Hypeprofil Sandra Djajadisastra Founder Serenitree: Cerita di Balik Formulasi Skincare Bahan Alami
24 December 2025 |
18:30 WIB
Setiap orang memiliki preferensi dalam memilih produk skincare. Selain mempertimbangkan kebutuhan kulit, beberapa dari mereka juga menginginkan produk kecantikan yang selaras dengan etika dan keberlanjutan, tanpa mengorbankan efektivitas dan keamanan.
Menjawab kebutuhan tersebut, Sandra Djajadisastra, Founder dan Owner Serenitree Indonesia, membagikan perjalanan awal mula berdirinya merek skincare yang mengusung pendekatan clean beauty. Melalui prinsip tersebut, dia berupaya menghadirkan produk yang aman, natural, dan bertanggung jawab bagi lingkungan.
Baca juga: Hypeprofil Gracia Monica: Founder Mercon Merah Putih yang Mengangkat Warisan Kuliner Nusantara
Serenitree sendiri merupakan salah satu merek perawatan kulit lokal yang sejak awal berdirinya pada 2021. Jenama ini lahir dari pengalaman pribadi Sandra yang memiliki masalah kulit sensitif. Oleh karenanya, dia sangat selektif memilih produk yang benar-benar aman, lembut, dan jujur.
"Saya ingin membuat produk yang bisa saya pakai dengan tenang sekaligus membantu orang lain yang menghadapi masalah kulit serupa," ujarnya.
Sepanjang perjalanan bisnisnya, tak jarang Sandra dihadapkan dengan berbagai tantangan mulai dari membangun kepercayaan konsumen hingga mencari bahan-bahan lokal yang kualitasnya konsisten dan aman untuk kulit sensitif.
Pada saat yang sama, industri kecantikan sedang sangat berfokus pada hasil instan, sementara dirinya ingin membawa pendekatan berbeda, yakni menghadirkan skincare yang natural, transparan, dan memiliki standar keselamatan tinggi.
Titik balik penting bagi bisnisnya muncul ketika pengetahuan ilmiah yang dipelajari Sandra bertemu dengan visi keberlanjutan yang dipegangnya. Pada periode yang sama, dia juga sibuk mendirikan Kertabumi Recycling Center untuk edukasi daur ulang.
"Dari sana, saya semakin yakin bahwa merawat kulit dan merawat bumi adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan," ujarnya.
Serenitree membawa pendekatan Clean Beauty sebagai filosofi utama dalam menghadirkan produk skincare alami dan beretika. Artinya, perusahaan memastikan produk tidak hanya bebas dari bahan-bahan iritan tetapi juga diformulasikan dengan sangat hati-hati. Sebab, konsumen berhak tahu bahan apa saja yang akan mereka aplikasikan pada kulitnya.
Sandra menilai popularitas tren clean beauty makin masif di Indonesia, ditandai dengan banyaknya konsumen yang beralih ke produk alami dan beretika. Selain itu, generasi muda juga semakin selektif dan teliti membaca kandungan, serta menempatkan keamanan sebagai faktor utama dalam memilih produk.
Ini sejalan dengan misinya untuk merawat dan melestarikan warisan alam Indonesia. Bahan-bahan lokal berkualitas dipilih dari sumber yang dipanen secara bijak, didukung praktik produksi yang ramah lingkungan. Di sisi lain, upaya edukasi mengenai daur ulang kemasan dan pola konsumsi yang lebih sadarjuga terus dilakukan secara berkelanjutan.
Ke depannya Serenitree akan terus mengembangkan produk skincare berbahan alami untuk menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia. Sandra mengungkap, saat ini dia tengah memformulasikan varian baru yang
berfokus pada permasalahan kulit kusam, dan tanda-tanda penuaan.
"Inovasi ini menggunakan bahan alami yang efektif, aman, dan tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan yang kami pegang," ujarnya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Menjawab kebutuhan tersebut, Sandra Djajadisastra, Founder dan Owner Serenitree Indonesia, membagikan perjalanan awal mula berdirinya merek skincare yang mengusung pendekatan clean beauty. Melalui prinsip tersebut, dia berupaya menghadirkan produk yang aman, natural, dan bertanggung jawab bagi lingkungan.
Baca juga: Hypeprofil Gracia Monica: Founder Mercon Merah Putih yang Mengangkat Warisan Kuliner Nusantara
Serenitree sendiri merupakan salah satu merek perawatan kulit lokal yang sejak awal berdirinya pada 2021. Jenama ini lahir dari pengalaman pribadi Sandra yang memiliki masalah kulit sensitif. Oleh karenanya, dia sangat selektif memilih produk yang benar-benar aman, lembut, dan jujur.
"Saya ingin membuat produk yang bisa saya pakai dengan tenang sekaligus membantu orang lain yang menghadapi masalah kulit serupa," ujarnya.
Sepanjang perjalanan bisnisnya, tak jarang Sandra dihadapkan dengan berbagai tantangan mulai dari membangun kepercayaan konsumen hingga mencari bahan-bahan lokal yang kualitasnya konsisten dan aman untuk kulit sensitif.
Pada saat yang sama, industri kecantikan sedang sangat berfokus pada hasil instan, sementara dirinya ingin membawa pendekatan berbeda, yakni menghadirkan skincare yang natural, transparan, dan memiliki standar keselamatan tinggi.
Titik balik penting bagi bisnisnya muncul ketika pengetahuan ilmiah yang dipelajari Sandra bertemu dengan visi keberlanjutan yang dipegangnya. Pada periode yang sama, dia juga sibuk mendirikan Kertabumi Recycling Center untuk edukasi daur ulang.
"Dari sana, saya semakin yakin bahwa merawat kulit dan merawat bumi adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan," ujarnya.
Serenitree membawa pendekatan Clean Beauty sebagai filosofi utama dalam menghadirkan produk skincare alami dan beretika. Artinya, perusahaan memastikan produk tidak hanya bebas dari bahan-bahan iritan tetapi juga diformulasikan dengan sangat hati-hati. Sebab, konsumen berhak tahu bahan apa saja yang akan mereka aplikasikan pada kulitnya.
Sandra menilai popularitas tren clean beauty makin masif di Indonesia, ditandai dengan banyaknya konsumen yang beralih ke produk alami dan beretika. Selain itu, generasi muda juga semakin selektif dan teliti membaca kandungan, serta menempatkan keamanan sebagai faktor utama dalam memilih produk.
Ini sejalan dengan misinya untuk merawat dan melestarikan warisan alam Indonesia. Bahan-bahan lokal berkualitas dipilih dari sumber yang dipanen secara bijak, didukung praktik produksi yang ramah lingkungan. Di sisi lain, upaya edukasi mengenai daur ulang kemasan dan pola konsumsi yang lebih sadarjuga terus dilakukan secara berkelanjutan.
Ke depannya Serenitree akan terus mengembangkan produk skincare berbahan alami untuk menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia. Sandra mengungkap, saat ini dia tengah memformulasikan varian baru yang
berfokus pada permasalahan kulit kusam, dan tanda-tanda penuaan.
"Inovasi ini menggunakan bahan alami yang efektif, aman, dan tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan yang kami pegang," ujarnya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.