Ragam Inspirasi Tren Busana Lebaran 2026, dari Butter Yellow hingga Motif Floral
09 March 2026 |
15:24 WIB
Ajang fesyen Ramadan Runway 2026 kembali menghadirkan beragam inspirasi busana Muslim yang bisa menjadi referensi gaya untuk Hari Raya. Acara yang diinisiasi oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jakarta dan Kota Kasablanka ini mengusung tema “Blooming Ramadan” yang menghadirkan suasana segar penuh nuansa bunga.
Gelaran yang berlangsung di Kota Kasablanka, Jakarta pada 5 hingga 29 Maret ini menggandeng lebih dari 60 desainer Tanah Air dengan koleksi yang memadukan sentuhan modern dan nilai modest fashion.
Baca juga: Produk Paling Diminati pada Ramadan 2026: Busana Sarimbit hingga Kasur Vakum
Ketua APPMI Jakarta Dana Duriyatna mengatakan tema tersebut menggambarkan Ramadan sebagai momen pertumbuhan spiritual yang indah, layaknya musim bunga yang sedang mekar.
“Tema Blooming Ramadan menggambarkan bulan suci seperti musim bunga yang sedang mekar, indah, hidup, dan membawa pertumbuhan spiritual,” ujarnya.
Konseptor acara Ariy Arka menjelaskan pada tahun ini, panggung Ramadan Runway dibuat lebih panjang, hampir 50 meter, dengan dekorasi bunga-bunga dan nuansa industrial.
“Harapannya pengunjung yang datang bisa langsung merasakan semangat Ramadan yang lebih segar. Konsep “blooming” ini juga bisa merepresentasikan kebahagiaan dan semangat menyambut hari raya,” tuturnya.
Berbagai koleksi yang ditampilkan oleh para desainer juga menunjukkan arah tren modest fashion untuk Lebaran tahun ini. Mulai dari gamis, tunik, hingga set keluarga hadir dalam berbagai desain yang mengikuti perkembangan tren fesyen.
Berikut beberapa tren busana yang mencuri perhatian di panggung Ramadan Runway 2026.
1. Butter Yellow Jadi Warna Favorit
Menurut Ariy, salah satu warna yang paling menonjol di berbagai koleksi adalah butter yellow atau kuning mentega. Warna ini memberikan kesan lembut sekaligus elegan, sehingga cocok dikenakan saat momen Hari Raya.
Butter yellow juga mudah dipadukan dengan warna netral seperti putih, krem, atau cokelat muda sehingga membuat tampilan terlihat lebih segar namun tetap anggun.
Selain butter yellow, palet warna pastel masih menjadi favorit dalam koleksi busana Lebaran. Mulai dari baby blue, mint green, hingga soft pink tampil di berbagai rancangan gamis dan tunik. Warna-warna ini dinilai tidak lekang oleh waktu dan selalu menjadi pilihan aman untuk tampilan Hari Raya.
2. Earth Tone Beri Sentuhan Elegan
Sejumlah desainer juga menampilkan koleksi dengan palet earth tone seperti olive, terracotta, hingga cokelat hangat. Warna-warna alami ini memberikan kesan lebih dewasa, minimalis, dan modern sehingga cocok bagi mereka yang ingin tampil lebih sophisticated saat bersilaturahmi.
3. Sentuhan Lace untuk Tampilan Lebih Feminin
Detail lace atau renda juga menjadi salah satu elemen yang cukup menonjol dalam koleksi para desainer di Ramadan Runway 2026. Aksen renda hadir pada bagian lengan, kerah, hingga layer luar pada gamis dan tunik.
Sentuhan lace memberikan kesan feminin sekaligus elegan, sehingga membuat busana Lebaran terlihat lebih anggun tanpa harus tampil berlebihan. Beberapa desainer juga memadukan lace dengan bahan ringan seperti chiffon atau organza untuk menciptakan siluet yang lebih flowy.
