Bali Culinary Pastry School Bakal Buka Program Chocolatier Patissier Profesional
12 February 2026 |
19:00 WIB
Bali Culinary Pastry School (BCPS), salah satu institusi pendidikan profesional yang bergerak di bidang kuliner dan pastry bakery, siap membuka Bali Chocolatier Pâtissier Professional School, program baru yang memperluas jalur pendidikan ke ranah pastry dan cokelat dengan pendekatan yang berfokus pada seni pastry dan kerajinan cokelat yang mengedepankan keaslian serta karakter cita rasa dari sumbernya.
Program yang diumumkan saat memperingati satu dekade BCPS ini dirancang dengan menggabungkan prinsip keberlanjutan, sentuhan kreativitas dan inovasi, serta membekali para chef untuk melihat cokelat bukan hanya sebagai bahan, tetapi juga cerita asal-muasalnya, orang-orang yang mengolahnya, serta nilai yang dikandungnya.
Baca juga: Nyanyi Bali Group Kembangkan Restoran Fine Dining & Properti Berkelanjutan
“Sepuluh tahun merupakan sebuah pencapaian sekaligus tanggung jawab. Yang terpenting bukan seberapa jauh kami telah melangkah, melainkan bagaimana kami menyiapkan langkah ke depan secara terarah," ujar Made Ariani Siswanto, Founder Bali Culinary Pastry School dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/2/2026).
Dia menegaskan bahwa memasuki dekade berikutnya, BCPS akan terus membuka lebih banyak kesempatan, memperkuat jalur internasional, serta memastikan pendidikan tetap menjadi kekuatan yang membangun ketangguhan, martabat, dan dampak yang bermakna bagi generasi mendatang.”
Didirikan pada 2016 dengan hanya enam siswa, kini BCPS berkembang menjadi salah satu sekolah kuliner dan pastry terkemuka di Bali, dengan komitmen kuat pada kualitas, tujuan, pemberdayaan masyarakat. Hingga kini, BCPS telah meluluskan lebih dari 1.000 alumni dari program full-time maupun non–full-time. Para siswa BCPS berasal dari 66 kota di Indonesia serta 10 kewarganegaraan.
“Sejak awal, BCPS memang tidak dibangun semata sebagai sebuah sekolah. Kami lahir dari keyakinan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab jangka panjang untuk menjaga dan mewariskan nilai, sekaligus menyiapkan generasi muda dengan keterampilan, kepercayaan diri, dan perspektif global," imbuh Made Ariani Siswanto.
Sosok yang akrab disapa Ari ini menyebut bahwa semua nilai itu terinspirasi oleh visi mendiang ayahnya dalam membangun BITDeC, di mana BCPS terus tumbuh sebagai ruang yang membuka peluang nyata bagi anak muda untuk mengubah masa depan mereka dan memberi kontribusi yang bermakna, tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal.
Prinsip tersebut terus menjadi landasan perjalanan BCPS hingga kini, tercermin dalam upaya memperluas akses pendidikan kuliner bagi masyarakat Bali dan Indonesia, membuka ruang bagi pelajar internasional, menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar sehari-hari untuk menyiapkan lulusan berkarier secara global, serta membangun kemitraan internasional yang menghadirkan pengalaman industri langsung di Indonesia, Prancis, Italia, Hong Kong, dan negara lainnya.
Menandai satu dekade perjalanannya dalam mencetak lebih dari 1.000 generasi muda Indonesia di industri kuliner. BCPS merupakan bagian dari grup Nyanyi Bali yang beroperasi di kawasan Bali International Training and Development Centre (BITDeC), Tabanan, Bali. Momen satu dekade ini juga ditandai dengan upacara wisuda yang berlangsung di lingkungan kampus BCPS, sebagai bentuk apresiasi kepada 65 mahasiswa tingkat akhir yang resmi menyelesaikan pendidikan mereka.
Untuk menandai pencapaian ini, BCPS akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan bertema “A Decade of Culinary Education, Opportunity and Stewardship” yang mempertemukan pelaku industri, mitra internasional, serta mahasiswa dan alumni BCPS.
Dalam sepuluh tahun terakhir, pertumbuhan BCPS mencerminkan misi untuk membuka peluang dan memberdayakan generasi muda Indonesia melalui pendidikan kuliner profesional. Sejalan dengan komitmen terhadap akses pendidikan yang inklusif, BCPS juga menyediakan beasiswa penuh bagi siswa dengan keterbatasan akses pendidikan formal serta bekerja sama dengan mitra lokal untuk mendukung anak-anak dari komunitas pedesaan di Bali.
Paparan internasional juga menjadi pilar penting pengembangan BCPS. Sejak 2023, lebih dari 60 siswa telah mengikuti program magang internasional selama enam bulan di Prancis, Italia, dan Hong Kong, termasuk di jaringan Relais & Châteaux serta restoran berbintang Michelin seperti La Maison Paul Bocuse, Don Alfonso, Guy Lassausaie, dan Mosu.
“Setiap pencapaian BCPS mencerminkan potensi siswa yang berhasil dikembangkan. Tanggung jawab kami tidak berhenti pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga pada pembentukan profesional yang disiplin, adaptif, dan siap memenuhi standar industri internasional," ujar Priska Cinthia Sondakh, Deputy School Director Bali Culinary Pastry School.
Priska menegaskan, BCPS berkomitmen untuk terus memperluas akses pendidikan, memperkuat kemitraan global, serta memastikan setiap lulusan melangkah dengan percaya diri dan integritas, ke mana pun karier mereka berkembang.
Pada 2025, Yovita Ariandini, salah satu siswa BCPS berhasil memperoleh posisi kerja penuh waktu di Restoran Paul Bocuse setelah menyelesaikan program magang, dan menjadi perempuan Indonesia pertama yang bergabung di dapur legendaris Prancis tersebut.
BCPS juga terus memperkuat kemitraan akademiknya dengan institusi terkemuka di Prancis, termasuk CFAiE dan Lycée Hôtelier Le Touquet, seiring dengan pengembangan pedagogi inovatif yang menggabungkan penguasaan teknis (savoir-faire) dan sikap profesional (savoir-être). Pendekatan ini dibimbing oleh M.O.F. Christophe Quantin untuk mempersiapkan siswa agar mampu memenuhi standar industri global.
Bali Culinary Pastry School (BCPS) didirikan pada 2016 di Nyanyi, Tabanan, menghadirkan pendidikan seni kuliner dan pastry bakery berstandar internasional yang diperkuat kolaborasi global. Berada di bawah naungan grup Nyanyi Bali dan berlokasi di Bali International Training and Development Centre (BITDeC), BCPS menawarkan program berstandar internasional, fasilitas dengan standar industri, serta jalur karier yang menghubungkan siswa ke dapur-dapur ternama di Asia dan Eropa.
BCPS menyediakan program jangka panjang dan kursus jangka pendek bagi peserta usia 16 hingga 45 tahun, mempersiapkan mereka untuk berkarier sebagai chef, artisan pastry, dan wirausahawan kuliner. Dengan lebih dari 1.000 lulusan yang telah bekerja di hotel dan restoran fine-dining di berbagai negara, BCPS terus membentuk generasi profesional kuliner berikutnya.
Program yang diumumkan saat memperingati satu dekade BCPS ini dirancang dengan menggabungkan prinsip keberlanjutan, sentuhan kreativitas dan inovasi, serta membekali para chef untuk melihat cokelat bukan hanya sebagai bahan, tetapi juga cerita asal-muasalnya, orang-orang yang mengolahnya, serta nilai yang dikandungnya.
Baca juga: Nyanyi Bali Group Kembangkan Restoran Fine Dining & Properti Berkelanjutan
“Sepuluh tahun merupakan sebuah pencapaian sekaligus tanggung jawab. Yang terpenting bukan seberapa jauh kami telah melangkah, melainkan bagaimana kami menyiapkan langkah ke depan secara terarah," ujar Made Ariani Siswanto, Founder Bali Culinary Pastry School dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/2/2026).
Dia menegaskan bahwa memasuki dekade berikutnya, BCPS akan terus membuka lebih banyak kesempatan, memperkuat jalur internasional, serta memastikan pendidikan tetap menjadi kekuatan yang membangun ketangguhan, martabat, dan dampak yang bermakna bagi generasi mendatang.”
Didirikan pada 2016 dengan hanya enam siswa, kini BCPS berkembang menjadi salah satu sekolah kuliner dan pastry terkemuka di Bali, dengan komitmen kuat pada kualitas, tujuan, pemberdayaan masyarakat. Hingga kini, BCPS telah meluluskan lebih dari 1.000 alumni dari program full-time maupun non–full-time. Para siswa BCPS berasal dari 66 kota di Indonesia serta 10 kewarganegaraan.
“Sejak awal, BCPS memang tidak dibangun semata sebagai sebuah sekolah. Kami lahir dari keyakinan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab jangka panjang untuk menjaga dan mewariskan nilai, sekaligus menyiapkan generasi muda dengan keterampilan, kepercayaan diri, dan perspektif global," imbuh Made Ariani Siswanto.
