Taman Nasional Way Kambas. Sumber gambar: Website Taman Nasional Way Kambas)

Bertemu Nisa, Gajah Kecil di Jantung Way Kambas

24 December 2025   |   21:36 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Seekor gajah yang masih mungil bernama Nisa belakangan tengah jadi perhatian banyak orang. Tingkah lakunya yang menggemaskan, seperti menyenggol pengunjung lalu kabur atau lahap makan seolah sedang mukbang, membuat siapa pun yang melihatnya ikut tersenyum.

Nisa merupakan salah satu penghuni Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung, kawasan konservasi yang menjadi rumah bagi beragam satwa langka. Tempat ini bukan sekadar destinasi wisata alam, tetapi juga pusat perlindungan dan pembinaan bagi gajah Sumatera.

Secara geografis, TNWK terletak di Jalan Raya Labuhan Ratu, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Untuk menuju ke sana, ada beberapa rute yang bisa dipilih.

Baca juga: Menjelajah Ekowisata Subak Jatiluwih yang Memesona
 

Untuk menuju Taman Nasional Way Kambas, dari Pelabuhan Bakauheni, Genhype dapat mengikuti jalur Lintas Pantai Timur Sumatera hingga memasuki kawasan taman nasional. Sementara dari Bandar Lampung, perjalanan bisa ditempuh melalui Jalan Sultan Agung dan Ryacudu, lalu masuk Tol Bakauheni–Terbanggi Besar menuju Jalan Raya Lintas Pantai Timur hingga mencapai pintu masuk Way Kambas.

Sesampainya di kawasan ini, wisatawan bisa menikmati sejumlah aktivitas luar ruang yang seru. Dimulai dari trekking menyusuri hutan, berperahu dengan kapal motor di sungai, hingga menikmati keragaman flora-fauna di kawasan ini.

Dalam perjalanan, tidak jarang pengunjung dapat melihat satwa liar yang melintas di tengah alam. Momen yang paling ditunggu biasanya adalah melihat kawanan gajah terlatih kembali ke kandang bersama para mahout setelah menjalankan patroli.

Salah satu keunikan berwisata di TNWK memang melihat gajah langsung di habitat aslinya. Di sini, pengunjung tidak akan menemukan pertunjukan atraksi gajah seperti di sirkus.

Sebaliknya, konsep wisata di TNWK menekankan pendidikan konservasi, pengetahuan ekologi, serta penghargaan terhadap kesejahteraan hewan. Namun, jangan khawatir akan membosankan. Sebab, akan banyak keunikan yang tersaji yang tak ditemukan di tempat berlibur lain.

TNWK yang letaknya berdekatan dengan Selat Sunda dan diapit kawasan permukiman membuat posisinya menarik. Keunikan taman ini terletak pada keberagaman ekosistemnya, mulai dari hutan hujan dataran rendah, rawa air tawar, hutan bakau, hingga hutan pantai.

Di kawasan ini, pengunjung juga akan menemukan pepohonan besar seperti meranti dan keruing, disertai beragam jenis palem yang menjadi penopang penting bagi kehidupan fauna di sekitarnya. Keanekaragaman vegetasi ini memperkuat peran ekologis TNWK, sehingga kawasan tersebut diakui sebagai ASEAN Heritage Park.

Tak hanya menjadi rumah bagi gajah, TNWK juga menjadi habitat alami badak sumatera, harimau, tapir, dan berbagai jenis burung, serta tumbuhan endemik yang tidak ditemukan di tempat lain.

 

 

 

 

Taman Nasional Way Kambas. Sumber gambar: Website Taman Nasional Way Kambas)

Taman Nasional Way Kambas. Sumber gambar: Website Taman Nasional Way Kambas)

 


Waktu terbaik berkunjung ke Taman Nasional Way Kambas adalah saat musim kemarau, sekitar April hingga Oktober, ketika cuaca cenderung cerah dan jalur tidak terlalu licin. Bagi yang ingin mengamati satwa liar, kunjungan pada pagi hari (sekitar pukul 06.00 WIB–09.00 WIB) atau sore hari (15.00 WIB–18.00 WIB) sangat disarankan karena pada jam-jam tersebut hewan, termasuk gajah sumatera, lebih aktif.

Untuk pengalaman yang lebih tenang, disarankan menghindari musim liburan sekolah. Suasana yang lebih sepi memungkinkan wisatawan menikmati alam dengan lebih santai dan nyaman.

Untuk berkunjung ke Taman Nasional Way Kambas, wisatawan perlu melakukan registrasi di pos masuk dan akan ditemani pemandu resmi selama penjelajahan. Selama di kawasan, pengunjung wajib menjelajah sesuai rute yang sudah ditentukan dengan jam kunjungan 08.00 WIB–17.00 WIB.

Untuk menjaga ekosistem dan kenyamanan satwa, pengunjung dilarang membawa plastik sekali pakai, merokok, memberi makan atau mengganggu hewan, serta wajib membawa kembali sampah masing-masing.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Cek Spesifikasi Air Fryer Oven KitchenMate Polytron untuk Gaya Masak Sehat

BERIKUTNYA

IDAI Tekankan ASI Tetap Prioritas bagi Bayi di Pengungsian Pascabanjir

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga