Seniman Enka Komariah berpose di depan karyanya dalam gelaran Art Jakarta Papers 2026, pada Kamis (5/2/2026) di City Hall, Pondok Indah Mall (PIM) 3, Jakarta. (sumber gambar: Hypeabis.id/Abdurachman)

Seniman Enka Komariah Angkat Arsip Tragedi 1965 di Art Jakarta Papers 2026

07 February 2026   |   10:00 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Gelaran Art Jakarta Papers 2026 resmi dibuka pada Kamis (5/2/2026) di City Hall, Pondok Indah Mall (PIM) 3, Jakarta. Bursa seni rupa tahunan yang secara khusus menyoroti karya berbasis kertas ini berlangsung hingga 8 Februari 2026.

Pada edisi perdananya, Art Jakarta Papers 2026 menghadirkan beragam karya dengan pendekatan artistik yang luas. Salah satu yang mencuri perhatian adalah dua karya seniman asal Klaten, Enka Komariah, bertajuk Masa Senyap dan Trubus Sudarsono.

Enka Komariah merupakan seniman jebolan Studi Seni Grafis, Jurusan Seni Murni, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Karya-karyanya banyak mengeksplorasi isu sejarah, terutama yang berangkat dari lingkungan personal serta situs-situs yang ia kenali sejak remaja.

Baca juga: Resmi Dibuka, Cek 4 Karya Sorotan di Art Jakarta Papers 2026
 
 


Nama Trubus Sudarsono sendiri merupakan tokoh penting dalam sejarah seni rupa Indonesia. Dia terlibat dalam pembuatan Patung Tugu Selamat Datang di Bundaran HI bersama Henk Ngantung dan Edhi Sunarso, serta Patung Si Denok di Istana Bogor.

Dipresentasikan oleh ARA Contemporary, dua karya Enka dibuat di atas lembaran dokumen negara yang berkaitan dengan tragedi 1965. Arsip-arsip tersebut ia temukan di pasar loak, lalu diolah melalui pembacaan memoir, kronik, serta cerita lisan para eks tahanan politik.

Karya Trubus Sudarsono merujuk pada memoir dua anak Trubus, Sri Sudaryati dan Sri Sulistyantuti, dalam buku “Trubus, Di Mana Engkau?”. Hingga kini, Trubus Sudarsono diketahui hilang pasca kerusuhan 1965. Kisah ini tidak disajikan sebagai narasi utuh, melainkan sebagai potongan ingatan yang tercerai-berai, sejalan dengan trauma sejarah yang dialami keluarga korban.

Dalam karya ini, Enka menyoroti momen pertemuan tak sengaja Trubus dengan anak perempuannya, Sri Sudaryati, di Kantor Kecamatan Pakem, Sleman, Yogyakarta, pada awal Desember 1965, yang kemudian menjadi perjumpaan terakhir mereka.

Titipan terakhir Trubus pada pertemuan tersebut hanyalah satu set kamera, sebuah jam tangan, dan uang Rp10.000, angka yang pada masa itu bernilai sangat besar sekaligus menyimpan beban emosional. Imaji ini kemudian digambarkan Enka dalam lukisan berwarna merah di atas arsip yang telah menguning.

“Itu sangat mengharukan, karena setelah lama bapaknya hilang, dengan kehidupannya dia yang morat-marit, harus bisa makan, sampai mencuri perabotan di rumah sendiri. Dan setelah pertemuan itu, bapaknya bilang kalau itu pertemuan yang terakhir,” ujar Enka.
 

hah

Karya Enka Komariah berjudul Masa Senyap (kiri) dan Trubus Sudarsono (Kanan), dalam gelaran Art Jakarta Papers  pada Kamis, (5/2/26) di City Hall, Pondok Indah Mall (PIM) 3, Jakarta.  (sumber gambar: Hypeabis.id/Abdurachman)


Meski berbasis fakta sejarah, Enka juga mengisi celah-celah narasi dengan imajinasi. Adegan visual seperti Trubus melukis anak-anaknya atau lanskap Istana Negara Yogyakarta merupakan hasil kombinasi antara dokumentasi, foto arsip, dan tafsir personal.

Dari sisi medium, Enka konsisten menggunakan teknik kolase, potong, dan jahit arsip. Baginya, masa lalu selalu hadir dalam keadaan tidak utuh. “Aku memang sengaja bikin dari arsip-arsip, terus aku potong-potong, aku jahit,” imbuhnya.

Sebagai gelaran perdana, Art Jakarta Papers 2026 menampilkan beragam praktik seni berbasis kertas, mulai dari gambar, cetak grafis, fotografi, buku seniman, hingga seni berbasis arsip dan riset. Tiket masuk dapat dibeli melalui situs resmi Art Jakarta.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Boyfriend on Demand, Kisah Romansa Virtual Jisoo dan Seo In Guk Tayang Maret 2026

BERIKUTNYA

NikeSKIMS Rilis Koleksi Balletcore Spring 2026 Bersama Lisa BLACKPINK

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga