Perjalanan Budy Thamrin, Bangun Brand Skincare dari Global hingga Masuk ke Pasar Lokal
09 December 2025 |
19:04 WIB
Berbeda dengan sebagian besar brand yang memulai bisnisnya di ranah lokal baru sebelum ekspansi global. Budy Thamrin memilih arah sebaliknya, dia justru merintis brand Seung Tae dari Singapura, menggandeng seorang rekan bisnis asal negara tersebut, sebelum akhirnya memperkenalkan produknya ke ‘rumah’ nya sendiri, di Indonesia.
Mungkin tidak banyak brand yang mengambil langkah ini, tetapi Budy melihat ini sebagai sebuah strategi karena dia melihat Singapura memiliki pasar yang marang dan regulasi yang lebih terstruktur sehingga menjadi tempat ideal untuk memulai bisnis.
Baca juga: Daud Nugraha Hidupkan Wayang dalam Versi yang Lebih Kekinian Lewat Aniwayang
“Kami ingin menguji kualitas produk dan operasional secara global sejak awal. Di Singapura, kami bisa memulai dengan struktur regulasi yang jelas, riset yang fokus, dan akses ke fasilitas pengembangan bahan aktif,” ujar Budy.
Keputusan itu membuka jalan bagi Seung Tae untuk berkembang sebagai jenama dengan standar global sebelum resmi menyapa konsumen di negara asal Budy.
Perjalanan ini dimulai pada 2024. Budy, yang memiliki latar belakang bisnis dan minat panjang terhadap perawatan kulit, melihat peluang untuk menghadirkan produk skincare dengan pendekatan yang lebih personal.
Kesempatan datang ketika da bertemu calon rekannya yakni seorang profesional skincare asal Singapura yang memiliki fasilitas riset dan akses pengembangan formula di Asia Timur. Dari pertemuan itu, lahirlah kemitraan bisnis yang kemudian menjadi fondasi utama Seung Tae.
“Kami ingin membangun sesuatu yang punya napas panjang, tidak hanya mengikuti tren,” kata Budy. Kolaborasi lintas negara ini membuka jalan bagi pengembangan teknologi, riset bahan aktif, hingga pengujian yang lebih terukur.
Seung Tae sendiri memiliki arti berarti Victory and Peace. Memenangkan tanpa melukai. Cantik tanpa membandingkan. Brand ini bukan dibuat hanya untuk memperbaiki kulit, tetapi juga memulihkan hubungan seseorang dengan dirinya sendiri.
Lewat filosofi “255 Ways to Shine, Where Skin Meets Story”, Seung Tae ingin pengguna memahami bahwa kecantikan bukan tujuan cepat melainkan perjalanan bertahap yang penuh penerimaan dan mindfulness.
Budy tidak menampik bahwa masuk ke pasar Indonesia adalah mimpi besar sejak hari pertama. Namun dia sadar, Indonesia adalah pasar yang luas dan dinamis dengan karakter kulit yang beragam, selera belanja berbeda, dan kompetisi ketat.
Maka strategi ditata justru dari luar negeri ke dalam negeri. Setelah stabil di Singapura, barulah dia membawa Seung Tae ke Indonesia pada 2025, memulai debut di Jakarta X Beauty dan menyasar segmen accessible premium dengan harga Rp100.000–Rp150.000.
Langkah ini bukan sekadar ekspansi pasar melainkan momen “pulang” bagi Budy. “Saya lahir di Indonesia. Setelah Seung Tae mapan di luar, sudah waktunya kembali membawa brand ini ke tanah sendiri. Ini bukan hanya bisnis, tapi juga pulang membawa karya,” tuturnya.
Seung Tae menggabungkan K-beauty heritage dengan pendekatan science-driven skincare. Keunggulannya terletak pada formulasi Cinnamon+, menjadikan Seung Tae sebagai serum mask pertama di dunia yang memanfaatkan bahan ini sebagai hero ingredient.
Selain Cinnamon+, setiap produk diperkaya bahan aktif lain seperti red dragon fruit, siwak, botanical extract, hingga active peptide untuk hasil perawatan yang efektif namun tetap lembut bagi kulit tropis.
Dengan basis operasional dan riset di Singapura, Seung Tae hadir pertama kali di pasar global, menyesuaikan formulasi untuk kebutuhan kulit Asia dan tropis. Setelah beradaptasi, berkembang, dan mendapatkan respons positif, barulah brand ini masuk ke Indonesia pada 2025.
Proses produksinya dilakukan di China dengan standar internasional, sementara sertifikasi dan regulasi disiapkan untuk memenuhi pasar Asean—termasuk BPOM, halal, dan vegan standard.
