CLOiD, robot humanoid LG. (Sumber gambar: LG)

3 Robot Humanoid yang Menyita Perhatian di CES 2026

12 January 2026   |   16:58 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Consumer Electronics Show (CES) 2026 yang berlangsung di Las Vegas, menjadi ajang untuk pamer teknologi mutakhir, salah satunya robot humanoid. Kini, sejumlah perusahaan teknologi tidak hanya menampilkan prototipe eksperimental, tetapi produk yang siap dikomersialkan dan diaplikasikan di industri nyata.

Beberapa robot humanoid yang hadir di CES 2026 diperuntukkan untuk membantu pekerjaan rumah tangga. Ada pula yang membantu pekerjaan di lingkungan manufaktur. Lantas apa saja robot humanoid yang menyita perhatian di CES 2026?

Baca juga: Menengok Robot Humanoid Pertama di Pusat Perbelanjaan Indonesia, Hi Airy!

Simak ulasannya berikut ini. 


1. LG CLOiD

Dalam daftar pertama, ada CLOiD, robot humanoid berbasis AI yang dibawa LG dalam gelaran CES 2026.  Mengutip laman resmi LG, robot ini diklaim hadir sebagai solusi inovatif untuk menghemat waktu dan tenaga dalam pekerjaan rumah sehari-hari. 

Sebagai contoh, CLOiD membantu menyiapkan sarapan dengan mengambil susu dari kulkas dan memasukkan croissant ke dalam oven. Setelah penghuni rumah pergi, CLOiD memulai siklus pencucian, kemudian melipat dan menata pakaian.

LG CLOiD terdiri dari unit kepala, batang tubuh dengan dua lengan artikulasi, serta basis beroda dengan navigasi otonom. Torso dapat menyesuaikan ketinggian untuk mengambil objek dari level lutut hingga atas. 

Setiap lengan memiliki tujuh derajat kebebasan, menyerupai mobilitas lengan manusia, memungkinkan manipulasi halus. Basis beroda memanfaatkan teknologi berkendara otonom dari pengalaman LG pada robot vakum dan LG Q9, menghadirkan gerak stabil dan efisiensi biaya.

Sementar itu, kepala unit berfungsi sebagai pusat AI rumah bergerak, dilengkapi chipset , layar, speaker , kamera, sensor, dan teknologi AI generatif berbasis suara. Kombinasi ini memungkinkan CLOiD berinteraksi secara alami, mempelajari pola kehidupan, dan mengendalikan perangkat rumah yang terhubung.

CLOiD mengusung teknologi Physical AI yang menggabungkan Vision Language Model (VLM) untuk mengubah gambar dan video menjadi pemahaman berbasis bahasa, serta Vision Language Action (VLA) untuk menerjemahkan input visual dan verbal menjadi aksi fisik. Model ini dikerjakan dengan puluhan ribu jam data tugas rumah tangga, memungkinkan CLOiD mengenali perangkat, memahami maksud pengguna, dan melakukan tindakan kontekstual.

Kemampuan CLOiD diaktifkan melalui integrasi dengan ekosistem rumah pintar LG, termasuk platform AI ThinQ dan hub ThinQ ON, untuk mengorkestrasi layanan lebih luas di seluruh perangkat LG.


2. Onero H1

Selain LG, SwitchBot juga mengenalkan robot rumah tangga, Onero H1N. Robot humanoid ini dirancang sebagai asisten rumah tangga yang tidak hanya fokus pada satu fungsi tertentu, namun mampu melakukan berbagai tugas dasar dalam kehidupan sehari-hari. 

Menurut keterangan perusahaan, Onero H1 dibekali 22 derajat kebebasan dan sistem kecerdasan buatan on-device OmniSense VLA yang memungkinkan robot mempelajari dan menyesuaikan diri dengan lingkungan rumah secara dinamis.

Dengan kemampuan visual, persepsi kedalaman, dan umpan balik taktil, robot ini diklaim dapat mengenali posisi dan bentuk objek hingga memahami kondisi interaksinya. Dengan demikian,  robot dapat melakukan aksi seperti menggenggam, mendorong, membuka dan mengatur barang. 

Mengutip Forbes, meski belum diungkapkan secara eksplisit semua fungsinya, demo awal menunjukkan Onero H1 mampu menangani pekerjaan rumah seperti menyiapkan kopi, memuat mesin cuci hingga merapikan pakaian. Sejauh ini, SwitchBot belum mengumumkan harga resmi Onero H1, tetapu sudah membuka sesi pre-order melalui situs resminya. 


3. Atlas

Diperkenalkan di CES 2026, robot humanoid Atlas hasil kolaborasi Hyundai Motor Group dan Boston Dynamics, hadir untuk beradaptasi dengan lingkungan manufaktur.

Dilengkapi dengan sambungan rotasi dan sensor canggih, Atlas dapat menavigasi lingkungan industri yang kompleks, melakukan tugas berulang, dan memanfaatkan pembelajaran berbasis AI untuk beradaptasi dengan cepat pada peran baru.

Desain mekanisnya memungkinkan pergerakan dinamis, memastikan dia dapat beroperasi di ruang yang secara tradisional cocok untuk manusia. 

Produk Atlas mengantarkan fase baru robotika industri. Dengan 56 derajat kebebasan (DoF), sebagian besar dengan sambungan rotasi penuh, dan tangan skala manusia dengan sensor taktil, Atlas dirancang untuk menangani tugas-tugas berat secara otonom.

Dia mendukung berbagai aplikasi, termasuk pengurutan material, perakitan, dan perawatan mesin, sambil memprioritaskan keselamatan, keandalan, dan kolaborasi di ruang kerja bersama. 

Dalam skenario, Atlas bisa mengerjakan sebagai besar tugas dalam waktu kurang dari satu hari, sehingga memperlancar jadwal penerapan. Atlas beroperasi secara independen sejak hari pertama, dengan kemampuan seperti penggantian baterai otomatis dan pengoperasian berkelanjutan.

Robot ini mampu mengangkat beban hingga 50 kg dan melakukan tugas-tugas yang membutuhkan ketelitian. Atlas juga tahan air, bisa dicuci, dan tahan di suhu 20-40°C.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

SEBELUMNYA

Peneliti Diduga Temukan DNA Leonardo da Vinci dari Karya Seni Era Renaissance

BERIKUTNYA

Rayakan Satu Dekade Berkarya, Reality Club Bakal Gelar Konser Spesial di Jakarta

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga