Rekomendasi Drone Provesional yang Bikin Konten Makin Sinematik
20 February 2026 |
03:00 WIB
Perkembangan teknologi drone profesional kian pesat seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap visual berkualitas tinggi. Perangkat ini tak lagi sekadar alat hobi, melainkan telah menjadi instrumen penting dalam produksi konten, pemetaan wilayah, hingga pengawasan infrastruktur dengan dukungan kamera resolusi tinggi dan sistem navigasi presisi.
Salah satu pemain utama di segmen ini adalah DJI melalui produk DJI Mavic 4 Pro. Drone tersebut mengusung konfigurasi tiga kamera dalam satu perangkat, menyasar kreator konten hingga fotografer profesional yang membutuhkan fleksibilitas visual.
Baca juga: Jangan Asal Terbang, Begini Tata Cara Terbangkan Drone di Tengah Kota
CEO Erajaya Active Lifestyle Djohan Sutanto menjelaskan, Mavic 4 Pro dibekali kamera utama Hasselblad dengan sensor CMOS 4/3 beresolusi 100 megapiksel. Kamera tersebut dipadukan dua kamera tele 70mm dan 168mm berbasis CMOS besar. Seluruh sistem ditempatkan pada Infinity Gimbal dengan kemampuan rotasi 360 derajat, memungkinkan pengambilan sudut nonkonvensional hingga 70 derajat ke atas.
Kemampuan perekaman video mencapai 6K/60fps HDR dengan dukungan Hasselblad Natural Color Solution (HNCS). Fitur Dual Native ISO Fusion dan RAW Stacking diklaim mampu menghasilkan gambar lebih detail serta reproduksi warna akurat. Kamera tele 70mm dan 168mm turut memberi fleksibilitas sinematik melalui kompresi perspektif dan isolasi subjek.
“Dengan tiga kamera Hasselblad, performa penerbangan yang luar biasa, dan fitur canggih seperti ActiveTrack 360 serikat serta rekaman 6K HDR, Mavic 4 Pro adalah solusi sempurna bagi kreator konten, fotografer, dan videografer yang mengutamakan kualitas premium,” ujar Djohan, beberapa waktu lalu.
Dari sisi keselamatan, DJI menyematkan Omnidirectional Obstacle Sensing berbasis visi yang tetap optimal dalam kondisi cahaya rendah. Teknologi pemosisian visual dan ActiveTrack 360 derajat memungkinkan pelacakan subjek lebih presisi saat terbang.
Performa penerbangan ditopang baterai 95Wh dengan durasi terbang hingga 51 menit serta kecepatan maksimum 90 kilometer per jam. Sistem transmisi DJI O4+ mendukung pengiriman video HD hingga jarak 30 kilometer. Pengoperasian dilakukan melalui DJI RC Pro 2 dengan layar Mini-LED 7 inci dan port HDMI.
Selain itu, hub pengisian daya paralel memungkinkan pengisian tiga baterai sekaligus dalam waktu sekitar 90 menit dan dapat difungsikan sebagai power bank 100W. Untuk penyimpanan, tersedia memori internal hingga 512 GB pada varian Creator Combo serta dukungan Wi-Fi 6 untuk transfer data cepat tanpa perlu menyalakan drone.
Di sisi lain, inovasi juga datang dari Insta360 melalui Antigravity A1. Drone ini diklaim sebagai yang pertama di dunia dengan perekaman 360 derajat beresolusi 8K.
Antigravity A1 mengusung konfigurasi kamera ganda atas dan bawah yang didukung algoritma stitching canggih sehingga tubuh drone tidak terlihat dalam rekaman. Konsep ini memungkinkan pengambilan panorama menyeluruh tanpa blindspot.
Perangkat tersebut dilengkapi teknologi FreeMotion yang menghadirkan pengalaman terbang imersif melalui Vision Goggles dan Grip controller. Pilot dapat mengarahkan drone ke satu titik sembari tetap melihat ke berbagai arah melalui tampilan 360 derajat real time.
"Antigravity A1 berbeda dari merek apa pun yang pernah kami bantu hadirkan ke pasar, dan siap merevolusi penerbangan drone dalam beberapa hal penting," tegas Max Richter, Co-Founder dan VP Pemasaran di Insta360.
Keunggulan lain terletak pada konsep “fly first, frame later”, yakni merekam seluruh adegan dalam satu penerbangan lalu menentukan framing saat proses penyuntingan. Rekaman dapat diekspor dalam berbagai rasio aspek tanpa kehilangan kualitas, termasuk penerapan efek seperti Tiny Planet atau pembalikan cakrawala.
Dengan bobot 249 gram, Antigravity A1 tergolong ringkas dan mudah dibawa. Fitur keselamatan seperti return-to-home dan sistem deteksi payload turut disematkan untuk memastikan pengoperasian sesuai standar.