Sosok yang akrab disapa Ari ini menyebut bahwa semua nilai itu terinspirasi oleh visi mendiang ayahnya dalam membangun BITDeC, di mana BCPS terus tumbuh sebagai ruang yang membuka peluang nyata bagi anak muda untuk mengubah masa depan mereka dan memberi kontribusi yang bermakna, tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal.
Prinsip tersebut terus menjadi landasan perjalanan BCPS hingga kini, tercermin dalam upaya memperluas akses pendidikan kuliner bagi masyarakat Bali dan Indonesia, membuka ruang bagi pelajar internasional, menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar sehari-hari untuk menyiapkan lulusan berkarier secara global, serta membangun kemitraan internasional yang menghadirkan pengalaman industri langsung di Indonesia, Prancis, Italia, Hong Kong, dan negara lainnya.
Satu Dekade Transformasi
Menandai satu dekade perjalanannya dalam mencetak lebih dari 1.000 generasi muda Indonesia di industri kuliner. BCPS merupakan bagian dari grup Nyanyi Bali yang beroperasi di kawasan Bali International Training and Development Centre (BITDeC), Tabanan, Bali. Momen satu dekade ini juga ditandai dengan upacara wisuda yang berlangsung di lingkungan kampus BCPS, sebagai bentuk apresiasi kepada 65 mahasiswa tingkat akhir yang resmi menyelesaikan pendidikan mereka.Untuk menandai pencapaian ini, BCPS akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan bertema “A Decade of Culinary Education, Opportunity and Stewardship” yang mempertemukan pelaku industri, mitra internasional, serta mahasiswa dan alumni BCPS.
Dalam sepuluh tahun terakhir, pertumbuhan BCPS mencerminkan misi untuk membuka peluang dan memberdayakan generasi muda Indonesia melalui pendidikan kuliner profesional. Sejalan dengan komitmen terhadap akses pendidikan yang inklusif, BCPS juga menyediakan beasiswa penuh bagi siswa dengan keterbatasan akses pendidikan formal serta bekerja sama dengan mitra lokal untuk mendukung anak-anak dari komunitas pedesaan di Bali.
Paparan internasional juga menjadi pilar penting pengembangan BCPS. Sejak 2023, lebih dari 60 siswa telah mengikuti program magang internasional selama enam bulan di Prancis, Italia, dan Hong Kong, termasuk di jaringan Relais & Châteaux serta restoran berbintang Michelin seperti La Maison Paul Bocuse, Don Alfonso, Guy Lassausaie, dan Mosu.
“Setiap pencapaian BCPS mencerminkan potensi siswa yang berhasil dikembangkan. Tanggung jawab kami tidak berhenti pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga pada pembentukan profesional yang disiplin, adaptif, dan siap memenuhi standar industri internasional," ujar Priska Cinthia Sondakh, Deputy School Director Bali Culinary Pastry School.
Priska menegaskan, BCPS berkomitmen untuk terus memperluas akses pendidikan, memperkuat kemitraan global, serta memastikan setiap lulusan melangkah dengan percaya diri dan integritas, ke mana pun karier mereka berkembang.
Pada 2025, Yovita Ariandini, salah satu siswa BCPS berhasil memperoleh posisi kerja penuh waktu di Restoran Paul Bocuse setelah menyelesaikan program magang, dan menjadi perempuan Indonesia pertama yang bergabung di dapur legendaris Prancis tersebut.
BCPS juga terus memperkuat kemitraan akademiknya dengan institusi terkemuka di Prancis, termasuk CFAiE dan Lycée Hôtelier Le Touquet, seiring dengan pengembangan pedagogi inovatif yang menggabungkan penguasaan teknis (savoir-faire) dan sikap profesional (savoir-être). Pendekatan ini dibimbing oleh M.O.F. Christophe Quantin untuk mempersiapkan siswa agar mampu memenuhi standar industri global.
Bali Culinary Pastry School (BCPS) didirikan pada 2016 di Nyanyi, Tabanan, menghadirkan pendidikan seni kuliner dan pastry bakery berstandar internasional yang diperkuat kolaborasi global. Berada di bawah naungan grup Nyanyi Bali dan berlokasi di Bali International Training and Development Centre (BITDeC), BCPS menawarkan program berstandar internasional, fasilitas dengan standar industri, serta jalur karier yang menghubungkan siswa ke dapur-dapur ternama di Asia dan Eropa.
BCPS menyediakan program jangka panjang dan kursus jangka pendek bagi peserta usia 16 hingga 45 tahun, mempersiapkan mereka untuk berkarier sebagai chef, artisan pastry, dan wirausahawan kuliner. Dengan lebih dari 1.000 lulusan yang telah bekerja di hotel dan restoran fine-dining di berbagai negara, BCPS terus membentuk generasi profesional kuliner berikutnya.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.