Ketika Lagu Menjadi Penyelamat di Serial Stranger Things (Sumber Gambar: X Stranger Things)

Kembali Mengenang Lagu-Lagu Hits Tahun 80an Bersama Serial Netflix Stranger Things

18 December 2025   |   13:19 WIB
Image
Aira Shakuntala Wardhana Mahasiswa Universitas Bina Nusantara

Sejak pertama kali tayang pada 2016, Stranger Things bukan sekadar serial fiksi ilmiah tentang monster dari dimensi lain. Dikutip dari Deadline, karya Duffer Brothers ini adalah sebuah kapsul waktu yang membawa penonton kembali ke era 1980-an masa ketika kaset pita, radio, dan lagu-lagu pop-rock menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Namun, musik di Stranger Things tidak hanya berfungsi sebagai pemanis nostalgia. Dalam banyak momen, musik justru menjadi penghubung emosi, simbol harapan, bahkan senjata untuk bertahan hidup.

Baca juga: Trailer Terbaru Stranger Things Musim 5 Volume 2 Isyaratkan Pertempuran Terakhir Melawan Vecna

Ikatan emosional antara musik dan karakter sudah terlihat sejak musim pertama. Will Byers (Noah Schnapp) dan kakaknya, Jonathan (Charlie Heaton), terhubung melalui lagu milik The Clash, “Should I Stay Or Should I Go.” Lagu ini bukan sekadar favorit keluarga, melainkan jangkar emosional Will ketika ia terperangkap di Upside Down.

Dalam salah satu momen paling menyentuh serial ini, musik menjadi satu-satunya hal yang mampu menembus batas dua dunia, seolah membuktikan bahwa suara dan kenangan memiliki kekuatan melampaui ruang dan logika.

Seiring berjalannya musim, Stranger Things semakin menegaskan peran musik sebagai bagian dari narasi utama. Musim kedua, misalnya, ditutup dengan adegan Snow Ball yang ikonis sebuah momen perayaan sederhana namun penuh makna setelah trauma panjang. Empat lagu, mulai dari Pat Benatar “Love Is A Battlefield,” Olivia Newton-John “Twist of Fate,” Cyndi Lauper “Time After Time,” hingga The Police “Every Breath You Take,”  Musik menjadi bahasa universal yang menenangkan luka, baik bagi karakter maupun penonton.

Musim ketiga menghadirkan pendekatan yang lebih bombastis. Trailer yang memadukan “Home Sweet Home” dari Mötley Crüe dan “Baba O’Riley” dari The Who secara langsung menegaskan bahwa serial ini tidak hanya merayakan era 80-an, Lagu-lagu tersebut mengiringi perubahan besar dalam hidup para karakter dari masa kanak-kanak menuju fase yang lebih dewasa dan kompleks.

Namun, puncak hubungan antara musik dan cerita terjadi di musim keempat. Lagu “Running Up That Hill (Deal With God)” milik Kate Bush tidak hanya kembali populer, tetapi juga mendapatkan makna baru sebagai simbol perlawanan terhadap Vecna. Dalam adegan penyelamatan Max Mayfield (Sadie Sink), musik secara harfiah menjadi alat untuk menarik seseorang kembali dari ambang kematian. Sementara itu, “Master of Puppets” dari Metallica memperkuat karakter Eddie Munson dalam salah satu adegan paling heroik serial ini menunjukkan bahwa musik juga dapat menjadi bentuk keberanian terakhir.

Dengan musim kelima yang akan segera tayang, musik kembali menjadi elemen yang dinanti. Lima menit pertama musim terbaru yang dirilis menunjukkan bahwa lagu masih menjadi alat perlindungan terakhir dari kegelapan Upside Down. Dalam dunia yang dipenuhi monster dan ketakutan, Stranger Things seolah ingin mengatakan bahwa selama masih ada lagu, masih ada harapan.

SEBELUMNYA

Trailer Terbaru Stranger Things Musim 5 Volume 2 Isyaratkan Pertempuran Terakhir Melawan Vecna

BERIKUTNYA

Apakah Ini Akhir dari Benoit Blanc? Rian Johnson Isyaratkan Masa Depan Seri Knives Out

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga