antar tokoh difilm ini. Pewarnaan yang dikesankan clumsy dengan pewarnaan datar memberikan kesan kumuh walau sebenarnya hal tersebut malah memperkuat personalitas seorang John Larson yang tinggal di daerah midtown. Setiap komposisi yang digunakan pada gambar terasa pas disetiap lini dan artistik dari ruang ruang yang ada digarap dengan serius.

Musik serta soundtrack sudah dipastikan sangat bagus, Tick Tick Boom sendiri sebenarnya pernah dipertunjukan di Broadway selama 12 tahun sehingga sudah dipastikan komposisi soundtrack dan musik dapat diacungi jempol. Warisan emas yang ditinggalkan Johnatan Larson dapat dipadukan dengan sinematografi yang apik. Film ini merupakan biografi yang nikmat dan memotivasi tentunya bagi para penonton. Mimpi dari John Larson yang ia percaya dan tekuni pada akhirnya membuahkan hasil walau tiba-tiba waktu memilih untuk menjemput Johnatan Larson sebelum ia mengetahui bahwa mimpinya tidak sia-sia. Penulis memberikan film ini 9/10 untuk film Tick Tick Boom. Film yang bisa dinikmati bersama keluarga serta bisa dinikmati oleh para pemimpi yang mungkin untuk saat ini belum melihat adanya secercah kejayaan dari mimpinya.