Ada empat produk awal yang dirilis seluruhnya berupa serum mask dengan konsentrasi bahan aktif berbeda yakni Hydration Serum Mask, Brightening Serum Mask, Quisty Reset & Rejuve Serum Mask, dan Yu Firming & Lifting Serum Mask
Semua tersedia dalam kemasan kotak dan oktagon premium. Keseluruhan produk sudah tersertifikasi BPOM dan Halal menjadi penegasan komitmen bahwa brand global pun dapat menjaga integritas keamanan produk dan religious compliance di pasar Indonesia.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Mungkin tidak banyak brand yang mengambil langkah ini, tetapi Budy melihat ini sebagai sebuah strategi karena dia melihat Singapura memiliki pasar yang marang dan regulasi yang lebih terstruktur sehingga menjadi tempat ideal untuk memulai bisnis.
Baca juga: Daud Nugraha Hidupkan Wayang dalam Versi yang Lebih Kekinian Lewat Aniwayang
“Kami ingin menguji kualitas produk dan operasional secara global sejak awal. Di Singapura, kami bisa memulai dengan struktur regulasi yang jelas, riset yang fokus, dan akses ke fasilitas pengembangan bahan aktif,” ujar Budy.
Keputusan itu membuka jalan bagi Seung Tae untuk berkembang sebagai jenama dengan standar global sebelum resmi menyapa konsumen di negara asal Budy.
Perjalanan ini dimulai pada 2024. Budy, yang memiliki latar belakang bisnis dan minat panjang terhadap perawatan kulit, melihat peluang untuk menghadirkan produk skincare dengan pendekatan yang lebih personal.
Kesempatan datang ketika da bertemu calon rekannya yakni seorang profesional skincare asal Singapura yang memiliki fasilitas riset dan akses pengembangan formula di Asia Timur. Dari pertemuan itu, lahirlah kemitraan bisnis yang kemudian menjadi fondasi utama Seung Tae.
“Kami ingin membangun sesuatu yang punya napas panjang, tidak hanya mengikuti tren,” kata Budy. Kolaborasi lintas negara ini membuka jalan bagi pengembangan teknologi, riset bahan aktif, hingga pengujian yang lebih terukur.
Seung Tae sendiri memiliki arti berarti Victory and Peace. Memenangkan tanpa melukai. Cantik tanpa membandingkan. Brand ini bukan dibuat hanya untuk memperbaiki kulit, tetapi juga memulihkan hubungan seseorang dengan dirinya sendiri.
Lewat filosofi “255 Ways to Shine, Where Skin Meets Story”, Seung Tae ingin pengguna memahami bahwa kecantikan bukan tujuan cepat melainkan perjalanan bertahap yang penuh penerimaan dan mindfulness.
Budy tidak menampik bahwa masuk ke pasar Indonesia adalah mimpi besar sejak hari pertama. Namun dia sadar, Indonesia adalah pasar yang luas dan dinamis dengan karakter kulit yang beragam, selera belanja berbeda, dan kompetisi ketat.
Maka strategi ditata justru dari luar negeri ke dalam negeri. Setelah stabil di Singapura, barulah dia membawa Seung Tae ke Indonesia pada 2025, memulai debut di Jakarta X Beauty dan menyasar segmen accessible premium dengan harga Rp100.000–Rp150.000.
Langkah ini bukan sekadar ekspansi pasar melainkan momen “pulang” bagi Budy. “Saya lahir di Indonesia. Setelah Seung Tae mapan di luar, sudah waktunya kembali membawa brand ini ke tanah sendiri. Ini bukan hanya bisnis, tapi juga pulang membawa karya,” tuturnya.
Seung Tae menggabungkan K-beauty heritage dengan pendekatan science-driven skincare. Keunggulannya terletak pada formulasi Cinnamon+, menjadikan Seung Tae sebagai serum mask pertama di dunia yang memanfaatkan bahan ini sebagai hero ingredient.
Selain Cinnamon+, setiap produk diperkaya bahan aktif lain seperti red dragon fruit, siwak, botanical extract, hingga active peptide untuk hasil perawatan yang efektif namun tetap lembut bagi kulit tropis.
Dengan basis operasional dan riset di Singapura, Seung Tae hadir pertama kali di pasar global, menyesuaikan formulasi untuk kebutuhan kulit Asia dan tropis. Setelah beradaptasi, berkembang, dan mendapatkan respons positif, barulah brand ini masuk ke Indonesia pada 2025.
Proses produksinya dilakukan di China dengan standar internasional, sementara sertifikasi dan regulasi disiapkan untuk memenuhi pasar Asean—termasuk BPOM, halal, dan vegan standard.
Ada empat produk awal yang dirilis seluruhnya berupa serum mask dengan konsentrasi bahan aktif berbeda yakni Hydration Serum Mask, Brightening Serum Mask, Quisty Reset & Rejuve Serum Mask, dan Yu Firming & Lifting Serum Mask
Semua tersedia dalam kemasan kotak dan oktagon premium. Keseluruhan produk sudah tersertifikasi BPOM dan Halal menjadi penegasan komitmen bahwa brand global pun dapat menjaga integritas keamanan produk dan religious compliance di pasar Indonesia.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.