Baca juga: ETLE Drone Mulai Beroperasi, Pengawasan Lalu Lintas Kini dari Udara
Salah satu pemain utama di segmen ini adalah DJI melalui produk DJI Mavic 4 Pro. Drone tersebut mengusung konfigurasi tiga kamera dalam satu perangkat, menyasar kreator konten hingga fotografer profesional yang membutuhkan fleksibilitas visual.
Baca juga: Jangan Asal Terbang, Begini Tata Cara Terbangkan Drone di Tengah Kota
CEO Erajaya Active Lifestyle Djohan Sutanto menjelaskan, Mavic 4 Pro dibekali kamera utama Hasselblad dengan sensor CMOS 4/3 beresolusi 100 megapiksel. Kamera tersebut dipadukan dua kamera tele 70mm dan 168mm berbasis CMOS besar. Seluruh sistem ditempatkan pada Infinity Gimbal dengan kemampuan rotasi 360 derajat, memungkinkan pengambilan sudut nonkonvensional hingga 70 derajat ke atas.
Kemampuan perekaman video mencapai 6K/60fps HDR dengan dukungan Hasselblad Natural Color Solution (HNCS). Fitur Dual Native ISO Fusion dan RAW Stacking diklaim mampu menghasilkan gambar lebih detail serta reproduksi warna akurat. Kamera tele 70mm dan 168mm turut memberi fleksibilitas sinematik melalui kompresi perspektif dan isolasi subjek.
“Dengan tiga kamera Hasselblad, performa penerbangan yang luar biasa, dan fitur canggih seperti ActiveTrack 360 serikat serta rekaman 6K HDR, Mavic 4 Pro adalah solusi sempurna bagi kreator konten, fotografer, dan videografer yang mengutamakan kualitas premium,” ujar Djohan, beberapa waktu lalu.
Dari sisi keselamatan, DJI menyematkan Omnidirectional Obstacle Sensing berbasis visi yang tetap optimal dalam kondisi cahaya rendah. Teknologi pemosisian visual dan ActiveTrack 360 derajat memungkinkan pelacakan subjek lebih presisi saat terbang.
Performa penerbangan ditopang baterai 95Wh dengan durasi terbang hingga 51 menit serta kecepatan maksimum 90 kilometer per jam. Sistem transmisi DJI O4+ mendukung pengiriman video HD hingga jarak 30 kilometer. Pengoperasian dilakukan melalui DJI RC Pro 2 dengan layar Mini-LED 7 inci dan port HDMI.
Selain itu, hub pengisian daya paralel memungkinkan pengisian tiga baterai sekaligus dalam waktu sekitar 90 menit dan dapat difungsikan sebagai power bank 100W. Untuk penyimpanan, tersedia memori internal hingga 512 GB pada varian Creator Combo serta dukungan Wi-Fi 6 untuk transfer data cepat tanpa perlu menyalakan drone.

Antigravity A1. (Sumber gambar: Insta360)
Di sisi lain, inovasi juga datang dari Insta360 melalui Antigravity A1. Drone ini diklaim sebagai yang pertama di dunia dengan perekaman 360 derajat beresolusi 8K.
Antigravity A1 mengusung konfigurasi kamera ganda atas dan bawah yang didukung algoritma stitching canggih sehingga tubuh drone tidak terlihat dalam rekaman. Konsep ini memungkinkan pengambilan panorama menyeluruh tanpa blindspot.
Perangkat tersebut dilengkapi teknologi FreeMotion yang menghadirkan pengalaman terbang imersif melalui Vision Goggles dan Grip controller. Pilot dapat mengarahkan drone ke satu titik sembari tetap melihat ke berbagai arah melalui tampilan 360 derajat real time.
"Antigravity A1 berbeda dari merek apa pun yang pernah kami bantu hadirkan ke pasar, dan siap merevolusi penerbangan drone dalam beberapa hal penting," tegas Max Richter, Co-Founder dan VP Pemasaran di Insta360.
Keunggulan lain terletak pada konsep “fly first, frame later”, yakni merekam seluruh adegan dalam satu penerbangan lalu menentukan framing saat proses penyuntingan. Rekaman dapat diekspor dalam berbagai rasio aspek tanpa kehilangan kualitas, termasuk penerapan efek seperti Tiny Planet atau pembalikan cakrawala.
Dengan bobot 249 gram, Antigravity A1 tergolong ringkas dan mudah dibawa. Fitur keselamatan seperti return-to-home dan sistem deteksi payload turut disematkan untuk memastikan pengoperasian sesuai standar.
Baca juga: ETLE Drone Mulai Beroperasi, Pengawasan Lalu Lintas Kini dari Udara
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.