Vokalis Imagine Dragons Garap Game Multipemain Last Flag
15 February 2026 |
18:33 WIB
Vokalis Imagine Dragons, Dan Reynolds, kembali mengeksplorasi ranah kreatif di luar musik dengan mengumumkan proyek game terbarunya berjudul Last Flag. Game ini merupakan judul perdana dari Night Street Games, studio independen yang ia dirikan bersama sang kakak, Mac Reynolds.
Melansir NME, kehadiran Last Flag menandai keseriusan Reynolds dalam industri game, bukan sekadar eksperimen sesaat. Melalui laman resminya di Steam, Night Street Games menjelaskan bahwa studio mereka berfokus pada pengembangan game multipemain yang mengedepankan kesenangan, kebersamaan, dan sentuhan emosional.
Baca juga: Bring Me The Horizon Bakal Berkolaborasi dengan Game Ghost Of Yotei
Last Flag dikemas sebagai game shooter 5 lawan 5 dengan latar kompetisi televisi bergaya era 1970-an, lengkap dengan karakter-karakter eksentrik dan atmosfer penuh warna yang membedakannya dari game sejenis.
Gameplay Last Flag berpusat pada konsep Capture The Flag, di mana pemain harus menyembunyikan bendera tim sendiri sekaligus berupaya mencuri bendera lawan. Namun, alih-alih hanya mengandalkan ketepatan menembak, game ini menuntut kecerdikan, strategi, dan koordinasi tim.
Pemain ditantang untuk berpikir cepat, mengelabui lawan, serta bertahan selama satu menit setelah berhasil membawa pulang bendera musuh. Salah satu daya tarik utama Last Flag adalah keterlibatan langsung Dan Reynolds dalam proses kreatifnya.
Selain menciptakan musik orisinal yang menjadi bagian penting dari atmosfer permainan, ia juga terlibat dalam pengisian suara serta pengembangan konsep visual karakter.
Reynolds menyebut proyek ini sebagai pengalaman kreatif yang sangat menyenangkan, karena memungkinkannya memadukan musik, seni visual, dan dunia game dalam satu karya utuh. Game ini pertama kali diperkenalkan ke publik pada musim panas tahun lalu dan dijadwalkan rilis penuh pada akhir tahun ini.
Sebagai bagian dari proses pengembangan, Night Street Games telah merilis demo gratis sejak Desember dan membuka akses beta terbuka yang dapat dimainkan hingga awal Maret. Respons dan masukan dari para pemain disebut menjadi elemen penting dalam penyempurnaan game sebelum peluncuran resminya.
Menurut Mac Reynolds, inspirasi Last Flag berakar dari pengalaman masa kecil mereka bermain Capture The Flag di alam terbuka. Ia menegaskan bahwa game ini dirancang agar inklusif dan dapat dinikmati oleh berbagai tipe pemain, termasuk mereka yang tidak terbiasa dengan game shooter kompetitif.
Kiprah Dan Reynolds di dunia game sebenarnya sudah cukup panjang. Musik Imagine Dragons kerap menghiasi berbagai proyek besar, mulai dari game Starfield, League of Legends, hingga serial animasi Arcane. Bahkan, Reynolds pernah mengungkapkan dirinya begitu larut bermain League of Legends hingga terlambat datang ke konsernya sendiri.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Melansir NME, kehadiran Last Flag menandai keseriusan Reynolds dalam industri game, bukan sekadar eksperimen sesaat. Melalui laman resminya di Steam, Night Street Games menjelaskan bahwa studio mereka berfokus pada pengembangan game multipemain yang mengedepankan kesenangan, kebersamaan, dan sentuhan emosional.
Baca juga: Bring Me The Horizon Bakal Berkolaborasi dengan Game Ghost Of Yotei
Last Flag dikemas sebagai game shooter 5 lawan 5 dengan latar kompetisi televisi bergaya era 1970-an, lengkap dengan karakter-karakter eksentrik dan atmosfer penuh warna yang membedakannya dari game sejenis.
Gameplay Last Flag berpusat pada konsep Capture The Flag, di mana pemain harus menyembunyikan bendera tim sendiri sekaligus berupaya mencuri bendera lawan. Namun, alih-alih hanya mengandalkan ketepatan menembak, game ini menuntut kecerdikan, strategi, dan koordinasi tim.
Pemain ditantang untuk berpikir cepat, mengelabui lawan, serta bertahan selama satu menit setelah berhasil membawa pulang bendera musuh. Salah satu daya tarik utama Last Flag adalah keterlibatan langsung Dan Reynolds dalam proses kreatifnya.
Selain menciptakan musik orisinal yang menjadi bagian penting dari atmosfer permainan, ia juga terlibat dalam pengisian suara serta pengembangan konsep visual karakter.
Reynolds menyebut proyek ini sebagai pengalaman kreatif yang sangat menyenangkan, karena memungkinkannya memadukan musik, seni visual, dan dunia game dalam satu karya utuh. Game ini pertama kali diperkenalkan ke publik pada musim panas tahun lalu dan dijadwalkan rilis penuh pada akhir tahun ini.
Sebagai bagian dari proses pengembangan, Night Street Games telah merilis demo gratis sejak Desember dan membuka akses beta terbuka yang dapat dimainkan hingga awal Maret. Respons dan masukan dari para pemain disebut menjadi elemen penting dalam penyempurnaan game sebelum peluncuran resminya.
Menurut Mac Reynolds, inspirasi Last Flag berakar dari pengalaman masa kecil mereka bermain Capture The Flag di alam terbuka. Ia menegaskan bahwa game ini dirancang agar inklusif dan dapat dinikmati oleh berbagai tipe pemain, termasuk mereka yang tidak terbiasa dengan game shooter kompetitif.
Kiprah Dan Reynolds di dunia game sebenarnya sudah cukup panjang. Musik Imagine Dragons kerap menghiasi berbagai proyek besar, mulai dari game Starfield, League of Legends, hingga serial animasi Arcane. Bahkan, Reynolds pernah mengungkapkan dirinya begitu larut bermain League of Legends hingga terlambat datang ke konsernya sendiri.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.