4. Motif Floral Sejalan dengan Tema
Sesuai tema Blooming Ramadan, motif bunga atau floral menjadi salah satu elemen yang cukup dominan dalam berbagai koleksi. Motif ini hadir dalam beragam interpretasi, mulai dari bordir bunga yang halus hingga motif print yang lebih bold.
5. Gamis Modern dengan Siluet Variatif
Siluet gamis masih menjadi pilihan utama untuk busana Lebaran. Namun, para desainer menghadirkan berbagai interpretasi baru. Mulai dari potongan berlayer, detail drapery yang flowy, hingga siluet yang lebih struktural sehingga menciptakan tampilan yang lebih modern.
6. Busana Keluarga Masih Populer
Tren busana family set juga masih banyak diminati menjelang Lebaran. Beberapa desainer menghadirkan koleksi dengan warna atau motif serasi untuk seluruh anggota keluarga sehingga memberikan tampilan kompak saat momen silaturahmi maupun foto bersama.
Ketua Umum Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Poppy Dharsono menilai perkembangan modest fashion Indonesia terus menunjukkan potensi besar. “Perpaduan antara busana muslim dengan kearifan lokal Nusantara menciptakan karakter yang memiliki unique selling point di pasar global,” kata Poppy.
Sementara itu, General Manager Kota Kasablanka Agung Gunawan mengatakan bahwa gelaran ini menjadi wadah untuk memperkenalkan karya desainer Indonesia kepada publik. “Kami ingin menunjukkan bahwa produk dari desainer Indonesia tidak kalah keren dari brand internasional dan bisa menjadi kebanggaan tersendiri,” ujarnya.
Agung juga menambahkan bahwa selama periode Ramadan, jumlah pengunjung mall biasanya meningkat signifikan. “Setiap Ramadan, trafik pengunjung ke mall bisa naik sekitar 20–30 persen. Dengan adanya acara seperti Ramadan Runway, pengunjung juga memiliki lebih banyak pilihan untuk berbelanja,” katanya.
Baca juga: Koleksi The Urban Ethnology dari Sparks Fashion Academy, Tradisional & Futuristik dalam Busana
Gelaran yang berlangsung di Kota Kasablanka, Jakarta pada 5 hingga 29 Maret ini menggandeng lebih dari 60 desainer Tanah Air dengan koleksi yang memadukan sentuhan modern dan nilai modest fashion.
Baca juga: Produk Paling Diminati pada Ramadan 2026: Busana Sarimbit hingga Kasur Vakum
Ketua APPMI Jakarta Dana Duriyatna mengatakan tema tersebut menggambarkan Ramadan sebagai momen pertumbuhan spiritual yang indah, layaknya musim bunga yang sedang mekar.
“Tema Blooming Ramadan menggambarkan bulan suci seperti musim bunga yang sedang mekar, indah, hidup, dan membawa pertumbuhan spiritual,” ujarnya.
Konseptor acara Ariy Arka menjelaskan pada tahun ini, panggung Ramadan Runway dibuat lebih panjang, hampir 50 meter, dengan dekorasi bunga-bunga dan nuansa industrial.
“Harapannya pengunjung yang datang bisa langsung merasakan semangat Ramadan yang lebih segar. Konsep “blooming” ini juga bisa merepresentasikan kebahagiaan dan semangat menyambut hari raya,” tuturnya.
Berbagai koleksi yang ditampilkan oleh para desainer juga menunjukkan arah tren modest fashion untuk Lebaran tahun ini. Mulai dari gamis, tunik, hingga set keluarga hadir dalam berbagai desain yang mengikuti perkembangan tren fesyen.
Berikut beberapa tren busana yang mencuri perhatian di panggung Ramadan Runway 2026.
1. Butter Yellow Jadi Warna Favorit
Menurut Ariy, salah satu warna yang paling menonjol di berbagai koleksi adalah butter yellow atau kuning mentega. Warna ini memberikan kesan lembut sekaligus elegan, sehingga cocok dikenakan saat momen Hari Raya.

Butter Yellow jadi warna tren Lebaran 2026 (sumber : Dewi Andriani)
Butter yellow juga mudah dipadukan dengan warna netral seperti putih, krem, atau cokelat muda sehingga membuat tampilan terlihat lebih segar namun tetap anggun.
Selain butter yellow, palet warna pastel masih menjadi favorit dalam koleksi busana Lebaran. Mulai dari baby blue, mint green, hingga soft pink tampil di berbagai rancangan gamis dan tunik. Warna-warna ini dinilai tidak lekang oleh waktu dan selalu menjadi pilihan aman untuk tampilan Hari Raya.
2. Earth Tone Beri Sentuhan Elegan
Sejumlah desainer juga menampilkan koleksi dengan palet earth tone seperti olive, terracotta, hingga cokelat hangat. Warna-warna alami ini memberikan kesan lebih dewasa, minimalis, dan modern sehingga cocok bagi mereka yang ingin tampil lebih sophisticated saat bersilaturahmi.
3. Sentuhan Lace untuk Tampilan Lebih Feminin
Detail lace atau renda juga menjadi salah satu elemen yang cukup menonjol dalam koleksi para desainer di Ramadan Runway 2026. Aksen renda hadir pada bagian lengan, kerah, hingga layer luar pada gamis dan tunik.

Sentuhan lace di koleksi busana Lebaran (sumber : Kota Kasablanka)
Sentuhan lace memberikan kesan feminin sekaligus elegan, sehingga membuat busana Lebaran terlihat lebih anggun tanpa harus tampil berlebihan. Beberapa desainer juga memadukan lace dengan bahan ringan seperti chiffon atau organza untuk menciptakan siluet yang lebih flowy.
4. Motif Floral Sejalan dengan Tema
Sesuai tema Blooming Ramadan, motif bunga atau floral menjadi salah satu elemen yang cukup dominan dalam berbagai koleksi. Motif ini hadir dalam beragam interpretasi, mulai dari bordir bunga yang halus hingga motif print yang lebih bold.
5. Gamis Modern dengan Siluet Variatif
Siluet gamis masih menjadi pilihan utama untuk busana Lebaran. Namun, para desainer menghadirkan berbagai interpretasi baru. Mulai dari potongan berlayer, detail drapery yang flowy, hingga siluet yang lebih struktural sehingga menciptakan tampilan yang lebih modern.
6. Busana Keluarga Masih Populer
Tren busana family set juga masih banyak diminati menjelang Lebaran. Beberapa desainer menghadirkan koleksi dengan warna atau motif serasi untuk seluruh anggota keluarga sehingga memberikan tampilan kompak saat momen silaturahmi maupun foto bersama.
Ketua Umum Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Poppy Dharsono menilai perkembangan modest fashion Indonesia terus menunjukkan potensi besar. “Perpaduan antara busana muslim dengan kearifan lokal Nusantara menciptakan karakter yang memiliki unique selling point di pasar global,” kata Poppy.
Sementara itu, General Manager Kota Kasablanka Agung Gunawan mengatakan bahwa gelaran ini menjadi wadah untuk memperkenalkan karya desainer Indonesia kepada publik. “Kami ingin menunjukkan bahwa produk dari desainer Indonesia tidak kalah keren dari brand internasional dan bisa menjadi kebanggaan tersendiri,” ujarnya.
Agung juga menambahkan bahwa selama periode Ramadan, jumlah pengunjung mall biasanya meningkat signifikan. “Setiap Ramadan, trafik pengunjung ke mall bisa naik sekitar 20–30 persen. Dengan adanya acara seperti Ramadan Runway, pengunjung juga memiliki lebih banyak pilihan untuk berbelanja,” katanya.
Baca juga: Koleksi The Urban Ethnology dari Sparks Fashion Academy, Tradisional & Futuristik dalam Busana
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.