Batik Indra Majoe. (Sumber foto: Hypeabis.id/Eusebio Chrysnamurti)

Menjaga Tradisi, Menembus Pasar: Batik Indra Majoe di SMEXPO 2025

01 December 2025   |   10:36 WIB
Image
Aira Shakuntala Wardhana Mahasiswa Universitas Bina Nusantara

Pada era ketika mode cepat dan tren modern semakin mendominasi pasar, keberadaan brand lokal yang menjaga warisan budaya menjadi sesuatu yang sangat berharga. Salah satunya adalah Batik Indra Majoe, UMKM batik asal Jawa yang dipimpin oleh Indra Susilo (42).

Berangkat dari usaha turun-temurun keluarga, Batik Indra Majoe terus mempertahankan teknik batik complongan sebuah teknik membatik khas yang kini telah mengantongi sertifikat Indikasi Geografis dari Kementerian Hukum.

“Filosofi Batik Indra Majoe adalah menjaga kearifan lokal melalui karya seni yang punya identitas kuat. Bukan sekadar produk tradisional, tetapi bagaimana tradisi tetap hidup dan mampu bersaing dengan tekanan modernisasi,” ujar Indra.

Baca juga: Tas Anyaman Lombok yang Mendunia: Kisah Jalaluddin Membangun Brand UMKM Rindik Art Shop

Dalam setiap helai kain yang dihasilkan, terdapat cerita tentang ketekunan, nilai budaya, serta kebanggaan terhadap seni membatik yang diwariskan dari generasi sebelumnya.

Perjalanan brand ini tidak bisa dilepaskan dari peran Pertamina yang membantu banyak UMKM lokal untuk naik kelas. “Dukungan Pertamina luar biasa, mulai dari pelatihan untuk meng-upgrade pola pikir hingga pemasaran. Dampaknya sangat signifikan—omzet meningkat tajam dan kami mendapat banyak ide baru untuk dikembangkan,” jelas Indra.

Pertamina juga berperan penting dalam proses pendaftaran merek Batik Indra Majoe, sehingga brand ini kini memiliki perlindungan hukum yang lebih kuat dan mampu bersaing secara profesional di pasar nasional maupun global.

Meski belum melakukan ekspor secara langsung, Batik Indra Majoe telah melanglang buana ke berbagai negara, termasuk Jepang, Turki, Swiss, dan Belanda. Produk-produk tersebut dipasarkan melalui pameran, event internasional, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak.

Indra mengungkapkan bahwa persiapan menuju ekspor tidak hanya soal produksi, tetapi juga pemahaman budaya global. “Kami berusaha mengemas produk tradisional menjadi seni bernilai tinggi, sekaligus mempelajari motif yang sesuai minat pasar luar negeri.”

Keunggulan utama Batik Indra Majoe terletak pada teknik membatik complongan, yaitu metode unik yang menghasilkan pola artistik melalui proses pelubangan motif dengan presisi sangat tinggi. Teknik khas ini tidak ditemukan di daerah lain, sehingga karya yang dihasilkan memiliki nilai seni dan eksklusivitas yang kuat.

Keorisinalitas tersebut membawa Batik Indra Majoe meraih sejumlah pencapaian bergengsi, mulai dari Juara 3 Kain Terbaik Skala Nasional oleh Dekranas, Rekor MURI untuk complongan terpanjang, hingga perluasan relasi bisnis ke berbagai sektor dan wilayah.

Seiring meningkatnya pengakuan publik, omzet Batik Indra Majoe pun tumbuh signifikan, mencapai Rp150–300 juta per bulan, sebuah capaian luar biasa bagi UMKM berbasis tradisi.

Indra melihat masa depan batik sebagai ruang luas untuk terus berkembang tanpa harus meninggalkan akar budaya. “Harapan saya adalah memiliki workshop yang lebih besar agar bisa menerima lebih banyak orang yang ingin belajar membatik. Saya ingin produk kami bisa bersaing di pasar nasional dan internasional, dan ke depannya mulai ekspor langsung,” tutupnya.

Melalui Batik Indra Majoe, Indra Susilo membuktikan bahwa tradisi bukanlah sesuatu yang ketinggalan zaman. Dengan sentuhan modern, inovasi, dan dukungan yang tepat, warisan budaya dapat berubah menjadi kekuatan ekonomi yang membanggakan Indonesia di mata dunia.

Batik Indra Majoe merupakan salah satu mitra binaan Pertamina dan didukung penuh untuk terus berkembang hingga menembus pasar global.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Cerita Seniman Mengalirkan Kembali Suara Kemanusiaan Pramoedya Ananta Toer ke Generasi Baru

BERIKUTNYA

13 Tayangan Netflix Desember 2025 yang Wajib Masuk Watchlist

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga