Berikan Perlindungan Data, Begini Cara Kerja Privacy Display di Samsung Galaxy S26 Ultra
03 March 2026 |
18:00 WIB
Samsung membawa banyak fitur baru pada Galaxy S26 Series. Salah satu yang menjadi sorotan yakni hadirnya fitur Privacy Display pada model Ultra sebagai solusi dalam menjaga kerahasiaan informasi ketika ponsel digunakan di ruang publik.
Fitur ini dirancang untuk meminimalkan risiko pengintaian visual atau shoulder surfing, yakni teknik pencurian data dengan cara mengamati layar korban ketika mengakses informasi sensitif seperti PIN, kata sandi, OTP, maupun detail transaksi keuangan.
Baca juga: Risiko Data Pribadi Ditransfer Ke AS, Pemerintah Diminta Tetapkan Standar Ini
MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia Ilham Indrawan mengatakan, Privacy Display merupakan inovasi yang dikembangkan untuk mencegah orang lain mengintip layar tanpa mengganggu kenyamanan pengguna.
“Jadi, pengguna bisa merasa lebih aman dan nyaman saat menjalani rutinitas dan mobilitas, termasuk dalam bertransaksi dan bekerja di mana saja,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Secara teknis, Privacy Display bekerja dengan penyesuaian tampilan hingga ke tingkat piksel. Pada mode Maximum Privacy Protection, sistem memperkuat efek privasi dengan menurunkan area layar yang terlalu terang dan meningkatkan kontras pada area lebih gelap. Hasilnya, konten di layar menjadi sulit terbaca dari sudut samping, tetapi tetap jelas terlihat dari arah depan.
Keunggulan lain terletak pada integrasi langsung di panel layar. Berbeda dengan pelindung layar tambahan berbasis anti-spy, fitur ini tidak memengaruhi kualitas visual maupun kenyamanan penggunaan.
Pengguna Galaxy S26 Ultra juga dapat mengatur aktivasi secara lebih personal, termasuk menerapkan Partial Screen Privacy untuk aplikasi atau notifikasi tertentu saja.
Dalam praktiknya, fitur ini relevan untuk berbagai aktivitas yang rawan terekspos, seperti membuka aplikasi pesan di transportasi umum. Dengan Privacy Display, privasi visual layar bisa lebih terlindungi dari sudut samping saat pengguna membaca dan membalas pesan di tengah keramaian.
Kemudian Privacy Display bisa diatur untuk aktif saat membuka aplikasi seperti Gmail atau WhatsApp, sehingga layar lebih aman saat pengguna mengakses email atau dokumen kerja di ruang publik
Privacy Display juga membantu mengurangi risiko orang lain melihat layar dari samping ketika pengguna Samsung Galaxy S26 Ultra melakukan pembayaran maupun transaksi e-wallet atau mobile banking. Saat sudah selesai, fitur dapat dimatikan kembali sesuai kebutuhan.
Dengan pengaturan yang fleksibel, Privacy Display juga dapat diaktifkan khusus pada aplikasi perbankan, dompet digital, maupun notifikasi bersifat rahasia.
Integrasi perlindungan privasi langsung pada layar ini menjadi diferensiasi utama Galaxy S26 Ultra di segmen premium. Samsung menilai pendekatan tersebut mencerminkan kebutuhan masyarakat modern yang semakin mobile, namun tetap menuntut keamanan data yang tinggi.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Fitur ini dirancang untuk meminimalkan risiko pengintaian visual atau shoulder surfing, yakni teknik pencurian data dengan cara mengamati layar korban ketika mengakses informasi sensitif seperti PIN, kata sandi, OTP, maupun detail transaksi keuangan.
Baca juga: Risiko Data Pribadi Ditransfer Ke AS, Pemerintah Diminta Tetapkan Standar Ini
MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia Ilham Indrawan mengatakan, Privacy Display merupakan inovasi yang dikembangkan untuk mencegah orang lain mengintip layar tanpa mengganggu kenyamanan pengguna.
“Jadi, pengguna bisa merasa lebih aman dan nyaman saat menjalani rutinitas dan mobilitas, termasuk dalam bertransaksi dan bekerja di mana saja,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Secara teknis, Privacy Display bekerja dengan penyesuaian tampilan hingga ke tingkat piksel. Pada mode Maximum Privacy Protection, sistem memperkuat efek privasi dengan menurunkan area layar yang terlalu terang dan meningkatkan kontras pada area lebih gelap. Hasilnya, konten di layar menjadi sulit terbaca dari sudut samping, tetapi tetap jelas terlihat dari arah depan.
Keunggulan lain terletak pada integrasi langsung di panel layar. Berbeda dengan pelindung layar tambahan berbasis anti-spy, fitur ini tidak memengaruhi kualitas visual maupun kenyamanan penggunaan.
Pengguna Galaxy S26 Ultra juga dapat mengatur aktivasi secara lebih personal, termasuk menerapkan Partial Screen Privacy untuk aplikasi atau notifikasi tertentu saja.
Dalam praktiknya, fitur ini relevan untuk berbagai aktivitas yang rawan terekspos, seperti membuka aplikasi pesan di transportasi umum. Dengan Privacy Display, privasi visual layar bisa lebih terlindungi dari sudut samping saat pengguna membaca dan membalas pesan di tengah keramaian.
Kemudian Privacy Display bisa diatur untuk aktif saat membuka aplikasi seperti Gmail atau WhatsApp, sehingga layar lebih aman saat pengguna mengakses email atau dokumen kerja di ruang publik
Privacy Display juga membantu mengurangi risiko orang lain melihat layar dari samping ketika pengguna Samsung Galaxy S26 Ultra melakukan pembayaran maupun transaksi e-wallet atau mobile banking. Saat sudah selesai, fitur dapat dimatikan kembali sesuai kebutuhan.
Dengan pengaturan yang fleksibel, Privacy Display juga dapat diaktifkan khusus pada aplikasi perbankan, dompet digital, maupun notifikasi bersifat rahasia.
Integrasi perlindungan privasi langsung pada layar ini menjadi diferensiasi utama Galaxy S26 Ultra di segmen premium. Samsung menilai pendekatan tersebut mencerminkan kebutuhan masyarakat modern yang semakin mobile, namun tetap menuntut keamanan data yang tinggi.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.